Selasa (11/9), Yayasan Universitas HKBP Nommensen melangsungkan Bedah Buku: “Tumbuh Lokal Berbuah Universal” yang ditulis oleh Pdt Dr Darwin Lumbantobing (Ephorus HKBP). Kegiatan ini berlangsung di Lotus Ballroom Grand Mercure Medan. Acara diaawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Praeses HKBP Distrik X Medan Aceh Pdt Sunggul P Sirait, STh MM. Acara ini dimoderatori oleh Pdt Maulinus Siregar STh dengan narasumber pembedah buku Ephorus Emeritus Pdt Dr JR Hurauruk dan Manguji Nababan SS, Kepala Pusat Dokumentasi Kebudayaan Batak (PDKB) UHN Medan.

 

Dalam kata sambutannya, Ketua Yayasan UHN Dr Ir Nurdin Tampubolon menyampaikan terimakasih atas tugas yang diberikan Ephorus untuk bedah buku ini. “Ini adalah buku yang sangat berharga untuk kita pedomani dalam mereaktualisasi dan merevitalisasi pelayanan ke masa depan. Kiranya ini berkelanjutan karena jaman akan berubah sesuai perkembanga IPTEK”. Lanjutnya, “Kami sangat mengapresiasi buku ini karena dalam masa industri generasi ke 4 yang sedang berjalan perlu ada evaluasi yang untuk mengaktualisasi dan revirtalisasi. Kita tumbuh dari tanah Batak tapi menghasilkan buah keseluruh dunia. HKBP menjadi berkat bagi dunia. Kalau kita tidak memanfaatkan IT maka kita akan ketinggalan”. Demikian akhir sambutan Ketua Yayasan.

Dr Sanggam SH Bakkara mengatakan, “Saya terkesima dalam perjalanan HKBP, ada 4 faktor keberhasilan dalam perjalanan HKBP: 1. HKBP bisa mengisi jiwa dengan rohani memlalui pembinaan iman dalam ibadah dan pembinaan. 2. HKBP berhasil mengisi pengetahuan melalui sekolah-sekolah. 3. HKBP berhasil mengisi jiwa dengan ideologi taat pada aturan dan peraturan. 4. HKBP berhasil mengisi perut dengan makanan melalui lapangan pekerjaan. Terimakasih buat Ompui buat kontribusinya yang tanpa henti. Mari kita dukung untuk membangkitkan semangat jemaat.” Ujarnya.

Sementara Rektor UHN Dr Ir Sabam Malau mengatakan, buku ini sangat berbobot karena menyingkapkan fakta-fakta sejarah yang belum pernah diungkapkan oleh buku-buku pendahulunya. Rektor juga mengatakan buku ini sangat relevan untuk digunakan untuk menginspirasi siapapun juga yang ingin melakukan perbaikan dan pembangunan.

Pdt Dr Martongo Sitinjak mengungkapkan bahwa empat pimpinan yang lain menyambut buku ini dengan sukacita. Karena kita menyambut gereja kita berjalan dengan konsep yang benar di era digital. Buku Ompui mau merevitalisasi inti pokok Kerajaan Allah dalam diri manusia. Tugas gereja di era modern adalah membawa manusia kepada perobahan kepada manusia yang seutuhnya.

