Audiensi Panitia Pembangunan Sopo Nommensen kepada Ephorus

Ephorus Pdt Dr Darwin Lumbantobing menerima audiensi Panitia HKBP 100 Tahun Pasca IL Nommensen untuk membicarakan proses pembangunan Sopo Nommensen HKBP yang sedang berlangsung, berlokasi di dalam Komplek Kantor Pusat HKBP Pearaja, Tarutung, pada Jumat (3/8) di Jakarta.

Panitia yang dibentuk sesuai SK Ephorus HKBP No. 232/L08/III/2017 tertanggal 15 Maret 2017 terdiri dari jemaat yang berlatar belakang profesi dan keahlian yang berkompeten di bidang masing-masing. Sesuai Surat Keputusan tersebut, salah satu tugas panitia memakai momentum perayaan HKBP 100 Tahun Pasca IL Nommesen ini membangun Sopo Nommensen HKBP.

Sopo Nommensen HKBP yang sedang dibangun ini menarik perhatian berbagai kalangan. Bangunan direncanakan dengan luas 1.250 Meter dengan lima lantai yang memuat kamar penginapan, ruang pertemuan, taman, dan lainnya ini diharapkan cukup representatif untuk penyambutan tamu gereja tingkat lokal, nasional, dan internasional. Selain itu, akomodasi ini ke depan juga akan bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah dalam berbagai kegiatan, apalagi dengan adanya ini HKBP tentu juga sekaligus mewujudkan partisipasinya dalam program pemerintah yang berupaya menjadikan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata nasional dengan menyediakan sarana akomodasi yang representatif.

Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dengan kekayaan jemaat, asset, selain teologi, terus membenahi fasilitas sarana dan prasarana serta merevitalisasi program pelayanan sebagaimana yang diutarakan oleh Ephorus HKBP dalam kegiatan – kegiatan formal dan informal. Misalnya saja menyangkut akomodasi penginapan, hal ini dijelaskan oleh Ephorus HKBP, HKBP sebagai gereja terbesar di asia tenggara, gereja tertua dengan usia 156 Tahun yang akan memasuki usia 157 Tahun nantinya di bulan Oktober, sering menjadi tuan rumah kegiatan – kegiatan termasuk program gereja – gereja Oikoumene baik konteks lokal maupun internasional, tetapi belum pernah sekali pun kegiatan tersebut diadakan di kompleks Kantor Pusat HKBP dengan kelengkapan fasilitas termasuk penginapan yang layak. Baru baru ini, HKBP menjadi tuan rumah CCA (Christian Conference of Asia) di Jakarta, kegiatan UEM di Parapat, dan kegiatan – kegiatan lainnya mungkin pernah dilaksanakan bahkan juga termasuk kegiatan yang akan datang, mungkin tidak akan diadakan di Pearaja dikarenakan akomodasi memang tidak memadai. Ketika baru mengikuti pertemuan UEM di Afrika Selatan, kita (HKBP) diminta menjadi tuan rumah salah satu kegiatan besar UEM tetapi permintaan mereka supaya diadakan di Pearaja, karena Pearaja sudah sering mereka dengar, sudah sangat familiar tetapi belum dikenal dengan baik dimana dan bagaimana sebenarnya Pearaja itu. Saya jawab, kami akan bicarakan lebih dahulu, berikutnya akan saya kabari.

Ini tantangan sekaligus motivasi saya dan harapan ini akan menjadi motivasi bersama bagaimana HKBP yang disebut “HKBP Na Bolon i” juga benar – benar mempersiapkan kebutuhannya dengan baik tanpa mengurangi semangat pelayanan rohani. Pembangunan secara rohani berjalan, tetapi pembangunan fisik juga tidak ketinggalan. Harapan tentunya HKBP memiliki akomodasi yang berkualitas baik bagi para peserta rapat, konfrensi, seminar, dan workshop yang berskala nasional dan internasional, dan kegiatan rohani lainnya. Bahkan bila seandainya HKBP mampu membangun akomodasi yang baik dan berkualitas, pasti juga akan berdampak baik bagi seluruh jemaat, masyarakat umum, gereja – gereja, dan pemerintah, karena bisa digunakan dan mampu menarik datangnya para wisatawan/pengunjung, apalagi kita mendukung pengembangan pariwisata Danau Toba yang ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia.

Motivasi inilah awal dari harapan besar dibentuknya Panitia HKBP 100 Tahun Pasca I.L.Nommensen. Tahun 2018, menjadi momentum Perayaan 100 Tahun Pasca I.L. Nommensen tepat tanggal 23 Mei 2018. Kita berharap bukan hanya sekedar perayaan, bukan hanya pelayanan yang akan selesai begitu saja, tetapi juga kita memakai momentum tersebut dengan efisien, dengan berbenah juga dalam pelayanan fisik. Tentu bukan hanya pembangunan yang kita harapkan, tetapi panitia ini akan berpikir, menganalisa, memberikan masukan/pertimbangan, dan berperan aktif dalam mengadakan dan mensukseskan program – program HKBP sehubungan HKBP 100 Tahun Pasca I.L.Nommensen. Satu gagasan yang akan kita capai yaitu dengan berdirinya Sopo Nommensen HKBP sebagai jalan kita mengabadikan nama Ompu i I.L.Nommensen, ungkap Ephorus HKBP.

