Kamis, 2 Maret 2017 Ompui Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing bersilahturahmi dengan Wakil Walikota Pematangsiantar Bapak Hefriansyah, SE, MM di Rumah Dinas Wakil Walikota. Ompui Ephorus bersama Ompu Boru didampingi oleh Praeses HKBP Distrik V Sumatera Timur Pdt. Same Siahaan, S.Th, Pdt. Henri Simanjuntak, Pdt. Pantas Parapat, Pdt. Robert Silitonga dan bapak St. Dr. Hilman Pardede, disambut dengan sukacita oleh bapak wakil walikota bersama jajarannya.
Saat berbincang-bincang membicarakan Kota Pematangsiantar sebentar, Bapak Wakil Walikota ini mengajak Ompui Ephorus bersama rombongaj untuk makan malam bersama. Pertemuan dan percakapan yang bertempat di pelataran rumah dinas, dengan alam suasana malam terbuka, penuh sukacita, dan membicarakan pemerintahan kota pematangsiantar menghantarkan setiap percakapan berlangsung dengan keakraban.
Bapak Wakil Walikota ini baru saja dilantik menjabat sebagai wakil walikota pematangsiantar, namun mengingat Kota Pematangsiantar yang masih berduka atas meninggalnya Bapak Hulman Sitorus (walikota terpilih), maka yang dilantik hanyalah wakil walikota pematangsiantar. Menurut penjelasan beberapa sumber, bila sudah diadakan Sidang Paripurna DPRD Kota Pematangsiantar maka bapak Hefriansyah ini pasti akan dilantik menjadi Walikota Pematangsiantar. Namun untuk yang menjabat wakil walikota nantinya masih membutuhkan poses.
Dalam kata sambutannya bapak Wakil Walikota Pematangsiantar ini menyampaikan; “terimakasih dan sukacita bagi kami yang tidak bisa kami ungkapkan dengan kata-kata karena Ompui Ephorus HKBP berkunjung ke tempat ini, bersilahturahmi dengan kami. Di tengah kesibukan kegiatan yang begitu padat, masih menyempatkan diri untuk bertemu dengan kami. Saya sebagai Wakil Walikota Pematangsiantar menyampaikan selamat datang kepada Ompui Ephorus demikian para bapak/ibu Pendeta yang turut hadir saat ini. Saya juga sangat senang karena tulang saya datang berkunjung ke rumah berenya, Ompui Ephorus adalah Tulang saya karena isteri saya boru Hutabarat.
Pemahaman saya sebagai Wakil Walikota Pematangsiantar ini, Memang kalau kita sahuti apa kata orang, habis energi saya menjawab itu semua. Jadi saya mau mengumpulkan semua elemen dulu, bertatap muka, menerima masukan atau ide, dan memberikan solusi kemudian saya tahu apa yang harus saya lakukan. Jadi tidak langsung gegabah bertindak tetapi menjalin komunikasi dengan baik dulu. Menurut saya tulang, saya mau menyampaikan tidak ada perbedaan ras, suku, dan lainnya. Aksinya harus positif, jadi saya ajak rekan-rekan tunjukkan pelayanan yang terbaik bagi masyrakat. Karena otomatis akan ada feedback nya yanh positif juga.
Tadi pak Dosen bilang, saya lahir dan sudah 53 tahun di pematangsiantar. Tetapi kalau saya sendiri saya tinggal di lorong 7 jln Bah Tongguran arah parluasan sana. Tante saya guru, dan saya dididik oleh guru, saya sekolah di SMP 7 dan saya tunjukkan jago-jago saya dan saya bisa kok. Setiap aktivitas saya, saya berinteraksi dengan abang Victor Silaen, Frengki Napitupulu, dll para sahabat. Hubungan saya dengan sahabat-sahabat saya, di parluasan saya itu kawan-kawan saya toke daging babi itu adalah kawan saya. Kalau bicara agama, yah saya bicara di rumah atau di tempat suci. Sepuluh Hukum pun yang saya tahu tidak ada menyarankan untuk bertindak jahat.

