Minggu (2/4), Kepala Departemen Koinonia Pdt. Dr. Martongo Sitinjak memimpin Ibadah Minggu di HKBP Sitabotabo Ressort Siborongborong bersama dengan Pdt. Timbul Hutahaean. Dalam kotbahnya yang diambil dari Rom 8:6-11, beliau memaparkan bahwa Manusia, milik Kristus hidup di dalam Roh. Setiap orang yang hidup di dalam Roh menghidupi apa yang dihidupi Kristus. Roh Tuhan ada dalam diriku memimpin hidupku dalam damai sejahtera. Roh yang berdiam dalam diri orang percaya memimpin kita untuk hidup sebagaimana hidup Kristus. Pada kebaktian Minggu, Remaja-Pemuda HKBP Sitabotabo penuh sukacita melantunkan lagu pujian “Dung sonang rohangku”.

Usai kebaktian Minggu di HKBP Sitabotabo, melanjutkan pelayanan ke HKBP Parapat, singgah sejenak di Lumban Bulbul. Di sini bertemu dengan Pdt Darwin Sihombing dan St Leo Hutagalung dan para pemuda HKBP. Dalam perjumpaan ini, ada dua hal yang menjadi percakapan dengan Para Pemuda HKBP dan St Leo Hutagalung: 1. Membangun ekonomi kreatif. 2. Merancang International Youth festival. Hal ini dirancang sebagai bagian dari dukungan atas Danau Toba sebagai destinasi Pariwisata, yang telah dirancang oleh Bapak Presiden Jokowi. Roh Tuhan memimpin untuk hidup dan damai sejahtera di Danau Toba dan sekitarnya.

Pukul 19.30, Kepala Departemen Koinonia kemudian memberitakan Firman Tuhan di HKBP Ressort Parapat Distrik V Sumatera Timur. HKBP Ressort Parapat melakukan ibadah minggu sebanyak 4 kali yaitu:
1. Ibadah Sekolah Minggu pukul 07.30 Wib
2. Ibadah Minggu Pagi Pukul 08.30
3. Ibadah Minggu Siang Pukul 10.45
4. Ibadah Minggu Malam Pukul 19.30.
Gereja ini memiliki 1.200 KK, 45 orang Penatua dan 3 dalam masa lerning. Dalam ibadah minggu hari ini kebanyakan di dominasi oleh kalangan pemuda dan remaja.

Dalam Khotbahnya yang di kutip dari Roma 8:6-11 Pdt. Dr. Martongo Sitinjak mengatakan demikian: “Dalam perikop yang baru saja kita baca hari ini, maka kita di perhadapkan kepada dua jalan yaitu:
1. Jalan keinginan Danging menuju maut
2. Jalan keinginan Roh menuju hidup dan Damai Sejahtera.
Kedua jalan ini selalu bertarung, dan selalu tarik menarik. Jalan menuju maut terus menarik kita kepada maut dan keinginan hidup didalam Roh terus menerus membantu kita pada Damai Sejahtera. Dan pada akhirnya kitalah yang memilih jalan yang mana. Menuju maut atau jalan menuju Damai Sejahtera.

Selanjutnya Kadep Koinonia juga mengatakan bahwa keinginan danging selalu memikirkan bagaimana sesorang itu berfikir dan mencari cara untuk mengalahkan orang lain yang artinya dia lebih hebat dari pada temannya, mencari kelemahannya, suka merendahkan orang lain, merusak kehidupan orang lain. Itulah hidup didalam daging. Kemudian hidup di dalam Roh, tidak mengejar kekayaan, memperlihatkan bagaimana ia mengelolaj keuangannya dengan baik, memperlihatkan kehidupan yang membawa Dami sejahtera (tanpa memandang status sosial), memperlihatkan kehidupannya untuk menolong orang lain dalam kesusahan, dan tidak bersandar pada kekayaan. Inilah hidup menurut Roh. Dengan demikian kiranya Roh Tuhan ada di dalam kita sehingga kita boleh berjalan menurut kehendaknya bukan kehendak kita. Horas HKBP, Horas Indonesia. (tn)