Tepatnya pada hari Jumat, 17 Maret 2017 bertempat di HKBP Kisaran Kota, Pdt. David F. Sibuea, M.Th, D.Min melakukan kunjungan pastoral sekaligus memberikan Pembekalan serta pencerahan yang menjelaskan struktur dan tekhnis pelaksanaan tugas kepada seluruh Uluan huria, Bendahara, Parhalado Parartaon dan Badan Audit yang melayani di Distrik XIII Asahan Labuhan Batu yang dipimpin oleh Praeses Pdt. Bernard Manik. Peserta yang hadir dalam kegiatan pembinaan ini berkisar +300 orang. Sebelum acara pembekalan dimulai terlebih dahulu dibuka dengan kebaktian bersama yang dipimpin oleh Pdt. Ressort Kisaran Kota, Pdt. Eden Siahaan dan sebagai pendoa syafaat Gr. T.L. Siahaan. Dalam renungan khotbah yang diambil dari kitab 1 Korintus 14:40, Pdt. Siahaan menyuarakan agar seluruh manusia haruslah berjalan dan bekerja sesuai dengan aturan. Dalam ayat ini juga menunjukkan banyaknya potensi di dalamnya, sehingga kita dituntut agar memiliki keteraturan dan tepat pada tempatnya, rapi dan tersusun juga tertib. Sebab gereja adalah Pamatang ni Kristus (tubuh Kristus). Hal ini mengimplementasikan agar terlihat keteraturan serta menjadi motivasi bagi setiap orang untuk menciptakan sebuah keteraturan dan kedisiplinan serta tertib dalam segala bentuk pekerjaan tertutama dalam hal pelayanan administrasi gereja.

Setelah dibuka dengan kebaktian bersama maka Praeses Distrik XIII Aslab langsung memberikan pengantar untuk pembekalan yang akan disampaikan oleh Amang Sekjend HKBP. Dalam sessi pembekalannya Amang Sekjend HKBP mengatakan, sebagai pelayan Tuhan janganlah kita hanya mengerjakan saja melainkan haruslah juga menciptakan sebuah ketertiban administrasi dan management. Ramot, Padot dan Jamot adalah karakter yang sangat penting terutama bagi para pelayan, uluan huria, bendahara dan badan audit. Tuhan mempercayakan pelayanan kepada orang-orang percaya supaya tertib dan teratur juga dengan tulus serta jujur sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. Salah satu bahagian penting dalam pelayanan gereja adalah penatalayan yang berkaitan dengan Administrasi keuangan Gereja. Penatalayanan dan Adiministrasi gereja bukan hanya soal tertib administrasi tetapi berkaitan dengan tanggung jawab dan keperdulian terhadap sesama, orang lain sebagai anggota tubuh Kristus. Tuhan mempercayakan penatalayanan kepada orang-orang percaya supaya tertib dan teratur dan juga dengan tulus serta jujur sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah ( I Pet.4: 10). Dalam hal ini berkaitan dengan persembahan jemaat kepada Allah. Persembahan yang diberikan kepada Allah untuk dikelola dan diberikan kepada pos atau tujuan pelayanan sesuai dengan ketentuan yang sudah disepakati. Tujuannya untuk berbagi, mencukupkan kepentingan  kekurangan orang-orang kudus, sehingga mereka mengucap syukur dan terima kasih atas anugerah Allah yang melimpah kepada orang percaya. Persembahan untuk kepentingan umum adalah bahagian ibadah kepada Allah. Kita memberi karena Allah telah lebih dahulu memberi kepada kita.

Pendeta Sibuea juga menjelaskan bahwa semua yang hadir dalam pertemuan ini adalah seorang yang mendapat kehormatan dan kepercayaan untuk melaksanakan suatu tugas tertentu. “Oikonomos” yang berasal dari kata “Oikos” (rumah) dan “Nomos”; aturan/hukum ( mengurus, mengatur dengan hukum/aturan) (band. Luk. 16:2-4; 1 Kor. 4: 1-2) istilah ini menerangkan tentang seorang yang kepadanya telah dipercayakan/didelegasikan tanggungjawab penuh, waktu, kesempatan, tenaga, (Mat 25:12f). Pengertian Oikonomia dalam hubungannya dengan pelayanan Kristen menjelaskan tentang semua orang Kristen yang telah di percayakan melaksanakan pekerjaan Allah (1 Kor. 9:17; Ep. 3:2;  Kol.1:25). Maka Penatalayanan sesuai dengan penjelasan Alkitab ialah semua orang Kristen yang dipercayakan mendapat kehormatan untuk mengepalai dan mengatur serta mengerjakan tugas pelayanan Kristus yang telah dimandatkan secara penuh (1 Pet. 4:10; Titus 1 : 7). Untuk itu  Manusia dalam penatalayanan sebagai pengelola dibutuhkan Rajin, Displin, Tulus dan Jujur. Allah sebagai pencipta alam semesta adalah pemberi mandat penatalayanan kepada umat Allah. Sebagai pemberi mandat, kuasa penuh, pemilikan penuh ada pada Allah (Maz. 24:1). Dan di pihak lain sebagai penerima mandat, umat Allah memiliki kepercayaan dan wewenang penuh untuk menatalayani segala milik Allah yang dipercayakan oleh Allah kepadanya (Kej. 1:28). Umat Allah sebagai penerima mandat penatalayanan harus mengabdi dengan bertanggung jawab. Karena mandat ini diberikan kepada umat Allah maka seluruh umat Allah wajib melaksanakannya.  Mandat penatalayanan Allah didasarkan dan ditunjang oleh perjanjian berkat Allah sehingga dimana umat Allah menatalayani milik Allah dengan penuh tanggungjawab, disana akan ada berkat Allah, tukas Sekjend HKBP Pdt. David F. Sibuea, M.Th, D.Min.

Semua peserta menyambut dan mengapresiasi serta menyampaikan pertanyaan yang selama ini mereka kurang mengerti tekhnis pelaksanaannya. Peserta pun merasa puas dan mengerti dengan jawaban yang disampaikan oleh Amang Sekjend serta berjalan dengan relax, penuh antusias mendengarkan pembekalan. Kiranya kegiatan ini dapat diwujudnyatakan dengan cepat dan semakin meningkatkan kualitas pelayanan di setiap gereja masing-masing, Tuhanlah yang memberkati serta memberikan kebijaksanaan kepada setiap hamba-Nya. Pdt. Jona Togatorop, S.Th, Sekretaris Khusus Sekjend HKBP