Ompui Ephorus: “Terimakasih kepada seluruh peserta yang telah hadir, panitia, para praeses, demikian juga siapapun yang telah memberikan dukungan terlaksananya kegiatan seminar ini.”

Seminar Ekklesiologi yang telah dibuka sejak Selasa 28 Maret 2017 telah ditutup dengan resmi pada hari ini 30 Maret 2017 oleh Ompui Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantiobing. Seminar yang menghadirkan dua narasumber yang piawai di bidangnya masing-masing memberikan ceramah di hadapan peserta seminar yang dihadiri sekitar 186 orang.

Dalam seminar ini turut hadir Ketua Komisi Aturan Peraturan HKBP Pdt. Dr. Pintor Sitanggang dan Ketua Komisi Theologi HKBP Pdt. Demak Simanjuntak, M.Th berserta dengan para Praeses dalam dalam ruang lingkup wilayah V ini. Demikian juga turut hadir hingga penutupan, Kepala Departemen Koinonia Pdt. Dr. Martongo Sitinjak, dan Kepala Departemen Marturia Pdt. Dr. Anna V. Pangaribuan.

Diawali dengan ibadah pagi, pada hari Rabu yang menjadi inti kegiatan dimana berlangsungnya seminar ekklesiologi ini terlihat peserta sangat antusias mengikuti seminar, para peserta memberikan pertanyaan dan pemikirannya untuk menjadi bahan masukan, pertimbangan, topik diskusi dalam seminar ini. Dalam pembagian kelompok seusai sesi dari kedua narasumber, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang dikoordinir oleh beberapa praeses. Di kelompok inilah kembali didiskusikan ceramah yang sudah disampaikan oleh kedua narasumber sekaligus pertanyaan dan pemikiran yang muncul ketika termin bertanya diadakan.

Dikarenakan usulan/masukan dari para peserta, kegiatan seminar yang dijadwalkan awalnya selesai pada Rabu malam, namun ditutup menjadi pada hari Kamis pagi dikarenakan antusias para peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disusun oleh panitia.

Dalam ibadah penutupan, ibadah dilayani oleh Pdt. Japati Napitupulu sebagai ketua pelaksana seminar dengan menyampaikan Firman yang tertulis pada Matius 19: 17 “Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaKu tentang apa yang baik? Hanya satu yang baik, tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah”. Beliau menjelaskan demikian; “Molo taringot ngolu sogot, hira sude ugamo do na manghanoluhon i. Alai ragam ma tutu angka pangajarion i asa gabe dapot nasida ngolu sogot. Di bagasan turpuk on pe, Adong do na menarik sian panghataion i, i ma panghataion taringot tu hangoluan, alai dolidoli namora i manungkun hombar tu angka naung niualana. adong do bahaya kekayaan molo diadophon ibana tu kehidupan na kekal, didok Jesus ndang boi ho maradophon dua tuan”.

Dalam ibadah penutupan inilah diadakan serah terima hasil seminari (hasil diskusi beberapa kelompok yang telah dikompilasi oleh panitia). Hasil seminar ini diserahkan oleh Ketua Umum Praeses DKI Jakarta Pdt. Midian KH. Sirait, M.Th kepada Ompui Ephorus. Sebelum Ompui menutup seminar Ekklesiologi tersebut, Ompui menyampaikan terimakasih kepada seluruh peserta yang telah hadir, panitia, para praeses, demikian juga siapapun yang telah memberikan dukungan terlaksananya kegiatan seminar tersebut. Ompui menjelaskan kalau awalnya bahwa seminar ini diperkirakan maksimal 150 orang saja tetapi justru melebihi dari yang diperkirakan, itu berarti banyak dari kita yang ingin berpartisipasi untuk memberikan pemikiran dan punya keinginan untuk yang lebih baik lagi untuk HKBP. Panitia yang telah bekerja keras, awalnya cukup gelisah apakah ada yang mendaftar tetapi menjelang diadakannya seminar ini justru melebihi dari yang diperkirakan oleh panitia. Demikian juga jemaat yang telah berpartisipasi sejak persiapan, berlangsungnya, dan berakhirnya seminar ini dengan baik.

Ompui menjelaskan pesan Sinode Godang ke 63 yang lalu telah menugaskan untuk mengadakan Sinode Amandemen di tahun 2018, itu sebabnya sebenarnya waktunya cukup singkat namun kalau semua berpartisipasi mendukung ini maka semua yang direncanakan akan berjalan dengan baik, dan tujuannya hanya untuk HKBP saja tidak ada yang lain. Oleh karena itu, marilah kita saling mendukung, karena prosesnya ini bukan hanya pada seminar ini saja, tetapi juga akan dikompilasi dari semua hasil seminar kelima wilayah yang akan berlangsung sampai bulan April ini. Proses ini tentu membutuhkan keseriusan dari kita, karena juga akan melalui tahapan-tahapan berikutnya diantaranya penyampaikan kepada jemaat-jemaat (huria), Rapat Praeses, dan Rapat MPS, kemudian Sinode Godang pada puncaknya. Selesai Sinode Godang itu pun, akan berlanjut kembali berlanjut untuk menjemaatkan hasil keputusan Sinode Godang Amandemen di setiap jemaat agar bisa dipahami dan diterapkan dalam kehidupan berjemaat sesuai dengan waktu berlakunya yang akan diputuskan di Sinode Godang tersebut.

Dipandu oleh Pdt. Japati Napitupulu, para utusan dari masing-masing Distrik dipanggil untuk menerima Sertifikat Peserta Seminar Ekklesiologi HKBP. Demikian juga hasil seminar tersebut dibagi untuk masing-masing peserta. Seusai pemberian sertifikat, Ompui dengan resmi menutup seminar ekklesiologi HKBP Wilayah V dengan pemukulan Gong. Mengakhiri pertemuan tersebut, para peserta seminar menyempatkan masing-masing rombongan untuk berfoto bersama. as, arth-biro informasi.