BEKASI, www.hkbp.or.id – HKBP Ressort Rawalumbu, Bekasi melaksanakan pesta pembangunan untuk gedung serbaguna dan sekaligus pesta persekutuan perempuan Rawalumbu pada Minggu (6/5/2018). Kegiatan yang diketuai oleh Ir Baris Sitorus ini berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan oleh seluruh parhalado, panitia dan jemaat. Gedung serbaguna akan mulai dibangun pada Mei 2018 dan diharapkan November 2018 telah selesai dan dapat diresmikan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pimpinan HKBP, Sekretaris Jenderal Pdt David Farel Sibuea MTh DMin, liturgis Praeses Distrik Bekasi Pdt Banner Siburian MTh dan Pendoa Syafaat Pdt Jekson Simorangkir MTh selaku Pendeta Ressort Rawalumbu. Prosesi disambut oleh tortor anak sekolah minggu. Dalam khotbah yang disampaikan oleh Sekjen, ia mengatakan, “Sesulit apapun kondisi yang sedang dihadapi, doa memiliki kuasa yang hebat.”

Demikian khotbah singkatnya:

Musa memiliki keyakinan akan rencana besar Tuhan atas umatNya. Demikianlah kita juga akan yakin kepada doa yang kita panjatkan pada Tuhan, bahwa setiap doa yang kita panjatkan pada Tuhan akan dikabulkan Tuhan tepat pada waktunya. Kita yakin bahwa Tuhan mengetahui apa yang terjadi, dan kita juga yakin akan kuasa Tuhan dalam hidup kita dan kita yakin bahwa ketika kita telah memohon kepada Tuhan.

Tidak akan dibiarkanNya kita begitu saja, sebab Tuhan memiliki rencana yang indah melalui hidup kita. Murka Tuhan atas umatNya ternyata dapat reda atas kebesaran kasihNya. Kita memiliki Tuhan yang sangat mengasihi kita. Tuhan tidak dapat menyangkal diriNya adalah kasih. Bahkan, karena begitu besarnya kasihNya pada kita, Dia memberikan diriNya mati di kayu salib. Seberat apapun persoalan dan pergumulan yang kita hadapi, panjatkanlah doa kepada Tuhan di atas kasihNya yang besar. Melalui nas ini kita diperlihatkan bagaimana hati Tuhan kepada umatNya. Jika di dalam dosa saja Tuhan mau memperlihatkan kasihNya bagi kita, apalagi kita datang merendahkan diri memohon tangan pengasihanNya.

Sebab itu, apapun pergumulan kita, jadilah orang yang hidup di dalam doa. Rendahkanlah diri di hadapan Tuhan dan yakinlah atas doa yang kita mohonkan. “Aku percaya Tuhan akan berbuat yang terbaik bagiku, sebab Tuhan mempunyai rencana besar yang diletakkanNya dalam diriku”. Tuhan memberikan dan menyediakan ruang, kesempatan untuk berkomunikasi, memohon kasih dan kuasaNya yang besar melalui doa kepadaNya. Adalah sesuatu yang fatal dan patut dipertanyakan kepercayaannya kepada Tuhan, ketika ada orang Kristen yang tidak hidup dalam doa. Biarlah kita percaya hanya kepada Dia.

Apa yang dilakukan Musa adalah sebagai tindakan seorang pemimpin, dia tidak membela umat Israel dalam kesalahannya. Bagi Musa, pelanggaran umat Israel adalah kekejian bagi Tuhan dan pantas mendapat hukum. Namun dia memiliki argumentasi lain untuk melunakkan hati Tuhan dengan memohon pengampunan dan belas kasihan.

Tuhan adalah panjang sabar dan penuh kasih setia mari kita pergunakan pengampunannya untuk memperbaiki kelakuan dan kesalahan kita kepadaNya dan sesama manusia agar kita menjadi manusia yang berkualitas, teruji, terpuji dan terpecaya. Rade do Debata manjangkon hita mulak tu pangoloion na bulus, ala rade do roha ni Debata marpamuati. Ro ma hita, nunga marpamuati roha ni Jahowa, jugulhonma martangiang.

Dalam acara kegiatan ini seluruh jemaat sangat antusias mengikuti setiap kegiatan dan jemaat pun berperan aktif dalam kelangsungan acara. Acara pesta pembangunan ini juga dimeriahkan dengan adanya doorprize dengan hadiah utama sebuah unit sepeda motor, kuponnya dibeli dari panitia dan biaya kupon tersebut dijadikan sebagai bantuan untuk pembangunan gedung serbaguna. Seluruh jemaat yang hadir pun penuh keceriaan merasakan kebersamaan mereka dalam membangun.

