Ephorus HKBP mengapresiasi Ikatan Alumni NHKBP Sidorame dan antusias jemaat memberikan yang terbaik bagi Tuhan dan gerejaNya.

Medan 9 September 2018, Ibadah Minggu XV Setelah Trinitatis yang dipadu dengan Pesta Pembangunan HKBP Sidorame Distrik X Medan Aceh dilayani oleh Ompu i Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing. Jemaat dan Parhalado HKBP Sidorame sangat bersukacita menyambut kehadiran Ompu i Ephorus HKBP bersama Ompu Boru dan Staff di kompleks gereja pagi hari, yang dilanjut dengan sarapan pagi bersama di kediaman Pendeta HKBP Ressort Sidorame. Ibadah Minggu dilayani oleh Ompu i Ephorus HKBP sebagai pengkhotbah, Praeses Pdt. Sunggul P. Sirait, S.Th, MM sebagai Liturgist, Pendeta HKBP Ressort Medan Timur para tahbisan lainnya yang turut memakai jubah tahbisannya masing – masing.

HKBP Sidorame merupakan induk dari HKBP Ressort Medan Timur yang terdiri dari empat (4) jemaat diantaranya HKBP Sidorame, HKBP Gang Sado, HKBP GKJ Sei Rotan, dan HKBP Bandar Setia. Ada 6 orang Pelayan Penuh Waktu diantaranya Pdt. Viktor Sihotang, S.Th, MM (Pendeta Ressort), Pdt. Juniati br. Sihombing, S.Th (Fungsional), Pdt. Bengkiam Sitio, S.Th (Fungsional), Pdt. Mince Laura Hutagalung, S.Th (Pimpinan Jemaat HKBP GKJ Sei Rotan), Gr. Klemens Situmeang, dan Biv. Maryati br. Sinaga, dengan melayani jemaat berjumlah 1776 Kepala Keluarga.

Turut hadir juga dalam acara ini, Para Undangan istimewa dari panitia diantaranya Ir. Sahat Simbolon beserta Ibu (Anggota DPRD Kotamadya Medan, yang memohon doa atas harapannya agar kembali terpilih di Pemilihan Tahun 2019 untuk periode kedua), demikian Ir. Tolopan Silitonga beserta Ibu br. Simanjuntak (Anggota DPRD Deli Serdang, yang memohon doa atas harapannya agar terpiilih di Pemilihan Tahun 2019 sebagai anggota DPD RI dari Sumatera Utara), Anak Rantau, Penyanyi Joel Simorangkir, demikian para simpatisan/pemerhati dan mantan NHKBP Sidorame diantaranya bapak Dr. Djonggi M. Simorangkir, SH MH sekaligus sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni NHKBP Sidorame, yang kini berdomisili di Jakarta – jemaat HKBP Menteng Jln. Jambu.

Menurut Ketua Panitia Pesta Pembangunan, hasil dari pesta pembangunan ini akan digunakan untuk pembangunan palaspalas gereja. Bangunan gereja ini sudah tua, ada disana – sini yang harus diperbaiki termasuk palaspalas. Oleh karena itu, HKBP Sidorame secara khusus membuat pesta pembangunan ini sebagai awal untuk dimulainya pembangunan dan renovasi yang diperkirakan akan dana dibutuhkan 1 Millyar. Kehadiran Ompu i Ephorus HKBP tentu menjadi sejarah dan kebanggaan luar biasa bagi kami, berkenan menyetujui untuk mengunjungi jemaat ini, apalagi dengan khotbah yang sangat bernas dari Ompu i, membangkitkan dan meneguhkan iman percaya kami, ujar ketua panitia.

Diawali dengan prosesi dari rumah dinas Pendeta Ressort, Ompu i Ephorus HKBP bersama Ompu Boru, Praeses HKBP Distrik X Medan Aceh dan Ibu, Pendeta HKBP Ressort Medan Timur dan Ibu, Para Pendeta, Guru Huria, Bibelvrouw, Sintua, dan Panitia dengan diiringi musik memasuki halaman gereja yang disambut oleh anak sekolah minggu bersama para ibu dan jemaat lainnya. Ompu i menerima bunga dan Ompu Boru menerima Bunga Pangku yang disampaikan oleh seorang anak sekolah minggu, demikian dengan Praeses Pdt. Sunggul P. Sirait, S.Th, MM beserta Ibu br. Panjaitan. Dengan spontanitas dan sukacita, jemaat berdiri dan menyambut prosesi Ompu i Ephorus dan rombongan memasuki gereja hingga ke tempat duduk, yang kemudian dilanjut dengan ibadah minggu.