Saya sendiri dengan Pak Hulman punya hubungan yang harmonis dan akrab. Ketika saya mau sholat, pak Hulman selalu hilang, Ok.. Silahkan. Demikian juga sebaliknya. Demikian kami punya kesempatan bersama membentuk warga yang berpendidikan.
Brand siantar adalah saya adalah bersaudara dengan semua orang. Kita semua bersaudara. Pertemuan kita ini kiranya diberikan Tuhan banyak berkat kepada kita semua. Kota Pematangsiantar adalah salah satu kota yang mendapat predikat kota toleransi yang baik. Semakin kita jalin kota siantar ini dengan kedamaian. Mohon maaf bila penyajian saya dan rekan-rekan disini bila ada yang kurang menyambut Ompui Ephorus.

Ompui Ephorus menyampaikan kata sambutan demikian, Selamat malam dan damai sejahtera bagi kita semua. Kami sangat senang bertemu dengan bapak Hefriansyah, bere kami. Ada beberapa orang kami pendeta (Ompui Ephorus memperkenalkan para pendeta yang mendampingi Ompui).
Ibu atau istri saya adalah asli orang siantar, di Jln Cokro, kalau saya sejak SMA sudah berada di pematangsiantar ini. Dan ternyata dulunya rumah bapak wakil walikota dekat dengan rumah orangtua kami. Pertemuan malam ini tentunya adalah sukacita. Kita yakin dan percaya Tuhan yang menentukan pertemuan kita ini bisa berlangsung. Seperti ada Sutradara diatas yang mengatur setiap langkah kita. Kami mengajak para pendeta disini karena para pendeta disinilah yang bisa instens nantinya bertemu dengan bapak memikirkan bagaimana memajukan kota Pematangsiantar ini.
Saya bukan memperkenalkan siantar kepada bapak, tetapi pematangsiantar ini ada variabel yang utama, di pematangsiantar ini ada beberapa kantor pusat gereja-gereja disini seperti GKPI, GKPS, HKI, HKIP, Pentakosta, dll. Jadi religiositas masyarakat Pematangsiantar sangat kuat. Pematangsiantar juga memiliki beberapa perguruan tinggi yang cukup dikenal masyarakat dengan baik, sehingga tidak salah kita katakan pematangsiantar juga adalah kota pendidikan juga. Disini sangat kental komunitas masyarakatnya seperti komunitas karo, batak toba, melayu, dll tetapi ketika berdampingan dengan komunitas yang lain justru bisa mencair atau menyatu. Saya kira ini kalau diadakan study tentang pematangsiantar pasti asyik mempelajarinya. Sebagai orang batak toba kami juga bisa melihat realita kepelbagaian di, tengah masyarakat, misalnya ada jalan mesjid, ada jalan gereja, ada jalan vihara. Elemen masyarakat kesannya terpisah tetapi jiwa dan semangat kota pematangsiantar justru sangat kuat dan kokoh. Kami juga turut serta didalamnya dari gereja untuk menciptakan masyarakat yang toleran dan maju, yang bisa hidup berdampingan di tengah masyarakat. Kami juga menyarankan supaya setiap warga setia dengan agamanya masing-masing. Kami juga berupaya untuk bekerjasama dengan pemerintah di Sumatera Utara ini. Kami sudah bertemu dengan para bupati dan walikota dan saat ini dengan bapak.

Gereja dan pemerintah kita harapkan akan bekerjasama untuk membimbing masyarakat. Atas nama gereja HKBP, kami mengucapkan selamat kepada Bapak Hefriansyah menjadi wakil walikota pematangsiantar untuk sementara ini, dan nantinya akan dilantik sebagai walikota Pematangsiantar setelah sidang paripurna yang akan diadakan”, demikian sambutan dari Ompui Ephorus.
Pertemuan ini diakhiri dengan Doa yang dipimpin oleh Ompui Ephorus HKBP. Direncanakan bapak wakil walikota ini bersama rombongan juga akan berkunjung kembali ke HKBP. Pdt Alter Siahaan