Rabu (01/3), pukul 15.00 wib bertempat di Perkampungan Pemuda Jetun Silangit, Ompui Ephorus Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing membuka secara Resmi Training of Trainers  Guru-Guru Sekolah Minggu untuk wilayah I: DistriK I Tabagsel-Sumbar, DistriK II Silindung, DistriK III Humbang, DistriK IV Toba, DistriK VI Dairi, DistriK VII Samosir, DistriK IX Sibolga Tapteng Nias, DistriK XI Toba Hasundutan, DistriK XII Tanah Alas, DistriK XVI Humbang Habinsaran. Setiap Distrik mengutus 3-5 orang Pendeta yang akan dilatih menjadi Trainers.

Kegiatan diawali dengn Ibadah yang dipimpin oleh Kepala Departemen Koinonia Pdt. Dr. Martongo Sitinjak sebagai pengkotbah dan sebagai liturgis Pdt. Richard Hitasoit, M.Div. Dalam Kotbahnya yang diambil dari Markus 10:14-16, Kadep Koinonia memaparkan bahwa posisi awal, anak kurang dihormati karena dianggap kurang penting, dianggap sebagai beban daripada melepaskan beban. Tapi pada saat yang sama anak-anak sebenarnya pertanda kehidupan masih ada, bahwa generasi penerus masih ada. Oleh sebab itu, Kitab Amsal dan Kitab Mazmur mengatakan bahwa anak-anak sumber sukacita. Dijaman Yesus posisi anak-anak juga kurang mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Nampak dari reaksi murid-murid Yesus yang melarang dan marah ketika anak-anak datang kepada Yesus. Dalam posisi kehidupan sosial dimasanya, Yesus memberi pemahaman yang baru dengan mengatakan: “biarkan anak-anak itu datang kepadaKu, jangan menghalangi mereka…”. Perkataan Yesus ini menjadi landasan berpikir pemahaman gereja pada pelayanan anak. Jika diperhadapkan dengan pelayanan gereja, kebanyakan gereja mengurus pembangunan fisik dan acara seremonial dari pada serius memberi perhatian kepada anak-anak sekolah minggu. Mindset ini yang perlu dirobah sehingga kita sadar bahwa kita adalah hamba Tuhan, bukan supaya kita dikenal dan dikenang orang. Sebagai murid Yesus kita jangan mengambil wewenang Tuhan. Tanpa Dia kita tidak mungkin memiliki kekuatan. Kita jangan seperti murid Yesus yang menghalangi orang lain dalam bagian pelayanannya. Yesus menegaskan agar murid-murid jangan menghalang-halangi mereka karena mereka (anak-anak) yang empunya kerajaan sorga. Alur ini merupakan alur terbalik dengan cara dunia berpikir. Untuk mengenal anak kita harus mempelajari anak itu dulu. Pelajaran yang baik untuk mengenal adalah hidup bergaul dengan mereka. Yesus memeluk anak-anak itu dan meletakkan tanganNya dan memberkati. Perlu ada praktisi dengan pendekatan fisik yang jauh lebih kuat dari pengajaran manapun. Mari kita berkati anak-anak kita, memeluk mereka sehingga anak-anak kita menjadi berkat.

Usai acara pembukaan, dilanjutkan dengan Sessi I yang disampaikan oleh Ompui Ephorus dengan judul: “Presentasi Orientasi Pendidikan dan Pemberdayaan HKBP 2017” (Artikel dapat diunduh di kolom Artikel). Dan Sessi II akan disampaikan oleh Sekretaris Jenderal HKBP Pdt. David F Sibuea, M.Th, D.Min.

Acara ToT ini akan berlangsung mulai hari Rabu (01/3) s/d Senin (06/03). Tuhan memberkati kegiatan ToT ini. Biro Informasi.