Pembangunan Sopo Nommensen HKBP yang telah diawali dengan peletakan batu pertama pada Agustus 2017 lalu dengan anggaran biaya Rp.27.250.000.000,- ini selain dari para donatur, simpatisan, spontanitas seluruh panitia, sumbangan, tetapi juga sangat diharapkan dari swadaya jemaat HKBP melalui setiap gereja HKBP yang tersebar di seluruh penjuru, ungkap Wakil Ketua Panitia. Keikutsertaan seluruh jemaat dalam pembangunan ini sangat penting untuk menciptakan rasa kepemilikan dan kecintaan akan asset HKBP. Bukan hanya beberapa orang, bukan hanya beberapa jemaat, tetapi seluruh jemaat HKBP, dan bukan hanya membangun, tetapi juga memberdayakan dan memelihara asset HKBP. Saat ini, HKBP juga masih bergumul menyelesaikan bangunan Sopo Marpingkir HKBP, Gedung Retreat Centre Perempuan HKBP, Sopo Tornauli HKBP, yang bangunan sudah diresmikan sementara hutang masih menumpuk, bahkan beberapa diantaranya tidak terawat dan tidak menjadi income HKBP. Alangkah baiknya, bangunan diresmikan sampai semua yang menyangkut dana sudah diselesaikan dengan baik, itu baru bisa dirayakan, pungkas Ephorus HKBP.

Selain berlangsungnya Proses Pembangunan Sopo Nommensen HKBP, saat ini HKBP juga sedang membangun Museum HKBP yang baru digagasi oleh Ompu i Ephorus dan Ompu Boru sejak menjabat Ketua STT HKBP Pematangsiantar selama dua periode. Ketika Ompu i Ephorus, Ompu Boru, Sekretaris Jenderal HKBP Pdt. David Farel Sibuea, M.Th, D.Min bersama Isteri (Ibu), dan Kepala Departemen Diakonia HKBP Pdt. Debora Purada Sinaga, M.Th, yang diundang oleh PCK (Presbyterian Church Kore) menghadiri Sinode gereja tersebut yang juga disambut dengan menjalani tempat – tempat bersejarah, membuat semangat membangun Museum di HKBP tumbuh kembali dalam diri Ompu i Ephorus HKBP apalagi adanya pertemuan Ompu Boru dengan Ny. Jenderal Parapat br. Hariandja ketika Jumat Agung di Pearaja. Harapan ini juga menjawab kebutuhan HKBP dalam usianya memasuki 157 Tahun yang belum pernah ada memiliki Museum guna kepentingan sejarah dan pendidikan bagi lintas generasi. Selain berlangsungnya orientasi pelayanan HKBP, HKBP juga sekaligus memelihara sejarah dan membenahi fasilitas seperti Sopo Nommensen HKBP.

Panitia yang diketuai oleh Prof. Dr. Poltak Maruli John Liberty Hutagaol,Mac.,Mec (Hons).,AK., CA, dengan tutur kata lembut namun semangatnya tergambar jelas didukung dengan Wakil Ketua Drs. Pontas Pane,AK,CA,SH,MM, Wakil Sekretaris Umum Marihot Tambunan,SE,MM,AK.,CA, Bendahara Anita Gizele Lubis, dan seluruh keanggotaan kepanitiaan Perayaan HKBP 100 Tahun Pasca I.L.Nommensen, termasuk Para Praeses HKBP secara khusus yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Sejak awal, Panitia katakan sesuai dengan Surat Keputusan yang diterima, itu diyakini sebagai berkat Tuhan dengan perantaraan Ephorus HKBP yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung – jawab, hanya dan demi kemuliaan Tuhan saja. Panitia yang solid dalam berkoordinasi untuk melaksanakan tahapan – tahapan uraian tugas, tetapi secara rutin meminta dan menerima nasehat dari Ompu i Ephorus HKBP.

Pembangunan Sopo Nommensen HKBP telah dimulai dengan diawali oleh MoU (Memory of Understanding) antara HKBP dengan PT Wijaya Karya dan diharapkan akan selesai Mei 2019. Kini sedang pendirian fondasi bangunan dengan sistem bangunan modern.

Penulis, Pdt. Alter Pernando Siahaan

Nomor HP : 0813 9634 8422

Kondisi Rapat Perdana
Kondisi Rapat Perdana Tahun 2018
Ephorus bersama Panitia HKBP 100 Tahun Pasca IL Nommensen
Foto bersama ketika rapat awal tahun 2018 Pimpinan HKBP dengan Panitia HKBP 100 Tahun Pasca IL Nommensen