Ephorus Pdt Dr Darwin Lumbantobing mengunjungi Ketua DPRD Sumatra Barat, Hendra Irwan Rahim, yang bertempat di Kantor DPRD pada Jumat (24/8/2018). Ephorus mengatakan setiap kali mengunjungi daerah pelayanan HKBP yang tersebar di dalam dan luar negeri, selalu diupayakan untuk menyapa, bertemu, dan beramah-tamah dengan perwakilan rakyat, pemerintah daerah setempat, termasuk kali ini ke Padang sebagai perjumpaan pertama sejak menjabat sebagai Ephorus.

Setibanya di Bandar Udara Internasional Minangkabau, Ephorus bersama Ompu Boru M Siahaan yang disambut warga jemaat HKBP Padang dengan pengalungan selempang yang bertuliskan HKBP Padang ini langsung melanjutkan perjalanan ke Kantor DPRD Sumatra Barat tersebut. Dengan didampingi oleh Praeses HKBP Distrik I Tabagsel Sumbar Pdt Horas YM Purba MTh, Pendeta HKBP Ressort Padang Pdt Victor Ambarita STh, Wakabiro Jemaat Pdt Daslan Rajagukguk STh, Anggota DPRD Sumatra Barat Albert, Anggota DPRD Kota Padang Wismar Panjaitan, Pdt Jaya Sihombing, utusan jemaat, dan staf Ephorus, langsung disambut hangat oleh Hendra Irwan Rahim.

Pada kesempatan ini, Ephorus memperkenalkan peta pelayanan HKBP, yang memiliki 31 Distrik yang tersebar di dalam dan luar negeri. Padang, Sumatra Barat, ini termasuk juga dalam peta pelayanan HKBP. Ada empat ressort yang berdomisili di wilayah ini dengan 16 orang pelayan pendeta. Bagi HKBP, distrik lebih besar dari ressort, distrik terdiri dari minimal 8 ressort, dan distrik I Tabagsel Sumbar ini berpusat di Padangsidempuan yang dipimpin oleh Praeses Pdt Horas YM Purba. Ephorus menekankan, selain menjalankan Pelayanan Gereja intern HKBP juga gereja harus aktif dan partisipatif dalam mendukung pembangunan daerah, menyukseskan program pemerintah untuk masyarakat, dan Ephorus atas nama HKBP menjalin kerja sama dengan berbagai pihak secara khusus pemerintah daerah setempat dan lembaga lainnya.

Komunikasi baik, berinteraksi satu sama lain, bekerja sama untuk tujuan bersama dan kemajuan NKRI, warga hidup dalam damai, itu merupakan bagian tugas bersama gereja dengan pemerintah, termasuk DPRD Sumatera Barat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Ephorus dalam kata pembukanya. Ketua DPRD Sumbar langsung menyambut perkataan Ephorus, menjelaskan, kalau Provinsi Sumatra Barat memang mayoritas umat Islam. Namun, hingga saat ini tetap diupayakan aman dan damai, tidak ada gangguan beribadah. “Toleransi umat beragama yang baik, ada di Sumatra Barat ini,” ujarnya.

Sembari berdialog, Ephorus menegaskan, kalau jemaat HKBP yang dilayani di Sumatra Barat ini adalah warga yang juga dilayani atau dipimpin juga oleh Ketua DPRD Sumbar secara khusus sebagai perwakilan rakyat.

“Oleh karena itu kami sangat berharap, agar bapak dan seluruh jajaran DPRD tetap memberikan perhatian kepada umat Kristen secara khusus HKBP yang ada di Sumatera Barat ini. Kiranya komunikasi dan sambutan baik ini dapat terus terjalin dengan baik dan ada banyak kerja sama yang bisa dilakukan untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat,” jelas Ephorus HKBP.

Dalam konferensi persnya, Ephorus memperkenalkan kembali HKBP kepada para wartawan atau media yang hadir. HKBP terdiri dari 31 Distrik, dan Sumatera Barat ini termasuk dalam Wilayah Distrik I Tapanuli Bagian Selatan-Sumatera Barat, HKBP terdiri dari 755 ressort, 3421 gereja, 153 Pos Pelayanan, khusus di Sumatera Barat ini ada 4 Ressort dengan pelayan Pendeta 16 orang. HKBP merupakan gereja terbesar di Asia Tenggara dan organisasi keagamaan terbesar ketiga di Indonesia ini, dengan pelayan berjumlah sekitar 3018 orang.

“Saya, Ephorus HKBP berkunjung saat ini didampingi oleh istri, staf Kantor Pusat HKBP, Anggota DPRD Kota Padang, Praeses HKBP Distrik I Tabagsel Sumbar dan istri, Pendeta HKBP Ressort Padang. Ketika kami sudah memastikan akan berkunjung ke daerah ini, saya meminta praeses dan pendeta supaya bisa menjadwalkan berkunjung ke pemerintah setempat,” terangnya.