Ompu i Ephorus HKBP dengan khotbahnya yang dikutip dari Firman yang tertulis di 2 Korintus 11: 7 – 16, dengan topik Hidup di dalam Kebenaran Kristus. Paulus mengatakan jangan sampai kita menghukum orang lain melebihi kesahalannya sendiri, karena Tuhan akan berpihak kepada yang tertindas. Sepertinya Rasul Paulus putus asa dalam ucapannya, bukti setiap orang ada kelebihan dan kekurannya. Kelebihan kita berbeda – beda, dan kekurangan kita pun berbeda – beda. Itu sebabnya kita membutuhkan kesatuan. Saya berbeda dengan kalian, keinginan kita bahkan selera kita berbeda – beda. Terkadang bahkan menjadi berlawanan. Misalnya saja seperti selera makan, ada yang menyukai asam manis, ada yang suka makanan pedas, ada yang lainnya. Apakah kita mau membiarkan perbedaan itu begitu saja? Ingatlah, yang ada sama saya belum tentu ada pada kalian, yang ada pada kalian belum tentu ada pada saya. Firman mengingatkan kita justru dikarenakan perbedaan itulah, diperlukan saling menolong. Marsiurupan ma hamu manaon angka na dokdok i, ai ido patik ni Kristus. Bertolong – tolonganlah satu sama lain, karena itulah bukti kasih, jelas Ompu i.

Ada pemahaman tentang Filosofi Yin dan Yang (Putih dan Hitam), ada Hitam karena ada putih, ada putih karena ada hitam. Ada Pendek karena ada yang tinggi, ada pintar karena ada yang bodoh, ada kaya karena ada yang miskin. Perbedaan itu selalu ada, tetapi bukan ancaman, sudah seharusnya itu menjadi kebutuhan untuk saling melengkapi. Misalkan saja, tentang Gaji, pasti berbeda – beda, ada yang lebih banyak dan ada yang lebih sedikit, tetapi bukan kita mau bilang, Tuhan lebih sayang kepadanya karena gajinya lebih besar. Kita harus menyadari kebutuhan kita berbeda – beda. Apa yang kita peroleh adalah berkat Tuhan. Ukuran berkat Tuhan adalah kita bersukacita menerimanya. Bukan harus jumlah sekian gaji kita, barulah itu dikatakan berkat. Tolak ukurnya adalah ketika kita bersukacita menerimanya. Dalam Nyanyian Buku Ende dikatakan : Pasupasu na godang ima roha na sonang. Berapapun dan apapun yang kita terima dari Tuhan, baiklah itu materi, kesehatan, pekerjaan, pendidikan, keluarga, dan lainnya, marilah kita bersyukur kepada Tuhan, ungkap Ompu i.

Yang mau ditanya kepada kita, bukan berapa berkat yang kita peroleh? Misalnya materi, anak, tanah, dan lainnya. Tetapi pertanyaannya adalah, sudah bagaimanakah berkat itu kita pakai menjadi berkat bagi orang lain? Anak – anak bukan seperti pemahaman dulunya “asal ma mangolu”  tetapi apakah hidup kita dan anak anak itu berguna kah hidupnya atau tidak? Kalau kita tidak malakukan tugas kita masing – masing, maka kita pasti tidak berguna. Bukankah demikian Yesus Kristus yang melihat dari jauh, ada Pohon rindang yang kelihatan indah, dikira akan memenuhi haus dan laparNya, namun ketika dekat, dilihat, ternyata hanya rindang saja tetapi tidak berbuah. Saat itu juga, Yesus memukul (mengutuk) pohon itu mengatakan “kau tidak akan berbuah lagi selama – lamanya” dan pohon itu langsung layu dan kering (Mat. 21: 19 – 22). Berkat – berkat Tuhan, seluruhnya dalam hidup kita, syukurilah itu dan bersukacitalah. Gereja ini bukan hanya kebutuhan manusia tetapi juga Tuhan, karena gereja inilah tempat kita bersekutu dengan Tuhan. Rumah tempat Tuhan berdiam, dan kita jemaat datang bersyukur kepada Tuhan. Tuhan memanggil kita semua, dengan kesempatan ini, dengan adanya panitia dan pelayan yang memprogramkan pembangunan gereja ini, marilah kita mensyukuri ini dan memberikan sukacita kita bersama untuk gereja ini. Apa yang mau kita berikan untuk pembangunan ini? Dari mana? Jawabnya, dari berkat Tuhan yang ada pada kita, tutur Ompu i di akhir khotbahnya.

