Minggu Jubilate (22/4), Ompui Ephorus Pdt Dr Darwin Lumbantobing memimpin ibadah Pesta Ulang Tahun ke- 25 HKBP Parsaulian dan sekaligus Peresmian Gedung Konsistori dan Sekolah Minggu. Acara dimulai dengan prosesi dari rumah kediaman SP. Lumbangaol/br. Manullang menuju gereja. Rombongan prosesi Ompui disambut dengan tortor dari anak sekolah minggu yang dilanjutkan dengan pengalungan bunga dan pemberian bunga pangku ke Ompui dan Ompu Boru. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Ompu Boru dan penandatanganan prasasti 25 tahun dan peresmian HKBP Parsaulian Oleh Ompui Ephorus. Dilanjutkan kemudian dengan pelepasan burung merpati dan pelepasan balon oleh Ompui Ephorus. Prosesi kemudian memasuki Gereja dan dilanjutkan dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Ebsan Hutabarat, MTh (Kabiro Jemaat) sebagai Liturgis dan Ompui Ephorus sebagai Pengkotbah.

Dalam kotbahnya yang diambil dari 1 Tessalonika 2:13-20, Ompui meyampaikan bahwa kita patut mengingat pemberian Tuhan dan mengucap syukur atas semua kebaikanNya. Tuhan sudah 25 tahun Tuhan menyertai gerejaNya HKBP Parsaulian, dan inilah yang kita rayakan saat ini. Dengan demikian kita harus bangga dan bersukacita karena kita masih diberikan Tuhan kesempatan untuk merayakan dan menyaksikan pesta hari ini. Pesta ini juga membuktikan iman dan kesetiaan kita kepada Tuhan, seperti jemaat Tesalonika yang percaya dan setia kepada Kristus di dalam iman melalui buah pemberitaan Rasul Paulus yang pernah diam bersama jemaat itu selama kurang lebih dua tahun. Ada dua hal yang diminta dari orang percaya kepada Yesus Kristus: 1. Menjadi Imitatio Christi: meniru Kristus. Perbuatan dan pekerjaan Kristus tercermin dalam kehidupan orang percaya. 2. Prolongatus Christi Рperpanjangan Kristus. Menjadi duta Kristus membawa damai bagi semua orang (2 Kor 5:20). Kedua sifat inilah yang hendaknya ditanam dan tumbuh dikehidupan orang Kristen. Supaya jangan ada lagi pemecah dan penghasutan supaya jauh dari Kristus. Tetapi hendaklah kita teguh dalam iman dan dalam ucapan syukur.

Dalam sejarahnya, HKBP Parsaulian berdiri dimulai dari satu wyk di HKBP Immaunel Sei Semayang Ressort Medan III Sei Putih. Wyk ini dinamakan Setia Ujung yang berlokasi di Gang Setia Ujung. Wyk ini pada saat itu dipimpin oleh St. SH. Napitupulu dan CSt. K. Siregar. Namun karena kondisi gereja pada saat itu jauh dari pemukiman jemaat dan transportasi yang tdak ada menimbulkan jemaat malas untuk gereja. Melihat hal ini, Pendeta Resort Medan III Sei Putih Pdt VN Hutapea menghimbau agar diadakan kebaktian di Wyk Setia Ujung untuk menumbuhkan dan menuntun imat jemaat. Dengan adaya kebaktian ini, jemaat sangat bersukacita dan menyambut rencana tersebut. Pada Minggu, 13 September 1992 diadakanlah kebaktian pertama di wyk Setia Ujung dikediaman St. K. Sianturi/br. Siregar (Op. Tohom), seorang sintua pensiun dari HKBP Marjanji Tanah Jawa. Pada kebaktian ini hadir 17 keluarga dan pada minggu berikutnya bertambah menjadi 32 keluarga. Kebaktian inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya HKBP Parsaulian dikemudian hari.

Di bulan November 1992, atas prakarsa Pdt. VN Hutapea, dibelilah tanah berukuran 22×40 m dilokasi wyk Setia Ujung untuk dibangun gereja. Dilihat dari keadaan jemaat yang pada umumnya parpasar pagi dan penarik becca, tidak mungkin untuk membeli tanah gereja. Tuhan memang sungguh pemurah dan sungguh besar anugrahNya buat jemaatNya. Pada tanggal 7 Maret 1993 dibentuklah Panitia Pembangunan. Pada 9 Maret 1993, dimulailah pembangunan gereja (darurat) secara gotongroyong sampai selesai tanggal 3 April 1993 dengan ukuran 8×15. Pada 4 April 1993 diadakan kebaktian pertama dan hari inilah yang menjadi hari jadi HKBP Parsaulian.

Berdasarkan Data Base Jemaat, HKBP Parsaulian memiliki 1.329 jemat (318 KK) di 8 (delapan) wyk, 19 Sintua dan 6 (enam) Calon Sintua yang dipimpin oleh pendeta HKBP Ressort  Immanuel Sei Simayang Pdt. Hendri J Siregar, STh, MM dan St. C. Sihombing sebgai pimpinan jemaat. Mari kita doakan untuk pembangunan palaspalas gereja ini agar dapat selesai sesuai dengan program gereja. Horas HKBP Parsaulian.