Ephorus mengungkapkan sukacitanya ketika mendapatkan kabar kepastian kalau pertemuan dengan pemerintah setempat telah terjadwal dengan baik, dan yang pertama yaitu bertemu dengan Ketua DPRD Provinsi Sumatra Barat.

“Bahkan dari bandara kami langsung ke kantor ini,” ujarnya.

Ephorus memaparkan, orang Batak itu selalu membawa dua hal yaitu adat dan gerejanya. Tidak ada maksud orang Batak untuk mendirikan gereja di mana-mana. “Tetapi orang batak yang merantaulah, yang membangun gereja dengan nama HKBP. Di mana ada orang Batak, maka harapan mereka beribadah di gereja HKBP,” paparnya.

Ia menambahkan, orang Batak itu sangat suka dengan HKBP. Kemudian, setelah berdiri barulah sampai laporan kalau sudah ada jemaat di daerah tertentu dan segera dikunjungi serta dilayani oleh pendeta. “Kami yakin dan percaya, di dunia ini selalu dibarengi dua hal yaitu jasmani dan rohani, yang di dalamnya pasti dibutuhkan silaturahmi, persaudaraan, dan persekutuan,” tambahnya.

Lebih lanjut lagi, Ephorus mengatakan, kita tahu dengan pasti bahwa di dunia ini termasuk negara ini terdiri dari banyak suku bangsa, adat dan bahasa. Apalagi, banyak kepercayaan.

Kami selalu memesankan kepada warga jemaat HKBP. Kalau hidup di dalam masyarakat, harus menjalin hubungan dengan baik, sopan, santun, dan ramah, serta menjalin persaudaraan kepada orang lain yang berbeda. Sekalipun berbeda, tetapi kami pahami itu bukanlah ancaman. Namun, bisa menjadi kekuataan bagi kita untuk saling mendukung dan melengkapi. Pastilah kita membutuhkan orang lain dan orang lain membutuhkan kita juga, jelas Ephorus.

Dalam umat beragama juga begitu, termasuk dalam hal kehidupan kita di NKRI, pemerintah sangat membutuhkan kerja sama dan dukungan gereja dan agam lainnya, demikian gereja juga membutuhkan kerja sama dengan pemerintah. Kita saling membutuhkan karena perbedaan itu sudah ada sejak kita ada dan dunia ini ada, ada banyak suku di NKRI ini yang tentu menjadi kekayaan NKRI sebagai bangsa yang besar. Kehidupan sosial kita membuktikan kita harus saling menopang satu sama lain.

“Saya, Ephorus HKBP bertanggung jawab untuk mengupayakan, mencari, dan mewakili atas nama HKBP untuk menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai pihak,” tuturnya.

“Saya sebagai Pimpinan HKBP, menitipkan kepada Pemerintah Daerah Provinsi Sumatra Barat ini supaya mereka juga memeroleh kesempatan untuk diperhatikan sebagaimana masyarakat umat beragama lainnya. Saya yakin itu sudah dilakukan tetapi sangatlah berharga bagi kami ketika kami berkunjung bisa bertemu secara pribadi dan sebagai Ketua DPRD Provinsi Sumbar ini,” katanya lagi.

Atas nama Huria Kristen Batak Protestan, kami mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat DPRD Sumbar bagi HKBP. Di waktu yang lain hubungan dan kerja sama bisa ditindak lanjuti kembali. Kami mensyukuri kepada Tuhan atas pertemuan ini karena pertemuan terlaksana dengan baik dan sukacita. Kami juga berterima kasih kepada kita semua yang turut mendukung pertemuan ini termasuk juga para insan pers, ungkap Ephorus HKBP kepada Media.

DPRD Provinsi Sumatera Barat juga menjamu sarapan pagi rombongan Ephorus bersama rombongan Romo Khatolik yang sedang audiensi juga di ruang pertemuan Kantor DPRD Sumbar. Sembari sarapan bersama, Ketua DPRD juga menambahkan, kalau usai pertemuan ini akan dilanjut dengan konferensi pers bersama. Tak lupa juga, mengabadikan momen tersebut dengan foto bersama dan saling memberikan plakat antara HKBP dengan DPRD Provinsi Sumatra Barat sebagai tanda kasih dan penghormatan satu sama lain. Akhir pertemuan, Ephorus HKBP juga ikuti konferensi pers yang dilanjut dengan sesi rombongan gereja Khatolik Sumatra Barat.

 

Penulis : Pdt. Alter Pernando Siahaan

No.hp : 0813 9634 8422