Perayaan Paskah diperingati oleh seluruh umat Kristiani di dunia ini. Pada kalender 2017, Paskah jatuh pada Minggu, 16 April ini. HKBP melalui Almanak menetapkan pada Paskah tahun ini bertopik Hidup di dalam Anugerah dengan nas Yohanes 20 : 1-18. Jemaat HKBP Pearaja Distrik II Silindung berbondong datang ke gereja untuk beribadah memperingati Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, yang dilayani oleh Pdt Sondang Simanjuntak STh MPd sebagai liturgis dan Ephorus Pdt Dr Darwin Lumbantobing sebagai pengkhotbah.

“Kita tidak mengadakan perayaan yang bersifat emosional, tapi kita tunjukkan dengan hati yang mengucap syukur dan beribadah,” katanya usai membacakan nas firman Tuhan. Ia menambahkan, karena Kristus telah benar-benar bangkit, orang percaya mengucap syukur dan menunjukkan dengan iman dan kesetiannya.

Dalam khotbahnya juga, Ephorus menekankan adanya peran perempuan dalam penyebaran Injil pada masa itu. “Pada masa kebangkitan-Nya ini merupakan penyeimbang isu jender dalam pemberitaan Injil,” tegasnya. Karenanya ia menjelaskan, pada masa kelahiran Yesus, begitu ditekankan kalau kaum laki-laki yang memprakarsai pemberitaan, namun pada hari kebangkitan-Nya ini adalah perempuan yang memiliki andil besar.

Kesetiaan perempuan terhadap kepercayaan-Nya kepada Kristus patut menjadi teladan. Ephorus me-review cerita kematian Yesus, dengan ada beberapa di antara para murid-Nya yang kecewa sebab tidak sesuai dengan harapan mereka seorang Mesias mati di kayu salib. “Beberapa ada juga yang memikirkan untuk kembali ke pekerjaannya yang dahulu sebagai penjala ikan,” tuturnya.

Akan tetapi, hal tersebut berbeda dengan perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus selama mengajar. “Mereka tetap setia menantikan hari di mana mereka akan meletakkan rempah-rempah di kuburan-Nya,” ucapnya. Perempuanlah yang pertama kali mendapatkan berita kebangkitan Yesus dari malaikat. “Kesetiaan perempuan memberikan kehidupan yang kekal,” tambahnya.

Antara para murid dan perempuan-perempuan itu terjadi saling membantu untuk memberikan informasi mengenai kebangkitan Yesus. “Ini juga dapat menjadi teladan, bahwa kita sudah seharusnya saling menolong untuk menjadi lebih baik. Itulah Kekristenan,” tukasnya.

Ompui Ephorus juga mengingatkan kembali mengapa orang Kristen beribadah pada hari Minggu. “Karena kebangkitan Yesus inilah kita juga memeringati dengan beribadah setiap hari Minggu. Di bahasa lainnya, hari Minggu juga disebut sebagai Dominggus, harinya Tuhan karena kebesaran dan kekuasaan Tuhan mengalahkan maut,” jelasnya.

Melalui kebangkitan Kristus ini juga, Ephorus menerangkan, kematian bukanlah akhir dari kehidupan. “Kematian adalah proses menuju kehidupan yang kekal sebab telah dikalahkan oleh Tuhan Yesus, kematian itu,” ujarnya. Ia juga menambahkan, kebangkitan Yesus juga merupakan kebangkitan kita memeroleh kehidupan kekal. “Ada pengharapan, semangat dan hidup yang baru. Kita tidak berhenti pada kematian,” pungkasnya.

Usai pemberitaan firman, Pdt Sondang membaptisakan seorang anak kecil yang dibawa oleh kedua orang tuanya ke depan altar. Turut hadir dalam ibadah Paskah ini Ompuboru M Br Siahaan. // dm. Biro Informasi