Ephorus Pdt Dr Darwin Lumbantobing memenuhi undangan Presiden RI Ir H Joko Widodo untuk mengikuti Detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (17/8/2018). Sangat menarik, Presiden Jokowi, sapaan akrabnya, bersama Ibu Negara, Iriana, Wakil Presiden HM Jusuf Kalla bersama istri, dan pejabat negara lainnya termasuk paspampres ikut serta memakai pakaian daerah. Demikian juga dengan Ephorus mengenakan pakaian jas dengan bahan Tuntuman Tarutung sehingga menampilkan keindahan tenunan (kerajinan tangan) dari Silindung. Ephorus yang didampingi oleh Sekretaris Khususnya Pdt Alter Pernando Siahaan, tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 09.15 wib melalui pintu utama Kantor Kementerian Sekretariat Negara.

Ephorus duduk bersama dengan rombongan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) di sisi sebelah kiri panggung, tepatnya di bangku sisi F bersama dengan para duta besar yang turut hadir. Sejak awal acara yang diisi dengan penampilan tarian-tarian daerah yang dipilih dari ribuan tarian daerah. Acara yang diperkirakan dihadiri ribuan para undangan ini, tampak memadati halaman Istana Merdeka yang telah ditata dengan rapi sembari dijaga ketat oleh Parpampres di setiap sisi tempat.

Bagi HKBP sendiri, tentu momen ini merupakan sejarah bagi HKBP. HKBP diundang resmi oleh Presiden Republik Indonesia mengikuti detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-73 bertempat di Istana Merdeka, Jakarta.

Ephorus HKBP periode 2016-2020, Pdt Dr Darwin Lumbantobing, dalam kegiatan lainnya juga telah menginjakkan kaki di Istana Merdaka dalam agenda resmi tatap muka dengan Presiden RI. Adapun kegiatan tersebut antara lain: dialog terbuka tentang toleransi umat beragama di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) bertempat di Istana Merdeka Jakarta, kegiatan Musyawarah Besar (MUBES) Tokoh-tokoh Agama se-Indonesia dengan Presiden di Istana Negara, Bogor. Kali ini Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 2018, dan mungkin kegiatan lainnya.

Memang selain itu, juga ada percakapan singkat, tegur sapa Ephorus dengan Presiden RI seperti dalam acara Peresmian Bandar Udara Internasional Silangit, Tapanuli Utara, dan resepsi atau syukuran pernikahan anak Jokowi di Medan, serta dalam kegiatan lainnya.

Para tamu hadir berdasarkan undangan yang telah diaturkan oleh Kementerian Sekretariat Negara. Bangku dan pintu masuk pun telah dikondisikan sedemikian rupa, menunjukkan penjagaan yang cukup ketat. Banyaknya para undangan tersebut semakin menambahkan kemacetan di sekeliling Istana Merdeka. Namun, tak menyurutkan semangat masyarakat. Untuk tiba ke tempat acara, para undangan harus bersiap untuk diperiksa sebanyak tiga kali di antaranya; di gerbang utama, antara kantor kementerian sekretariat negara dan istana merdeka, kemudian oleh paspampres yang memandu setiap undanganĀ  menuju tempat duduk masing-masing.

Usai pertunjukkan tarian daerah, tampak Presiden RI Jokowi bersama Ibu Iriana, Yusuf Kalla beserta istri dan beberapa pejabat di teras Istana Merdeka yang merupakan panggung utama acara. Master of Ceremony (MC) memandu acara dengan baik sehingga acara demi acara berlangsung dengan sukacita di antaranya Pengibaran Bendera Merah Putih oleh Paskibra dengan personil pilihan dari 34 provinsi yang dipimpin oleh Komandan Pasukan Pengibaran Bendera Merah Putih Capt TNI Alfred Edward Manihuruk, baris-berbaris paspampres yang sangat rapi dan indah dengan kepiawaiannya masing-masing, paduan suara Gita Bahana Nusantara, 17 Dentuman Meriam, dan yang tak kalah menarik juga aksi fly pass konvoi Pesawat Tempur dari beberapa daerah.

Presiden RI dan Ibu Negara meninggalkan tempat sesuai dengan dengan panduan MC, menjadi akhir dari rangkaian acara yang penuh dengan semangat. Dalam kesempatan ini jugalah, seluruh undangan bebas mengekspresikan sukacitanya dengan berkeliling kompleks Istana Negara sembari dijaga oleh Paspampres, dan tak lupa juga menyempatkan untuk mengabadikan momen bersejarah dengan foto.

Rombongan PGI di antaranya, Ketua PGI Pdt Dr Henrientte T Hutabarat-Lebang, Sekum PGI Pdt Gomar Gultom MTh, dan beberapa staf, bersama Ephorus juga ikut serta mengabadikan momen penting tersebut dengan berfoto bersama di pelataran Istana Merdeka.

Ephorus Pdt Darwin Lumbantobing mengatakan, kalau HKBP dikenal bukan hanya dilihat kepada Kantor Pusat HKBP, tetapi juga di mana pun HKBP berada. Itulah HKBP dan menjadi wajah HKBP di konteks masing-masing. Dalam konteks Kemerdekaan Republik Indonesia ini, tentu HKBP juga ikut ambil bagian dalam merayakan dan membumikan kemerdekaan RI dalam konteks pelayanan masing- masing.

Momentum kemerdekaan ini juga dilakukan dalam banyak jemaat HKBP di berbagai daerah, dengan melangsungkan Upacara 17 Agustus 2018 di komplek gereja masing-masing, yang kemudian dirangkai dengan kegiatan, perlombaan sukacita.

Secara istimewa juga kalau Upacara 17 Agustus 2018: Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia dilaksanakan oleh Kantor Pusat HKBP di Pearaja, Tarutung yang dipimpin oleh Kepala Departemen Koinonia Pdt Dr Martongo Sitinjak sebagai pembina upacara, Kepala Departemen Marturia Pdt Dr Anna V Pangaribuan, Para Kepala Biro dan Wakil Kepala Biro, Staf dan Pegawai Kantor Pusat, demikian seluruh Calon Pelayan HKBP III.

Penulis: Pdt. Alter Pernando Siahaan

No. Hp : 0813 9634 8422

Biro Informasi // DM