Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing didampingi Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi Pdt. Banner Siburian, M.Th melayani ibadah minggu yang dipadu dengan pesta Ulang Tahun ke – 30, Pesta Perayaan Orientasi Pelayanan Tahun 2018, dan Peresmian Gedung Serbaguna HKBP Maranatha Rawalumbu pada Minggu (4/11/2018). Gedung serbaguna tersebut terdiri dari ruang sermon/rapat, ruangan sekolah minggu, dan lainnya, yang dapat difungsikan sesuai kebutuhan pelayanan.

HKBP Maranatha Rawalumbu merupakan induk (sabungan) dari Ressort Maranatha Rawalumbu Distrik XIX Bekasi. Selain gereja ini, ada juga cabang (pagaran) yaitu gereja HKBP Kemang Pratama yang tergabung dalam ressort tersebut. HKBP Maranatha Rawalumbu dilayani oleh Pdt. Jekson Simorangkir, M.Th (Pendeta Ressort), Pdt. Henry Haposan P. Butarbutar, M.Min (Fungsional), Pdt. Joshua R.H. Togatorop, S.Th (Fungsional), Pdt. Ruth Ester Carolina Nababan, S.Si, dan Biv. Parni Butarbutar. Jemaat HKBP Maranatha Rawalumbu dengan jumlah jemaat 1650 KK (6725 Jiwa) ini merupakan gereja dengan jumlah jemaat terbanyak kelima di Distrik XIX Bekasi setelah HKBP Jakasampurna, HKBP Pondok Gede, HKBP Jati Asih, dan HKBP Setia Mekar.

Mengingat sekaligus menatap perkembangan pelayanan gereja HKBP Marantha Rawalumbu ini, maka sangat dibutuhkan gedung untuk tempat pembinaan/pelatihan, ruang rapat, dan secara khusus ruang sekolah minggu yang memadai. Pembangunan ini dimulak sejak tahun lalu yang mana panitianya adalah panita orientasi program pelayanan HKBP Maranatha Rawalumbu tahun 2017. Kesepakatan dan kesatuan jemaat baik dari parhalado maupun jemaat menjadi kekuatan penuh untuk membangun ini dengan rapi dan indah. Kita juga patut berbangga hati dan bersyukur kepada Tuhan karena IMB Bangunan ini telah diterbitkan Walikota Bekasi Dr. Rahmat Efendi. Tentu harapan ke depan, bangunan ini akan difungsikan secara maksimal untuk pelayanan gereja supaya bermanfaat bagi jemaat dan masyarakat, kata Pdt. Jekson Simorangkir.

Ompu i Ephorus HKBP dalam khotbahnya dari Firman dari 2 Timoteus 1: 6 – 12 dengan topik Kobarkanlah Karunia Allah yang ada padamu. Timoteus anak rohani Paulus menjadi contoh kehidupan yang aktual di masa dulunya hingga saat ini. Ompu i Ephorus HKBP mengawali dengan salam dari Pimpinan HKBP beserta keluarga kepada seluruh jemaat HKBP dan para undangan. Kita patut bersyukur atas berkat Tuhan untuk gereja ini, berlangsung perayaan besar di hari ini, kita mengingat perkembangan gereja ini dan kini berulang tahun ke – 30, pesta parheheon Ama, pesta puncak perayaan perayaan pelayanan tahun 2018, dan peresmian gedung serbaguna tepat disamping gereja ini. Ompu i Ephorus HKBP menekankan kalau diri kita bukanlah milik kita sendiri, tetapi kepunyaan Allah. Firman menegaskan Allah lah yang Empunya kehidupan kita, itu sebabnya apa yang kita miliki hendaknya menjadi persembahan yang hidup. Buku Nyanyian Buku Ende mengatakan “Ndang ahu nampuna ahu”. Tuhan memberikan Roh Kekuatan, Roh Pengendalian Diri, Roh Keberanian,bukan roh ketakutan karena kita telah menerima Kristus dalam kehidupan kita. Kita telah menerima AnugerahNya untuk melakukan pelayanan baik di gereja, keluarga, dan masyarakat. Tuhan bukan hanya ada di samping kiri maupun samping kanan, bukan hanya di depan saja, tetapi sudah masuk ke dalam diri kita masing – masing, sehingga Tuhan berdiam di dalam diri kita. Marilah melakukan apa yang dikehendaki Tuhan sebagaimana Timoteus mengikuti panggilanNya di dalam setiap pelayanannya.

