Hari ini, Rabu (8/8), Ephorus Pdt Dr Darwin Lumbantobing menyambut hangat kedatangan Mitra Kols Sud, Jerman, yang datang ke rumah dinas ephorus. Sambutan hangat ini berlanjut ke pembicaraan hangat seputar perkembangan kerja sama Mitra Koln Sud dengan Rumah Sakit HKBP di Balige dan Distrik II Silindung. Didampingi oleh Praeses HKBP Distrik II Silindung Pdt Dr Deonal Sinaga, Reinhard Radloff menjelaskan program-program lanjutan kemitraan mereka. Dalam kunjungan rombongan ke kantor pusat disambut hangat oleh Sekretaris Jenderal Pdt David F Sibuea MTh DMin serta mengabadikan momen bersama di depan Tugu Peringatan 100 Tahun HKBP.

Radloff melanjutkan keterangannya kepada ephorus dengan menekankan kehadiran kemitraan mereka untuk saling berbagi dan mendukung di dalam kerja sama ini. Sudah banyak berjalan, yang sudah mereka tinjau bersama dengan praeses beberapa hari yang lalu.

Praeses Deonal menambahkan, di antara mereka dapat meningkatkan kerja sama kemitraan dengan tetap menjalin komunikasi aktif seperti ini.

Ephorus berterima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini antara Mitra Koln Sud dengan HKBP melalui RS HKBP Balige dan Distrik Silindung. Perhatian antarmitra begitu berharga untuk jalinan komunikasi kemitraan.

Reinhard Radloff, Rev Frank Dresler, dan Jiutta Gawrisch telah berada di Balige sejak 1 – 5 Agustus yang lalu dan sekaligus menghadiri perayaan 100 tahun yubileum HKBP Balige. Untuk 6 – 8 Agustus mereka berada di Silindung dan sekitarnya untuk meninjau program-program kemitraan, seperti program air bersih di beberapa gereja dan beasiswa yang telah diberikan kepada satu orang per ressort yang sudah berjalan 10 tahun.

Ini merupakan kunjungan rutin mereka antarmitra yang sifatnya berbalasan kunjungan. Pada Kamis (2/8) yang lalu diadakan rapat Badan Pengurus Mitra bagi ketiga mitra ini membicarakan program-program. Menurut keterangan Sekretaris Mitra HKBP Pdt Sondang Napitupulu MTh, ada masukan mereka terhadap program air bersih yang telah berjalan. Setelah ditinjau ke beberapa lokasi, fungsi pengadaan air bersih yang berbentuk sumur bor ini ternyata hanya bisa dirasakan oleh warga yang berada di lingkungan gereja, termasuk pelayan di gereja itu sendiri. “Itu hanya bisa dinikmati sekitar 4 – 5 kepala keluarga,” katanya.

Mereka mengusulkan supaya dari sumur bor itu dialirkan sehingga dapat digunakan oleh banyak warga. Sumur bor itu memiliki kedalaman 45 – 70 meter.

Turut hadir dalam kunjungan ini Ketua BPM Distrik Silindung Sintua Martogi Sitorus, Sekretaris Distrik II Silindung Pdt Erhan GR Nababan dan O Br Sitorus (istri Pdt Deonal Sinaga). Biro Informasi/ Daniel Manalu