SIBORONGBORONG, www.hkbp.or.id – Sekretaris Jenderal Pdt David F Sibuea MTh DMin membawakan sesi pada pelatihan Guru Sekolah Minggu HKBP wilayah II di Perkampungan Pemuda HKBP, Jetun Silangit pada Kamis (16/3). Mengenal Pelayanan HKBP di tingkat Pusat, Distrik, Ressort dan Huria adalah topik sesi yang dibawakannya. Dalam paparannya, ia mengawali dengan beberapa hal yang memengaruhi pelayanan gereja, seperti individualisme, sekuralisme, materialisme, ideologi, degradasi lahan, hedonisme, dan konsumerisme. Beberapa hal ini sudah mencakup tantangan yang ada di kota dan di desa.

Setiap program HKBP berpedoman kepada RIPP dan Rencana Strategis yang sudah diterapkan di Sinode Godang. Pimpinan menetapkan orientasi pelayanan 2017 ini pada Pendidikan dan Pemberdayaan. Fokus pelayanan dan kegiatan di kerucutkan pada distrik-distrik sehingga tiap daerah betul-betul memberdayakan jemaat untuk mengembangkan pelayanan gereja.

Karenanya, ia menekankan peserta training of trainers merupakan inovator, penyusun model untuk pelayanan Sekolah Minggu. Ketulusan juga merupakan faktor penting kepada Anak-anak Sekolah Minggu. Di samping itu, ia mengharapkan setiap Guru Sekolah Minggu juga harus belajar dari banyak karakter ASM agar tahu bagaimana mengajar yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Lebih lanjut lagi ia mengatakan, pelayanan gereja bukan berpusat kepada pendeta atau pelayannya. Bersama di dalam pelayanan, juga menghadapi kendala pelayanan. Implementasi program secara holistik dan bersama-sama dari koinonia, marturia dan diakonia.

Cara mengatasi masalah atau menyelesaikannya, bukan dengan kita menjadi bahagian dari masalah. Sekjen juga membagikan pengalaman dalam Community Building. Unity is strength, kebersamaan memberikan kekuatan, katanya.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Departemen Koinonia melalui Biro Pembinaan ini akan berlangsung selama 15-20 Maret 2017. Adapun tujuh distrik yang meliputi wilayah II, yakni Distrik V Sumatera Timur, X Medan-Aceh, XIII Asahan Labuhan Batu, XIV Tebing Tinggi, XXIII Binjai Langkat, XXIV Tanah Jawa dan XXIX Deli Serdang. Para peserta terdiri atas empat hingga lima pendeta yang mewakili masing-masing distriknya. dm/ biro informasi