Pada Minggu Reminiscere di HKBP Jatiwaringin, tepatnya tanggal 12 Maret 2017 dengan topik “Debata do Pangurupi na Satia” Amang Sekjend HKBP Pdt. David F. Sibuea, M.Th, D.Min menyampaikan khotbah serta berbaur dengan jemaat Tuhan yang beribadah pada Pkl. 08.30 Wib. Jemaat gereja ini dipimpin oleh Pdt. Welman P. Tampubolon, S.Th (Mantan Kadep Koinonia). Sekjend HKBP sebelumnya mengikuti kegiataan Pemberdayaan Praeses HKBP dan Keluarga selama 4 hari yang diadakan di Pondok Remaja PGI-Cisarua, Bogor yang juga dihadiri oleh lima pimpinan pusat HKBP. Dalam kunjungan ke jatiwaringin bersama dengan Inang Br. Hutagaol, Amang Sekjend menyalam dan menyapa seluruh jemaat yang ada di depan gereja dimana pada saat itu sedang menunggu anak sekolah minggu. Perjumpaan dengan seluruh parhalado juga dibarengi dengan tawa canda dan juga diskusi seputaran tentang keadaan jemaat.

  Firman Tuhan yang disampaikan Amang Sekjend yaitu dari Kitab Mazmur 121:1-8. Disaat orang mengalami kesusahan disitulah manusia diketahui kepada siapa dia meminta pertolongan dan siapa yang dicari. Pemazmur mengatakan bahwa hanya kepada Tuhan ada pertolongan, tiada yang lain selain Tuhan. Segala sesuatu yang ada pada diri kita tidak akan mampu menandingi Allah, walaupun terkadang kita tidak mampu dan merasa tidak akan bisa tetapi jika bersama Allah kita akan dimampukan, Dia bisa memberikan segalanya dan mampu mengangkat setiap jiwa manusia yang terjatuh dikarenakan kerasnya tantangan hidup. Manusia tidak akan pernah terlepas dari ATM (Ancaman, Tantangan dan Masalah). Hasangapon, hamoraon, hagabeon bukanlah sebuah jaminan hidup yang dapat menghantarkan kepada kebahagiaan abadi. Tidak akan ada yang mampu memberikan jaminan selain Allah melalui anakNya Yesus Kristus. Allah menunjukkan jaminan kepada manusia melalui perkataannya yang tertulis di Perjanjian Baru “Ahu do Dalani” yang berarti bahwa tidak akan ada yang mampu mengganggu orang percaya jika berpegang teguh kepada Allah. Hidup ini adalah investasi di dunia ini untuk Penanaman Modal Akhirat. Semua apa yang kita cari di dunia ini akan tinggal di dunia ini, sebab kita semua manusia akan kembali kepada sang pencipta. Tuhan akan datang menemui dan menuntun kita ke tempat yang aman.

Tuhan akan menjaga dan menaungi umatnya dalam hidup ini. Namun, semua itu terjadi apabila manusia mau menyerahkan hidupnya pada pertolongan Tuhan. Tuhan berkenan menolong asalkan kita berserah padaNya. Kita perlu memberi ruang dan waktu bagi Tuhan untuk menolong hidup kita. Sebagaimana dengan lagu Buku Ende “Sai tiop ma tanganku sai togu au, paima tos hosangku ramoti au, Ndang olo au mardalan sasada au, sai Ho ma ale Tuhan , manogu au”, demikianlah hidup kita, berikanlah tangan kita untuk dipegang dan dituntun oleh Allah serta serahkanlah segala pergumulanmu kepadaNya. Allah menolong, menjaga dan memberi segala apa yang kita butuhkan, dengan tetap tekun dalam Doa. Pertolongan Tuhan itu pasti hanya bagi orang yang dekat dengan Roh Kudus dan yang tekun mencari firman-Nya. Oleh karena itu marilah kita dekat kepada Tuhan agar pertolongan Tuhan itu PASTI bagi kita…. tutur Pendeta Sibuea dengan suara yang tegas dan membangkitkan percaya diri seluruh jemaat yang hadir dan beibadah. Kiranya Tuhan semakin melimpahkan berkatNya kepada seluruh jemaat agar namaNya semakin dipermuliakan oleh kuasaNya. Pdt. Jona Togatorop, S.Th Sekhus Sekjend HKBP