Hari ini, Rabu (8/8), Kunjungan Pimpinan Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA) bersama dengan panitia Pembangunan Parau Sorat Center (PPSC) disambut hangat oleh Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing dan Sekretaris Jenderal HKBP Pdt David Farel Sibuea beserta beberapa kepala biro dan staf. Ephorus Pdt Darwin dalam bimbingan dan arahannya menyambut baik rencana pembangunan itu. “Kami juga perlu dilibatkan secara positif supaya rencana pembangunan ini dapat berjalan dengan baik,” tutur Ephorus.

Ephorus HKBP, Pdt Darwin Lumbantobing, mengatakan, Kekristenan yang dibawa oleh para misionaris memang tidak hanya berdiam di daerah Angkola. “Misionaris melihat bahwa Kekristenan ini tidak hanya ada di Angkola, tapi harus menyebar. Karenanya, empat misionaris [Heine, Klammer, Betz dan van Asselt] menyebar melalui hasil putusan rapat di Sipirok,” ujarnya.

Ephorus HKBP menambahkan, akar Kekristenan memang ada di Parau Sorat, namun tantangannya pada saat ini bagaimana setiap sinode mempunyai rasa kepemilikan yang sama untuk PPSC ini karena titik kekristenan ada di situ. “Bagaimana HKBP dan gereja-gereja lainnya juga memiliki sense of belonging itu walaupun GKPA nantinya yang akan mengelola PPSC?” tuturnya.

Ia juga berharap, panitia mengembangkan data situs sejarah dengan mencari situs-situs misionar yang perlu dipublikasikan bagi para pengunjung yang akan datang ke Parau Sorat Center. “Ada situs rumah yang pernah ditinggali Misionar Dammerboer di Hutaimbaru, dan masih banyak lagi,” tambahnya.

Menginformasikan data tambahan, Ephorus HKBP menerangkan, seorang Misionar Christian Schutz pernah menjabat Ephorus untuk wilayah Angkola kerena pada saat itu tidak memungkinkan bagi Ephorus IL Nommensen untuk melakukan perjalanan ke Angkola.

Selain itu, manfaat dari PPSC ini juga diharapkan menyoroti para generasi muda untuk dapat benar-benar memaknai kekristenannya melalui situs-situs sejarah. “Diharapkan juga, para generasi muda mengetahui hal ini. Tentunya ini bisa sebagai motivasi dan harapan pemuda untuk memaknai kekristenannya lewat sejarah penginjilan misonaris. Sudah jauh-jauh orang Jerman datang ke tanah Batak,” terangnya.

Kerja sama HKBP dalam PPSC ini sudah dimulai melalui Komisi Pelaksana Pelayanan Strategis (KPPS) HKBP dan Distrik I Tabagsel-Sumbar.

Ketua Umum Panitia Drs Sontang Ruli Siregar mengungkapkan kebahagiaannya setelah mendengarkan sambutan Ephorus HKBP terhadap rencana pembangunan ini.

Ephorus GKPA Pdt Togar Satria Simatupang MTh, Sekretaris Jenderal GKPA Pdt Ramos BB Simanjuntak STh bersama dengan panitia Pembangunan Parau Sorat Center mengunjungi Kantor Pusat HKBP untuk koordinasi pembangunan ini sebagai salah satu sosialisasi rencana bersama seluruh gereja yang bersinode di Sumatra Utara.

Sejak 2013, GKPA telah memrakarsai pembangunan monumen yang mengangkat kerukunan daerah Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, menjadi ingatan untuk menjunjung tinggi kehidupan damai dalam kebersamaan. Kegiatan ini awalnya dicetuskan bersamaan perayaan 150 tahun kekristenan di wilayah Angkola. Acara itu juga dihadiri oleh tokoh adat dan masyarakat setempat yang menjadi simbol kerukunan.

PPSC ini akan menjadi pusat wisata rohani, simbol kerukunan, budaya dan keindahan alam. Pembangunan ini memuat 11 fungsi bangunan, di antaranya; gedung kerukunan, perpustakaan, amphiteater, training center, rumah doa, wisma kecil, wisma besar, pusat souvenir, restoran, pusat kopi Sipirok, kantor pengelola.

Pembangunan ini akan dilakukan dalam empat tahapan; pertama, tahapan pada tahun 2017 meliputi desain dan akuisisi lahan. Kedua, tahapan pada tahun 2019 meliputi pengumpulan dana, akuisisi lahan dan pembangunan 50 persen tahap pertama. Ketiga, tahapan pada tahun 2022 meliputi pengumpulan dana, final akuisisi lahan dan pembangunan tahap pertama dan kedua. Keempat, tahapan pada tahun 2025 meliputi pembangunan tahap kettiga dan keempat. Luas lahan yang sudah diukur hingga 2018 ini ada 1,2 Ha.

Pada akhir pertemuan ini, Ephorus HKBP memberikan buku Tumbuh Lokal Berbuah Universal yang ia tulis sendiri terbitan BPK Gunung Mulia kepada Ephorus GKPA. Sementara itu, Ephorus GKPA juga memberikan cindera mata kepada Ephorus dan Sekjen HKBP buku Bunga Rampai Seratus Lima Puluh Tahun Kekristenan di Luat Angkola yang dituliskan oleh beberapa penulis terbitan GKPA dan Video yang memuat film Tuhan Yesus dalam Bahasa Angkola.

Ephorus HKBP Pdt Darwin Lumbantobing menyerahkan buku Tumbuh Lokas Berbuah Universal kepada Ephorus GKPA Pdt Togar Simatupang

Turut hadir dalam pertemuan ini Kepala Biro Informasi HKBP Pdt Arthur Lumbantobing STh, Kepala Biro Perencanaan HKBP Pdt Sobok Simanjuntak STh MM, Kepala Biro Hukum HKBP Pdt Betty Sihombing STh SH, Wakil Kepala Biro Jemaat Pdt Daslan Rajagukguk MTh, Sekhus Ephorus HKBP Pdt Alter P Siahaan, Sekhus Sekjen HKBP Pdt Jona Togatorop STh.

Sementara itu yang turut mendampingi rombongan pimpinan GKPA adalah Wakil Ketua Umum Panitia Drs Dahlan Harahap BSc, Sekretaris Umum Panitia St Drs H Parsaulian Tambunan MPd, Wakil Sekretaris Umum Pdt Josep P Matondang MTh, Bendahara Umum Panitia St Jenni Siregar, Ketua Pelaksana Bangun Siregar SH, Bidang Perencanaan dan Desain St Ivan HP Siregar ST dan Ibu Br Hutagalung (istri SR Siregar). Biro Informasi / Daniel Manalu