Pada Minggu (9/4) Sekretaris Jenderal Pdt David F Sibuea MTh DMin memimpin ibadah dan memberikan bimbingan pastoral di HKBP Hang Tuah, Pekanbaru. Dalam kesempatan ini Sekjen berbaur dengan jemaat dalam kebaktian pagi dan siang dengan topik minggu “Tuhan Allah Menolongku.” Jemaat yang dipimpin oleh Pdt Posma Naibaho ini merasa bersukacita dengan kebersamaan dalam ibadah, hal ini terlihat dengan keseriusan mereka dalam mendengarkan pesan khotbah yang disampaikan oleh Sekjen.

Dalam khotbahnya yang dikutip di Yesaya 50:4-9a, Pendeta Sibuea menyampaikan, lidah yang tahu rasa dan lidah juga yang membuat perasaan orang bersukacita, menangis, meratap dan dapat menimbulkan rasa sakit hati. Lebih lanjut lagi, ia menjelaskan, lidah tidak panjang ukurannya tetapi sangat panjang sekali kata, kalimat, bahasa yang disampaikan. Lidah tidak bertulang, tetapi tidak terbatas kata-kata.

“Lidah dibatasi oleh gigi yang keras, kuat dan ditutupi oleh dua bibir yang bisa menutupi dan mengalahkan kepanasan hati orang yang berbicara. Lidah yang pendek akan menimbulkan ucapan yang tidak sempurna. Semua ungkapan berasal dari lidah, tergantung kepada kita mau dikemanakan lidah yang diciptakan Tuhan di dalam mulut kita,” ujarnya.

“Lidah bisa saja memuji, menghina dan bahkan menghujat, terserah kepada kita semua, seperti pepatah mengatakan: Mulutmu adalah harimaumu. Namun, di dalam khotbah saat ini pesan yang mau disampaikan bahwa kita semua adalah murid Tuhan yang sudah diperlengkapi dan haruslah menggunakan lidah dengan baik sebagaimana yang telah kita Imani. Dibalik semuanya yang terjadi di dunia ini ada Penolong, yang memiliki Kekuatan yang tidak terukur dan tidak terpikirkan setiap perbuatannya,” tukasnya.

“Orang yang dipilih, diperlengkapi, dijagai tentulah ditolong dan dilindungi. Allah tidak akan membiarkan orang yang dipilih. Tetapi, Tuhan ALLAH menolong kita; sebab itu kita tidak mendapat noda. Oleh karena itu marilah kita menghadapi kenyataan hidup dengan iman yang kita miliki. Menjadi orang Kristen haruslah menjadi orang yang siap mendengar dan siap menerima. Dibalik dari semua yang kita hadapi di dunia ini ada pelangi yang indah untuk kita lihat dan terima sebab anak-anak Tuhan tidak akan pernah dipermalukan, jika Tuhan sudah berencana maka semua akan menjadi baik,” tuturnya.

Ia menekankan penyerahan diri kepada Tuhan untuk menghadapi pergumulan. “Serahkanlah seluruh hidup kita kepada Tuhan, seberapa besar persoalan yang dihadapi namun satu hal yang pasti kasih Tuhan lebih besar lagi turun dalam kehidupan kita. Allah sungguh menolong kita dalam setiap pergumulan, sekalipun kita tidak mampu menghadapinya jangan pernah berpikir bahwa Tuhan juga tidak mampu,” tegasnya.

Sekjen menerangkan perjalanan hidup manusia yang memiliki waktu. “Itu sebabnya marilah selalu menciptakan kedamaian dan keteduhan melalui percakapan, ucapan dan juga perjumpaan kepada sesama siapapun dia. Jika Allah masih memberi waktu, marilah kita pakai waktu itu untuk menjadikan pribadi kita menjadi seorang hamba “sisean” yang dikehendaki oleh Allah dengan menerapkan dalam diri bahwa apa yang kita dengar dan kita lihat itulah yang kita ucapkan dalam berinteraksi kepada sesama di dalam menjalani proses kehidupan,” ujarnya.

2017 ini memiliki orientasi Pendidikan dan Pemberdayaan. Sekjen menjelaskan orientasi tahun ini dengan membekali dan mengajarkan anak-anak mengenal firman Tuhan. “Karena itu, sejak dini marilah kita bekali dan ajarkan kepada anak segala hal-hal yang baik, sebagaimana firman Tuhan berkata : Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus,” ajarnya.

Ia menerangkannya dengan kutipan II Timotius 3 : 15-17, yang mengatakan segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Setelah acara ibadah selesai, dalam kesempatan ini Sekjen juga menyampaikan bimbingan pastoral tentang administrasi gereja sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh jemaat yang telah berbaik hati dan memberi dengan tulus persembahannya untuk kemuliaan Tuhan.

Penulis            : Pdt. Jona Togatorop, S.Th, Sekhus Sekjend HKBP

Editor             : dm