Dalam Bimbingan Pastoralnya, Ompu i Ephorus HKBP menyampaikan pesan penting mencakup pentingnya kesatuan jemaat dengan kebesaran HKBP dengan jemaat misioner. Seluruh jemaat HKBP yang berangkat dari kampung halaman, di tempat perantauannya, selalu berkeinginan membangun gereja dengan nama HKBP. Mencari persekutuan, bahkan besar keinginan membangun gereja bersama – sama. Bisa saja saat itu belum ada Sintua, Guru Huria, Pendeta, Bibelvoruw, maupun Diakones, jangan – jangan langsung dengan dibentuk Sintua Learning. Ada banyak gereja HKBP di berbagai daerah, baik di dalam maupun di luar negeri, berdiri atas semangat juang jemaat itu. Ada yang mengatakan, jangan hanya pembangunan fisik, seharusnya pembangunan rohani sajalah. Itu ada benarnya, namun perlu diingat tidak bisa terpisahkan pembangunan rohani dengan pembangunan rohani. Apakah pembangunan fisik itu hanya keinginan jasmani saja? Bukan, justru karena iman kita itulah, ada keinginan supaya kita juga dengan baik di tempat yang baik untuk bersekutu dengan Tuhan. Kalau baik rohani, maka baiklah juga jasmani, sebaliknya juga demikian, tak terpisahkan. Pembangunan ini bukan hanya menunjukkan secara fisik, namun juga pembangunan secara rohani. Bila tidak ada kesatuan dalam iman di tengah – tengah jemaat, pembangunan pun tidak akan berjalan. Ketika pembangunan itu berjalan, tentunya ada kesatuan jemaat dengan pelayan di dalamnya, kata Ompu i.

Di kita orang Batak, pir ma pongki bahul bahul ma pancalongan. Pir ma tondi, luju luju ma pangomoan. Ada kebutuhan rohani dan ada kebutuhan jasmani, keduanya saling melengkapi satu sama lain. Kekuatan itu ada pada jemaat, terbangun secara rohani dan jasmani. Berbahagialah barangsiapa yang dipakai Tuhan untuk membangun gereja, karena tidak semua orang punya kesempatan untuk membangun rumahNya. Seperti raja Daud, keinginannya ada namun kesempatan itu diberikan Tuhan bukan kepadanya, justru kepada Salomo. Oleh karena itu, ini kesempatan yang patut kita syukuri, karena Tuhan berkenan kita bersama – sama membangun gereja ini dengan berkat yang daripada Tuhan, ujar Ompu i Ephorus.

Sekitar tahun 1958, saya tinggal di Sidorame ini, bapaknya dulu sudah marpoti marende ini, kami tinggal di rumah yang tepatnya sudah menjadi ditempat Pdt. Sianipar yang melayani di sini dulunya, bahkan saya lulusan dari SD HKBP Sidorame ini, jadi jangan malu – malu sekolah di pendidikan HKBP karena kita yakin masih tetap bagus sampai saat ini. Saya memang jemaat HKBP Menteng Jln. Jambu tetapi kalau disebut nama Sidorame, saya lebih cinta HKBP Sidorame, gak tahu kenapa. Ini sejarah dan patut kita berbangga hati, bergembira, karena Ompu i Ephorus HKBP bisa datang bersama kita mengadakan acara ini. Apa yang kita berikan kepada gereja, pasti Tuhan akan memberikan berkat melimpah. Saya juga sudah rasakan sukacita ini, termasuk sebagai keluarga Pendeta ini karena besan saya Pendeta, mantan Sekjend Pdt. Mori Sihombing, M.Th, misalnya ketika saya ke California dan New York. Berbahagialah kalau kita masih bisa memberikan ke gereja dengan hati yang tulus. Marilah kita bersatu, seperti khotbah Ompu i, semua berbeda – beda tetapi bisa menjadi kekuatan bersama, ujar Dr. Djonggi M. Simorangkir, SH MH.

Dengan adanya tarian tortor Sekolah Minggu, Tortor masing – masing wijk, Pemberian Ulos kepada jemaat dan para undangan, Lelang Makanan dan Souvenir, serta persembahan lagu dari Penyanyi Joel Simorangkir, menghantarkan acara sampai sore hari. Walaupun derasnya hujan mengguyur disertai dengan angin kencang, namun tidak menyurutkan semangat dan sukacita jemaat mulai dari anak – anak sampai orangtua serta undangan lainnya.

Horas… Horas… Horas HKBP…

Penulis, Pdt. Alter Pernando Siahaan

No.Hp : 0813 9634 8422