Sehari sebelum acara kegiatan berlangsung, Sekjen memberikan ceramah dan pembekalan kepada seluruh parhalado, kordinator seksi dan remaja dengan topik Developing Service Mindset. Ia menyampaikan ceramah tentang bagaimana memahami pentingnya service mindset sebagai bagian change managament gereja, menempuh langkah-langkah pelayanan gereja dan mengembangkan komitmen pelayanan sebagai pelayanan pribadi dan pelayanan gereja.

Keesokan harinya, Senin (7/5) Sekjen memberikan motivasi dan bimbingan pastoral kepada para Lansia HKBP Rawalumbu yang memiliki topik Lansia yang Berguna dan Mensyukuri Hidup.

Lanjut usia adalah salah satu fase kehidupan manusia yang tidak boleh tidak harus dihadapi. Proses penuaan (aging process) tersebut adalah alamiah dan normal. Pemahaman yang lebih baik tentang proses penuaan tersebut sangat penting karena dalam setiap fase perubahan, manusia dituntut beradaptasi dengan lingkungan di mana dia berada, sehingga dia dapat menjalankan fungsinya sebagai manusia ciptaan Tuhan.

Usia lanjut sangatlah diinginkan dan hal mencapai lanjut usia dipandang sebagai hadiah untuk kesalehan dan tanda karunia dari Tuhan (Kej.15: 15, Kel.20: 12); masyarakat digambarkan sebagai masyarakat yang penuh berkat bila di situ terdapat banyak orang yang lanjut usia (Yes.65: 20, Zak 8 :4). Pada saat menua dan usia tua bisa merupakan bagian usia total seseorang. Usia total seseorang tidak ditentukan oleh penuaan, tetapi ditentukan oleh saat/momen kematian  dan kematian bisa datang kapan saja.

Semua kehidupan adalah fana, tidak hanya hidup orang tua. Kematian bisa datang kepada semua umur. Umur bukan menentukan kematian.Umur adalah bagian dari kehidupan, akan tetapi kematian bisa terjadi dalam setiap umur. Usia adalah anugerah, dinilai sebagai sebuah berkat, sebuah hadiah hidup yang mencapai kepenuhannya meskipun kerapuhan fase terakhir hidup yang fana. Hendaknya lanjut usia diberi peran dalam pelayanan dan diikut sertakan dalam komunitas sebagai narasumber kepada  anak-anak dan yang muda. Lanjut usia adalah komunitas yang tidak bisa melepaskan diri dari pijakan tradisi masa lalu.

Apalagi gereja sebagai komunitas iman yang berakar dan bertumbuh dalam warisan tradisi sejak zaman panggilan Abraham. Orang lanjut usia mempunyai hak yang penuh untuk dihargai, didengar, dilindungi, dicukupi, dan diikutsertakan. Keselamatan itu dianugerahkan kepada setiap manusia, hingga lanjut usia. Hidup  adalah pemberian Allah dan menjadi tua, lanjut usia adalah bagian dari hidup sebagai”gambar dan rupa Allah  Lanjut usia haruslah dihormati, supaya kita berbahagia dan panjang umurmu di bumi. Lanjut usia menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari, dalam persekutuan umat, dan dalam pelayanan kepada yang muda.

Setelah acara bimbingan pastoral selesai, para Lansia HKBP Rawalumbu mengajak Pdt David dan seluruh pelayan penuh waktu untuk makan bersama di ruangan konsistori gereja sebagai tanda sukacita mereka mendapatkan penguatan dan motivasi dari pimpinan HKBP. Selanjutnya, Pdt David pun menyempatkan diri untuk menghadiri konven Distrik Bekasi yang diadakan di HKBP Perumnas 2 Bekasi. Dalam acara konven tersebut Sekjen menyampaikan beberapa pesan, di antaranya, pertama, informasi tentang pelayanan HKBP sudah sejauh mana hingga saat ini. Kedua, hendaknya pada saat rapat sinode distrik nanti agar dapat dibicarakan hal-hal yang membangun dan mengembangkan pelayanan HKBP ke depannya. Ketiga, memberi informasi tentang progress pembangunan Sopo Nommensen dan upaya percepatan pembangunanya. Ketiga, informasi tunggakan Dana Pensiun HKBP dan menyosialisasikan pembayaran dana pensiun setiap peserta. Ketiga, ucapan terima kasih tentang persembahan ke pusat (pelean paduahon) dan mengingatkan agar hendaknya disampaikan tepat pada waktunya. Penulis: Pdt Jona Togatorop / Edt: Daniel Manalu