Ephorus HKBP :  Setiap orang percaya diberkati untuk menjadi berkat. Ingat Keselamatan tidak untuk dijual, gereja tidak untuk dijual, ciptaan tidak untuk dijual, tetapi hanya Anugerah Tuhan. Hidupi dan syukurilah Anugerah Tuhan, jalinlah persaudaraan satu sama lain sebagai bukti kasih Tuhan pada kita!  

Redland 28 Oktober 2018, Ompu i Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing bersama Kepala Departemen Koinonia HKBP Pdt. Dr. Martongo Sitinjak melayani Ibadah Minggu HKBP Redland California. HKBP Redland California merupakah salah satu jemaat HKBP yang berada di Amerika yang saat ini dipimpin oleh St. K. Siahaan dengan jemaat berjumlah 23 Kepala Keluarga dan 7 orang Sintua.

Sebagaimana yang telah dijadwalkan sejak awal, Ompu i Ephorus HKBP lebih dahulu berkunjung ke Evangelical Lutheran Church of Amerika (ELCA) di Chicago, yang kemudian melayani Ibadah Minggu di HKBP Redland California yang disambut sukacita oleh seluruh jemaat dan pelayan Sintua HKP Redland California. Kerinduan jemaat tak terbendung yang tampak dari ekspresi sukacita dan kebersamaan selama ibadah dan acara ramah tamah berlangsung. Ephorus HKBP dalam kunjungannya ini didampingi, Ompu Boru M. Br. Siahaan, Kepala Departemen Koinonia HKBP Pdt. Dr. Martongo Sitinjak, dan Ibu Tetty Marganda br. Panggabean, dan Sekretaris Khusus Ephorus Pdt. Alter Pernando Siahaan, S.Th. Ibadah Minggu yang dilayani oleh Ephorus HKBP sebagai pengkhotbah, Kepala Departemen Koinonia Pdt. Dr. Martongo Sitinjak melayani sebagai Liturgis dan St. E. Sianipar sebagai pembaca warta jemaat ini dimulai sejak Pkl. 13.00 Wib.

Ephorus HKBP menyampaikan Firman dari Yesaya 58: 4 – 12 dengan menggunakan bahasa Indonesia yang menekankan kesatuan jemaat dan peran gereja dan jemaat dalam masyarakat, sehubungan dengan tepatnya minggu ini yang disebut Minggu Reformasi mengingat Reformasi Martin Luther sekaligus tepat tanggal 28 Oktober 2018 ini peringatan Sumpah Pemuda di Negara Indonesia. Kedatangan Ompu i Ephorus HKBP ke jemaat Redland California menjadi sejarah bagi gereja Redland California yang bisa dijadikan motivasi kesatuan jemaat.

Ompu i Ephorus mengawali khotbah dengan berita sekilas tentang reformasi yang tepat tanggal 31 Oktober 2018 telah berusia 501 tahun. Firman menekankan supaya kita hidup berbelas kasihan. Hidup ini tidaklah hanya untuk diri sendiri, merupakah anugerah Tuhan. Ada berbagai hal yang dititipkan Tuhan yang tentunya harusnya menjadi sukacita bagi Tuhan karena empunya kehidupan kita. Misalnya apa yang pernah dialami Martin Luther ketika berhadapan dengan gereja saat itu. Ternyata sangat mengecewakan, sepertinya apa yang dilakukan gereja berbeda dengan Firman Tuhan, bukannya membantu, menolong, tetapi justru memeras dan memperalat gereja untuk melakukan pengumpulan kekayaan. Ada tokoh yang dihadapi Luther  saat itu yang bernama Johann Tetzel, yang menjual surat penghapusan dosa dengan khotbah yang mengatakan “begitu terdengar bunyi koin emas di kotak, bangkitlah jiwa menuju sorga” yang dipahami berdasarkan Mat. 6: 2, barangsiapa yang membeli surat ini, maka dosanya akan diampuni. Martin Luther menegaskan supaya kembali percaya kepada Yesus Kristus supaya dosa diampuni bukan karena surat tersebut. Ulang tahun 500 Tahun Reformasi Martin Luther oleh LWF (The Lutheran World Federation) yang berpusat di Geneva dengan melaksanakan Sidang Raya LWF di Namibia dengn thema yang sangat menarik dan sangat menjanjikan yaitu salvation is not for sale, the Church is not for sale, human beings – are not for sale, and creation is not for sale.  Tidak untuk dijual belikan karena Yesus mati di Kayu Salib dengan rela menebus kita dari dosa. Sehingga sebebarapa banyak pun dosa – dosa kita, Tuhan pasti mau mengampuni bagi siapa datang kepadanya dan mengaku dosa, kata Ephorus. Keselamatan itu hanya anugerahNya semata. Oleh karena itu sebagai orang percaya kita harus mensyukuri dan menghidupi anugerahNya.