Ephorus dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Yayasan Nommensen yang berupya membedah buku ini. “Bedah buku ini terlaksana karena bantuan dan aspirasi dan dukungan dari Ketua Yayasan dan Sekretaris dan Bendahara dan anggota Yayasan yang bergabung dengan UHN Medan dan Pematangsiantar. Saya menyampaikan proses penulisan buku ini dari pengumpulan bahan dan data sudah ada beberapa tahun , sedikit demi sedikit karena ingin mengetahui bagaimana dan sampai dimana Nommensen berpengaruh dimasanya, sampai wafatnya dan bagaimana HKBP kedepan. Saya sendiri memahami buku ini sepertinya tercengang karena banyak temuan yang saya temui yang tidk bisa disinkat sehingga saya tulis dengan panjang lebar. Banayak sekali yang kita hadapi, baik kultural dan identitas kita sebagai orang Kristen Batak dan akarnya di kebatakan kita dan kekristenan kita. Saya sudah perdiksi buku ini akan terbit dalam rangka memperingati 100 tahun HKBP Pasca Nommensen. Itulah yang mau ditantang dari buku ini dan kita harus melihat kebelakang, apa dan bagaimana orang batak sebelumnya. Di Bab awal sarat dengan budaya orang Batak yang tetap kita pergumulkan sampai sekarang. Misalnya masalah menghadapi Pomparan yang memberikan tanahnya ke gereja dan dibelakang hari menggugat tanah yang diberi Nenek moyangnya. Metode penelitian melalui kepustakaan dan kebanyakan buku itu adalah buku tulisan Ephorus Emeritus Pdt Dr JR Hutauruk. Orang batak sangat mencintai borunya. Nommensen dianggap boru dan diberikan tanah di Huta Dame dan Pearaja. Ada juga diangkat Ephorus di Bunga Bondar yaitu Christian Schutz. Masih banyak yangg harus kita selidiki misalnya kenapa Nommensen pergi ke Vatikan ingin bertemu dengan Paus dan lain sebagainya”. Akhir kata Ephorus mengatakan: “Kalau ada jarum yang patah jangan disimpan dalam kantong celana, kalau ada kata yang salah jangan disampaikan kemana-mana”.

Karya Ephorus HKBP Pdt Darwin Lumbantobing Buku “Tumbuh Lokal Berbuah Universal” Dibedah Pdt JR Hutauruk, juga mengatakan, buku ini punya tujuan konkret untuk menata perjalanan HKBP secara berencana, terprogram, terpadu, dan semangat berkoinonia, bermarturia, berdiakonia, bukan marnida dilapik, alias acak-acakan, bukan dilakukan oleh seseorang tetapi semua HKBP, khususnya pelayan penuh waktu mulai dari kantor pusat sampai pedesaan. Kemudian HKBP punya masa lampau yang panjang dan latar belakang sosial, politis, budaya. “Dalam hal ini Ompui menyajikan penelusuran fakta historis gereja yang sangat penting dipahami oleh masyarakat,” ujarnya. Sementara Manguji Nababan mengatakan, membaca “Tumbuh Lokal Berbuah Universal” menurutnya adalah sebuah karya besar dan luar biasa, yang menambah deretan sejarah perjalanan kekristenan di Tanah Batak. Buku setebal 639 halaman ini ditulis dengan bahasa yang ilmiah dan mudah dipahami oleh siapa saja. Buku ini ditulis beliau dengan metode penelitian kepustakaan dengan bacaan-bacaan yang benar representatif (sumber – sumber) literatur Habatahon dan Theologia. Tentu kita pahami bahwa penelitian ini bukanlah pekerjaan yang mudah di tengah kesibukan beliau sebagai Ephorus HKBP. Mewujudkan buku ini dibutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan butuh waktu yang cukup,” ujarnya.

Hadir Kadep Koinonia Pdt Dr Martongo Sitinjak, Kadep Diakonia Pdt Debora P Sinaga, MTh, Kepala Biro Jemaat, Kepala Biro Personalia, Kepala Biro Informasi, Kepala Biro Perencanaan, Kepala Balitbang, Kepala Biro Pembinaan, Wakabiro Jemaat, Wakabiro Informasi, dan staf Kantor Pusat, Sekretaris Yayasan Pdt Dr Pintor M Sitanggang, Ketua Pengawas Yayasan HKBP Dr Ir Manerep Pasaribu, anggota pengawas Dra Pinondang Nababan, MM, Komisi Akademik UHN Prof Dr Bilter Sirait, Bendahara Yayasan Drs Frans Edward Hutabarat, Viktor Silain, SE, MM, Divisi Audit Drs. Golfried Lubis dan AKBP Dr. Maruli Siahaan, SH, MH Praeses HKBP Medan Aceh Pdt. Sunggul Sirait, STh, MM,. (bi).