(Perayaan Paskah 2017 Gereja-Gereja anggota UEM)

            Cuaca yang cerah dan udara yang sejuk bertempat di Pantai bebas Parapat, Danau Toba Kabupaten Simalungun tepatnya pada hari Senin/Paskah II tanggal 17 April 2017 Gereja-gereja UEM melakukan perayaan Paskah dan Walk a Mile. Kegiatan ini mengambil Thema : “Bumi untuk Anak dan berbagi kabar baik dalam aksi bagi anak yang Berkekurangan” dan Sub Thema: Melalui perayaan Paskah bersama dan walk a mile, gereja-gereja anggota UEM terpanggil mewariskan bumi untuk masa depan anak serta mendukung Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata. Kegiatan ini di fokuskan utuk memberikan perhatian kepada warga gereja dan warga masyarakat yang mengalami kemiskinan dan menderita kelaparan di beberapa daerah. Dalam kegiatan ini juga dilakukan penggalangan dana dari setiap denominasi gereja yang berada dibawah naungan UEM. Dalam acara kegiatan ini dihadiri oleh para pimpinan masing-masing gereja beserta jemaat utusannya, juga dihadiri Moderator UEM Pdt. Willem T.P. Simarmata, MA dan Rev. Sonia-Parera Hummel yang menjabat sebagai Executive Secretary Asian Region dan Bapak Bupati Kabupaten Simalungun DR. J.R. Saragih beserta jajarannya. Sebelumnya dari halaman gereja HKI Ajibata sampai ke Pantai bebas Parapat telah dilakukan gerak jalan santai yang diikuti oleh setiap utusan gereja yang diperkirakan berjumlah 800 orang untuk menunjukkan semangat dalam bergandengan tangan untuk hidup saling membantu sekaligus gerakan bersih lingkungan dengan mengutip sampah yang ada di jalan.

Pada kesempatan ini yang menjadi penyampai firman Tuhan adalah Moderator UEM yang diambil dari kitab Markus 16:15 “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”. Apakah yang dimaksudkan dengan “Kerajaan Surga” atau “Kerajaan Allah” ini, sehingga Yesus mengutus para murid/rasul-Nya untuk mewartakannya? Kerajaan Surga yang dimaksudkan oleh Yesus bukanlah sebuah kerajaan yang mengikuti norma-norma sebagaimana ditentukan oleh kekuasaan militer atau politik, melainkan ditentukan oleh kasih dan belas-kasih serta bela-rasa terhadap para pendosa yang terluka, mereka yang menderita sakit-penyakit dan hidup tanpa kerabat dan teman, bagi mereka yang tertimpa rasa takut dan tak berdaya karena terbelenggu oleh kuasa si Iblis. Sebagai pertanda kedatangan Kerajaan Allah, para murid diperintahkan oleh Yesus untuk “menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, menyembuhkan orang kusta, mengusir roh-roh jahat” (Mat 10:8). Bagaimana mungkin mereka akan mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan hebat seperti itu? Bukankah Yesus adalah satu-satunya Pribadi yang memiliki otoritas untuk melakukan segala hal itu? Jawabannya terletak pada satu pernyataan Yesus yang dibuat-Nya kemudian dalam Injil: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga” (Mat 18:3). Kerajaan Surga dimaksudkan bagi orang-orang sederhana, yang mempunyai rasa percaya seperti anak-anak (child-like trust) terhadap Bapa surgawi. Yesus memanggil para murid-Nya untuk melakukan hal-hal yang tak mungkin dengan pertolongan Allah. Hanya seorang pribadi sederhana saja yang dapat melakukan hal itu, seorang pribadi yang mengetahui dan menyadari bahwa dirinya tidak berarti sama sekali, namun tetap percaya akan kemungkinan-kemungkinan tanpa batas dari Allah yang kekal dan Mahakuasa. Jadi, Yesus membawa sebuah Kerajaan yang dapat diakses oleh orang-orang yang memiliki iman dan rasa percaya yang sederhana. Kerajaan Allah tidak kurang riilnya pada hari ini ketimbang pada waktu Yesus untuk pertama kalinya mengutus para murid-Nya. Yesus terus hadir di tengah-tengah kita, Dia rindu untuk memajukan tujuan-tujuan-Nya dalam diri kita dan melalui kita. Apabila kita datang kepada-Nya dengan rasa percaya, seperti anak-anak kecil, Ia akan menggunakan kita untuk membawa pengampunan bagi para pendosa, pengharapan bagi yang letih-lesu dan berbeban berat, dan kesehatan bagi mereka yang menderita sakit-penyakit. Melalui paskah dan walk a mile kita gereja-gereja UEM diajak agar bersama-sama melawan Korupsi, pelanggaran HAM, perusak lingkungan. Seruan yang mengatakan “Pergilah dan beritakanlah” ditujukan bukan hanya kepada manusia tetapi kepada seluruh mahluk, alam, bumi dan segala yang diciptakan. Kita diutus ke seluruh dunia (bumi dan segala isinya). Gereja harusalah melawan segala yang merusak alam dan ciptaan Tuhan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Marthin Jr King: jikalau kita melihat kejahatan dan kita pun diam, kita berdosa. Oleh karena itu marilah kita berlomba untuk memberikan yang terbaik dan saling membantu. UEM dipanggil untuk merawat dan menjaga gunung-gunung, dataran tanah dan binatang termasuk juga Danau Toba yang indah ini, marilah kita bersama melestarikannya. Kita terpanggil untuk memperdamaikan alam dengan Allah. Sebab injil tidaklah hanya jiwa, teologi dan berbicara tentang akhir zaman tetapi juga merawat alam. Hari ini kita dipanggil untuk berbagi  dan memberi, berilah apa yang mampu kita beri dengan tulus. Jangan pernah takut untuk memberi dan menolong, sebab firman Tuhan berkata orang yang memberi tidak akan kelaparan.

Pimpinan HKBP yaitu Amang Sekjend Pdt. David F. Sibuea, M.Th, D.Min dan Inang Kadep Diakonia Pdt. Debora P. Sinaga, M.Th menyampaikan bantuan kepada UEM untuk membantu anak-anak terlantar dan fakir miskin yang dihantarkan kedepan bersama-sama dengan utusan gereja HKBP dan anak-anak panti asuhan Elim. Acara ini juga dimeriahkan oleh paduan suara dari PA. Elim HKBP dan Yapentra GKPI. Pemkab Simalungun dalam sambutan yang disampaikan oleh Bupati J.R. Saragih sangat mendukung penuh kegiatan ini dan memberikan bantuan dana sebesar 40 juta dan menyediakan makan siang bersama. Seluruh warga jemaat yang hadir merasakan sukacita yang sangat luarbiasa dalam perayaan pasakah dan walk a mile ini. Setelah acara selesai dan ditutup dengan doa, Sekjend HKBP langsung menuju PLKT yang ada di Parparean, Porsea untuk meninjau dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah PLKT yang nantinya akan dipakai guna memajukan pelayanan HKBP menjadi berkat bagi dunia. Kiranya Tuhan memberkati setiap pelayanan gerejaNya agar tetap berjalan sesuai dengan kehendak Allah. Horas..Horas..Horas

Pdt. Jona Togatorop, S.Th

Sekhus Sekjend HKBP