Ephorus menekankan, karena di berbagai belahan dunia ini, ada gereja – gereja yang terbelenggu termasuk di Indonesia. Ada gereja – gereja yang tidak bisa melakukan pelayanannya sehingga takut padahal Yesus yang melaksanakan keselamatan itu, menebus dosa itu dengan cuma – cuma, tinggal percaya kepadaNya. Kita yang sudah 500 tahun kemudian sangat bersyukur karena Yesus telah menebus kita semua dengan pengorbananNya. Justru kita hanya disuruh yang dalam konteks yang kita dengar tadi, untuk percaya dan mengabdi, seperti visi HKBP menjadi berkat. HKBP dimanapun berada, termasuk di Redland California ini dan dimana saja, harus menjadi berkat, artinya kita dipanggil dan diberkati untuk menjadi berkat. “Aku akan memberkati engkau supaya engkau menjadi berkat” (Kejadian 12: 1 – 3). Tuhan lebih dahulu memberkati kita, kemudian kita menjadi berkat bagi orang lain.

Tuhan meminta engkau tidak boleh hanya memikirkan dirimu sendiri. Tuhan memberkati siapa yang melakukan kehendakNya. Selalu disertai dengan janji dan harapan, karena kita melakukan kehendak Tuhan tidak akan merugikan kita. Itulah sebabnya kita dianjurkan untuk berdiakonia, ada orang lain yang membutuhkan pertolongan di sekitar kita. Menjadi berkat bagi dunia, dunia yang dimaksud bukan hanya secara geografis, tetapi lebih menekankan kepercayaan kepada Tuhan, ada di sekitar kita, ada di tengah – tengah kita, yang sangat membutuhkan pertolongan dari orang percaya, berdamailah dengan diri sendiri dan sesama, jalinlah persaudaraan satu sama lain, nyatakanlah kasih Tuhan kepada sekelilingmu sebagai buah iman percaya kita kepada Yesus Kristus, ungkap Ephorus HKBP.

Usai ibadah minggu, master of ceremony (MC) Purnama Napitupulu memandu acara ramah tamah dengan sambutan selamat datang dari Ikatan Masyarakat Batak (IMABAK), Badan Kerjasama Gereja – gereja Indonesia di California Selatan (BKS), dan Konsulat Jenderal Indonesia (Konjend RI). Bapak Sianturi sebagai ketua umum IMABAK bersama dengan para pengurus lainnya dan ketua – ketua marga menyampaikan selamat datang kepada Ephorus HKBP bersama rombongan. Kunjungan ini membawa sukacita dan bangga atas kehadiran Pimpinan Gereja HKBP dalam rangka mengikat kesatuan jemaat dan masyarakat batak, ujar Ketua IMABAK. Peranan kami bukan untuk mencampuri urusan dalam gereja, namun berupaya membangun komunikasi bersama antar untuk menjaga kesatuan gereja – gereja Indonesia di California Selatan ini secara khusus pemulihan gereja HKBP. Kehadiran Ompu i Ephorus HKBP menjadi momentum yang sangat tepat selain dikarenakan peringatan reformasi 501 tahun Martin Luther, kita juga merayakan Sumpah Pemuda tepat tanggal ini, sebagai pertanda ada ikatan untuk membangun kesatuan diantara kita semua secara khusus HKBP, ungkap Ketua BKS. Selain itu, bapak Anggiat Napitulu sebagai perwakilan Konjend mengatakan kerinduannya agar HKBP bersatu dan semakin kokoh dan aksi pelayanan semakin nyata. Demikian juga kebanggaannya atas kunjungan Ephorus HKBP bersama rombongan, dan harapan besar bisa mengikat kesatuan jemaat di California Selatan ini, sekaligus mengajak seluruh jemaat untuk membuka hati bersama – sama demi gereja HKBP dan generasi selanjutnya. Yang kemudian diakhiri dengan sapaan selamat datang dari Bishop Rev. Andrew Taylor bersama Rev. Tommy yang turut hadir mengikuti ibadah minggu.

Suasana keakaraban dan kekeluarga sesama jemaat, para undangan, ELCA, dan Pimpinan HKBP, mewarnai pembicaraan usai ibadah hingga ramah tamah dan diakhiri dengan makan siang bersama sembari diiringi persembahan nyanyian dan tarian Tortor Batak. Dalam kesempatan ini juga, Pimpinan HKBP menyematkan Ulos kepada Bishop Rev. Andrew Taylor dan Rev. Tommy, yang kemudian sebaliknya juga Pimpinan HKBP menerima cenderamata. //Pdt. Alter Pernando Siahaan – Sekhus Ephorus HKBP