Kamis (9/3), diadakan ibadah penutupan Pemberdayaan Praees dan Keluarga yang dilayani oleh Pdt. Drs. Berlin Tamba, M.Div sebagai Liturgis, Pdt. Bernard Manik, S.Th sebagai pembawa doa syafaat, Pdt. Dr. Anna Vera Pangaribuan (Kepala Departemen Marturia) sebagai pengkotbah. Dalam khotbah yang diambil dari Filipi 2:1-5, Kadep Marturia menekankan judul “Menata Pelayanan di HKBP Dalam Kebersamaan” dengan menekankan ayat 5 dalam nats. Kadep Marturia mengajak setiap pelayan agar menghargai tanggaungjawab, menjalankan pembagian tugas yang sudah diterima dengan memaparkan sebuah ilustrasi tentang 5 anak yang sudah Yatim Piatu. Perlu ada penyerahan diri yang merupakan bagian yang penting dalam kehidupan rohani kita.  Kita perlu mengimplementasikan firman Tuhan dalam kehidupan pelayanan yaitu saling membantu. Dasar landasar orang Kristen adalah hidup dalam Kristus. Ikut memikul beban dan saling terbuka sebagai keluarga.

Sebelum Ompui Ephorus menutup secara resmi, Ompui Ephorus menyampaikan ucapan terimakasih atas nama Pimpinan HKBP kepada Konviner: Praeses HKBP Distrik DKI Jakarta Pdt. Midian K.H. Sirait, M.Th, Praeses HKBP Distrik XXVIII DEBOSKAB Pdt. Drs. Berlin Tamba, M.Div, Praeses HKBP Distrik XXI Banten Pdt. Robert Pandiangan M.Th, Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi Pdt. Banner Siburian, M.Th yang telah bekerja keras untuk pelaksanaan kegiatan ini. Ompui juga mengucapkan terimakasih kepada Ketua Pelaksanan Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min dan HKBP Duren Sawit, dalam menjalankan tugas sebagai panitia. “Tuhanlah yang memberkati pelayanan dan menambahi berkat, buat keluarga, anak-anak yang ditinggalkan agar mendapat pengetahuan dan hikmat dan memperoleh masadepan yang baik dari Tuhan.” Ompui Ephorus juga mengucapkan terimakasih kepada Ibu-ibu Pimpinan yang juga telah memberi pembekalan kepada keluarga Praeses. Ompui Ephorus menambahkan “Ketika dilantik Ephorus, Sekjend, Praeses, Pendeta Ressort, bahkan Sintua, bukan hanya pimpinan itu yang datang untuk dilantik, tapi istri juga ikut disamping mendampingi yang dilantik. Bukan berarti istri ikut “mangantoi” tapi supaya ada kebersamaan, saling bahu membahu, dalam berbagai hal dalam prinsip-prinsip kekeluargaan, partamueon misalnya. Supaya semakin kuat, baik, damai dan indah persaudaraan itu. Kita ucapkan terimakasih kepada Tuhan melalui pemberdayaan ini, ada semangat baru, motivasi baru dan ada kerjasama antara praeses dan istri praeses”.

Usai menyampaikan ucapan terimakasih kepada Panitia, Ephorus menutup secara resmi Pemberdayaan Praeses dan Keluarga. Kemudian acara diakhiri dengan Perjamuan Kudus. Setelah ibadah, acara dilanjutkan dengan pemberian cindera mata kepada Pimpinan HKBP dan kepada Praeses.