Sabtu (2/3), Ompui Ephorus sambut kedatangan Tim Pokja Advokasi HKBP ke Kantor Pusat HKBP. Bertempat di ruang oval Kantor Pusat, Ompui didampingi Kepala Departemen Koinonia Pdt. Dr. Martongo Sitinjak kemudian memimpin rapat Tim Pokja Advokasi. terlebih dahulu Ompui menyampaikan ucapan Selamat datang kepada Tim Pokja dan kemudian memaparkan pokok-pokok pembahasan. Ompui memaparkan bahwa Tim Pokja Advokasi dan Komisi Asset merupakan dua tim yang saling berdekatan dan saling berdampingan. Tim Advokasi yang diharapkan membantu Tim Asset karena begitu banyaknya persoalan yang dihadapi. “Kepentingan kita adalah untuk membantu dibidang hukum, menklearkan masalah baik yang melibatkan ruas dan pendeta. Ada beberapa pendeta yang kurang memahami hukum dan menganggap masalah itu kecil, namun orang yang memahami hukum sudah memanfaatkan secara hukum, sehingga perlu pencerahan dibidang hukum”, papar Ompui Ephorus. Dalam Rapat ini juga dibahas mengenai¬† media sosial dengan menggunakan IT dengan issu yang mencemarkan nama baik, penggunaan logo dan nama HKBP tanpa ijin Pusat HKBP yang seharusnya itu sudah dijerat dengan UU IT. Khususnya di Tapanili tentang persoalan tanah. Orangtua pada zaman dulu memberi lahan untuk gereja, lalu kemudian hari cicitnya menuntut agar tanah itu kembali, melihat tingginya harga tanah setelah adanya destinasi Danau Toba. “Kehadiran kita dalam konteks pelayanan HKBP dan kepemilikan sangat strategis maka saya¬† sangat berharap kalian mengerti tentang hukum. Inilah cakupan dari permasalahan yang kita hadapi, bukan hanya tentang asset tapi juga membantu saudara-saudara, jemaat, pendeta yang membutuhkan”, demikan pemaparan Ompui Ephorus.

Banyak masukan-masukan yang diberikan oleh Tim Pokja Advokasi yang diketuai oleh Dr. David Tobing dan Dr, Jimmy Simanjuntak sebagai Sekretaris serta Ir. Nepos Pakpahan sebagai Pembina. Ini menunjukkan kuatnya dukungan terhadap HKBP dalam pendampingan menyelesaikan permasalahan yang ada. “HKBP kini cukup disegani karena memiliki Advokasi Hukum”, demikian ungkap Ompui Ephorus yan ditutup dengan doa penutup oleh Kadep Koinonia.