Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing membuka resmi Sinode Godang HKBP ke-64 di Auditorium HKBP – Seminarium, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, pada Selasa (9/10/2018) di dalam nama Allah Bapa, dan AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus dengan mengetukkan palu tiga kali. Kegiatan akbar ini berlangsung sejak 8 – 12 Oktober 2018.

Dalam laporan Sekretaris Umum Panitia Pdt David Farel Sibuea MTh DMin kepada Ephorus, sesuai dengan Aturan Peraturan HKBP, peserta yang seharusnya hadir ada 1642 sinodestan. Hingga Selasa, peserta yang hadir ada 1325 sinodestan.

“Berdasarkan Aturan dan Peraturan HKBP tahun 2002, kami laporkan bahwa kehadiran peserta telah memenui quorum, yaitu 80 persen,” lapor Pdt David Sibuea dan dibuka resmi Ephorus.

Ibadah Pembukaan dilayani oleh Praeses HKBP Distrik I Tabagsel-Sumbar Pdt Horas Yun Morgan Purba MTh dan Praeses HKBP Distrik XI Toba Hasundutan Pdt Donda Simanjuntak STh sebagai liturgis, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Pdt Henriette Hutabarat-Lebang dan Praeses HKBP Distrik XXX Riau Pesisir Pdt Jefrin Sipahutar STh sebagai pendoa syafaat.

Pendeta Henriette mendasarkan khotbahnya pada firman Tuhan di dalam kitab Yeremia 1: 10c + 1 Korintus 14: 40, yang juga menjadi acuan tema Membangun dan Menanam dengan Sopan dan Teratur dan subtema Merevitalisasi Pendidikan, Kesehatan, Kepedulian Sosial dan Pemberitaan Firman.

Pada awal khotbahnya ia menekankan pentingnya pembekalan kepada sinodestan melalui firman Tuhan dalam ibadah pembukaan. “Ibadah dilakukan diawal persidangan bukan sebagai formalitas, tapi sebagai sebuah refleksi dan momen perjumpaan dengan Tuhan. Allah hadir dalam persidangan kita,” katanya.

Ia mengatakan di dalam persidangan perlu pikiran yang jernih dan penuh kasih. Itu semua bisa terjadi karena diterangi firman Tuhan untuk menggumuli arah pelayanan HKBP. “Roh Allah hadir di persidangan menyertai tiap sidang untuk menerangi pikiran setiap peserta. Ada mekanisme di dalam persidangan dengan diterangi nilai-nilai Injil dan dalam suasana kekeluargaan,” tuturnya.

Pdt Henriette juga berbicara soal kepelbagaian di dalam pelayanan gereja. Beragam jenis gereja hadir untuk melayani. “Kita di gereja juga memiliki ragam perbedaan yang seharusnya menjadi kekayaan kita. Kepelbagaian di dalam pelayanan gereja harus kita syukuri,” ujarnya.

Ia memberikan refleksi atas pertanyaan relevansi bentuk pelayanan gereja melalui pendidikan, kesehatan, kepedulian sosial dan pemberitaan Firman terhadap kebutuhan jemaat dan masyarakat.

“Masihkah pelayanan gereja melalui pendidikan, kesehatan, kepedulian sosial dan pemberitaan Firman relevan menyentuh banyak orang? Bagaimana kita mengembangkan bentuk-bentuk pelayanan gereja dalam bentuk pendidikan, kesehatan, kepedulian sosial dan pemberitaan Firman supaya relevan di era digital ini sehingga menyentuh kebutuhan banyak orang?” ucapnya.

Ia mengatakan juga kalau berefleksi itu berarti perlu berhenti sejenak merenungkan makna teologis pelayanan gereja yang tertuang dalam sub tema merevitalisasi pendidikan, kesehatan, kepedulian sosial dan pemberitaan Firman. “Revitalisasi hanya mungkin dilakukan dalam ketaatan kepada Kristus dengan kasih. Allah hadir dalam situasi nyata umatNya. Allah mengasihi kita dengan kasih yang kekal dan siap dibangun kembali,” terangnya.

Prinsip revitalisasi ini didasarkannya atas kehadiran Nabi Yeremia untuk merevitalisasi kehidupan bangsanya, memperbaikinya. Ia mengatakan, merevitalisasi membutuhkan mata terbuka dan dengan komitmen bersama. Ia menambahkan, upaya menanam dan membangun hanya bisa dilakukan dengan berpegang kepada janji Allah sendiri.

Ketum PGI juga mengajak seluruh sinodestan untuk bersama mendoakan korban bencana alam gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, serta pemulihan bagi warga di Lombok dan sekitarnya pasca gempa. Mengakhiri khotbahnya, ia mengucapkan selamat bersinode kepada seluruh sinodestan atas nama PGI.

Usai khotbah yang disampaikan Pdt Henriette, Ephorus HKBP Pdt Darwin Lumbantobing memimpin acara mengenang 22 nama Utusan Sinode Godang HKBP yang Meninggal Dunia dalam kurun September 2016 – September 2018, yang dibacakan langsung oleh Kepala Biro Personalia Pdt Josmar Sinaga STh.

Dalam ibadah ini juga dilakukan Perjamuan Kudus yang dilayani oleh Praeses HKBP Distrik XIV Tebing Tinggi Pdt Pantun Silitonga STh dan beberapa pendeta lainnya.

Ibadah diawali dengan prosesi dari Menza Baru dengan urutan pembawa Bendera Merah Putih, Bendera HKBP, Vandel tiap distrik, pembawa Alkitab, Salib dan Lilin, pengkhotbah, liturgis, pimpinan HKBP, undangan, dan praeses.

Sinode Godang ini di bawah koordinasi Ketua Umum Panitia Pdt Dr Martongo Sitinjak (Kepala Departemen Koinonia HKBP) dan Sekretaris Umum Panitia Pdt David Farel Sibuea MTh DMin (Sekretaris Jenderal HKBP).

Turut hadir Sekretaris Umum PGI Pdt Gomar Gultom MTh, Sekjen GKPI Pdt Ro Sininta Hutabarat MTh, Sekjen GKPA Pdt Ramos BB Simanjuntak STh, Bupati Toba Samosir Ir Darwin Siagian, Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga, Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk, mewakili Gubernur Sumatra Utara Elisa Marbun, mewakili Bupati Taput, mewakili Bupati Serdang BedagaiKapolres Taput AKBP Horas Silaen, Dandim Taput Letkol Inf R Siagian, Rektor Universitas Nommensen Sabam Malau, Ir Nurdin Tampubolon, tamu undangan HW Hutahaean. Biro Informasi / DM