Minggu (30/9), HKBP Pamansuran Ressort Pamansuran Distrik XVI Humbang Habinsaran menerima kunjungan Rev. Abednego Keshomshahara, Tamu Mitra HKBP dari Tanzania. Beliau adalah Bishop North Western Diocese of Evangelical Lutheran Chruch di Tanzania. Dalam ibadah Minggu, Rev. Abednego Keshomshahara melayani Firman Tuhan yang diterjemahkan oleh Pdt. Sondang Napitupulu, M.Th (sekretaris Mitra HKBP) dan Liturgis Pendeta HKBP Ressort Pamansuran, Pdt. Drs. Richard Hutasoit, M.Div yang juga sebagai sekertaris mitra BPM Humbang Habinsaran.

Melalui khotbahnya yang diambil dari Kejadian 39:1-10, Bishop Abednego mengatakan bahwa di dalam dunia ini, kebaikan dan kejahatan itu terus menerus mempengaruhi manusia. Yusuf dibenci atas kesetiaannya kepada Tuhan. Semua kita boleh saja merasakan hal ini dalam hidup, kita lakukan yang baik tetapi kita mendapat yang buruk dari orang lain. Tetapi, lihatlah Yusuf, dia bertahan utk setia kepada perintah tuannya. Siapa yang tidak mau hidup senang di dunia ini? Itu yang diajarkan gerakan beberapa gereja, di Afrika secara khusus, ini diajarkan oleh gerakan Kharismatik dan Pentakosta. Manusia harus hidup bahagia dan sukses. Mereka lupa mengajarkan bahwa hidup ini juga harus menderita. Mau menderita, tidak bisa menutup mata utk kepahitan yang ada. Kita harus memikul salib. Yesus juga berdoa di Taman Getsemane: “Tuhan, seandainya boleh, jauhkanlah cawan:penderitaan ini daripadaku, tetapi janganlah kehendak Ku yang terjadi, biarlah kehendakMu.” Kiranya lewat Roh Nya, kita bisa terus merasakan bahwa Tuhan bersama kita, saat kita dicintai atau dibenci, saat sakit atau sehat, saat susah atau sukses, saat mati atau hidup, ungkap Rev. Abednego Keshomshahara.

Kemitraan ini adalah triangle (segitiga) antara HKBP Distrik XVI Humbang Habinsaran – Distrik Aachen Jerman dan Tanzania. Direncanakan, Senin (01/10), Rev. Abednego Keshomshahara direncanakan akan berkunjung ke Kantor Pusat HKBP. Tuhan senantiasa mempererat kemitraan ini sehingga menjadi kemuliaan bagi namaNya. (gs).