Acara yang dihadiri ribuan orang ini baik dari jemaat maupun undangan tampak antusias dan sukacita mengikuti setiap acara yang telah dipersiapkan dengan matang. Kepiwaian Pendeta Ressort Pdt. Jekson Simorangkir bersama Master of Ceremony (MC) membuat acara berjalan dengan rapi. Sejak rombongan prosesi Ompu i Ephorus HKBP Bersama Praeses, Para Pendeta, Parhalado¸ dan panitia yang disambut anak – anak sekolah minggu dengan tortor batak disertai musik gondang mengharukan jemaat selama mengikui acara. Persiapan panitia dengan keterlibatan anak – anak ini menjadi salah satu apresiasi dari Ompu i Ephorus HKBP dalam bimbingan pastoralnya. Ompu i Ephorus menekankan beberapa hal :

  1. Keterlibatan anak – anak dalam pelayanan gereja bukan sekedar menjadi objek tetapi juga subjek pelayanan. Ini cukup menentukan untuk membentuk karakter anak – anak agar mencintai gerejaNya HKBP. Keterlibatan anak – anak sekolah minggu saat ini, bukan hanya formalitas dan indah kelihatan, tetapi kita telah menanamkan dalam dirinya kerinduan melayani di gereja. Suatu saat nanti, anak – anak ini di usia dewasanya akan kembali mengingat dan belajar untuk memberikan yang lebih baik untuk gerejanya.
  1. Pembangunan bukan hanya ada di tingkat jemaat (huria), tetapi ada juga di tingkat ressort, tingkat distrik, dan di tingkat hatopan. Tentu ada pertimbangan kalau itu dibutuhkan dalam pelayanan gereja maupun jemaat makanya harus dibangun. Hingga saat ini, masih ada yang beranggapan kalau pembangunan fisik tidak penting karena yang penting adalah pembangunan rohani. Pembangunan fisik dan rohani tidak terlepas satu sama lain. Pembangunan fisik merupakan salah satu buah dari pembangunan rohani. Ada kesepakatan, ada visi dan misi bersama melihat kebutuhan gereja. Kalau tidak dos ni roha, yang pembangunan sedang berjalan pun bisa berhenti karena tidak ada saling mendukung satu sama lain. Perlu juga kita memahami kalau tidak semua orang memiliki kesempatan untuk membangun seperti Raja Daud yang berkeinginan membangun Bait Suci. Tetapi yang dipakai Tuhan justru ketika Raja Salomo yang menjadi raja. Kesempatan membangun diberikan kepada kita sebagai umatnya, bukan untuk dipersoalkan tetapi untuk disyukuri dan dilaksanakan dengan sukacita. Itu sebabnya walaupun di beberapa tirket berlangsung pembangunan, yang prioritas kita berupaya untuk saling membantu karena untuk HKBP.
  1. Melihat perkembangan zaman dan kondisi terkini bangsa ini, maka setiap gereja HKBP sudah saatnya dan harus mengembangkan pelayanan khususnya di tirket ressort dan distrik yang berupaya menghadirkan peranan gereja di tengah – tengah masyarakat. Gereja harus terus berbenah baik di pembangunan fisik maupun dalam bentuk pelayanan – pelayanan yang menyentuh di tengah masyaakat. Harapan agar masyarakat juga ikut merasakan dampak positif adanya gereja di sekitarnya. Salah satu upaya untuk berbenah ke arah itu, maka diperlukan tempat untuk mengadakan pelatikan dan pembinaan guna mempersiapkan jemaat dan pelayan yang dibutuhkan di tengah – tengah masyarakat. Gedung Serbaguna yang indah ini merupakan satu bukti peningkatan pelayanan karena sejak awal gereja ini tak punya lahan, kemudian bertambah sedikit demi sedikit. Peresmian bukan akhir dari gedung ini tetap tahap awal untuk menorehkan dampak positif pelayanan kepada masyarakat.

Walikota Bekasi Dr. Rahmat Efendi yang telah terpilih untuk periode keduanya, turut menghadiri acara peresmian gedung serbaguna HKBP Maranatha Rawalumbu. Dengan sambutan sukacita, Walikota Dr. Rahmat Efendi bersalaman dengan Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing. Dalam sambutannya, Walikota Dr. H. Rahmat Efendi menyampaikan terimakasih kepada seluruh jemaat HKBP dibawah kepemimpinan Ompu i Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing yang selama ini dan sampat saat ini turut mendukung program pemerintah sekaligus sebagai pribadi dan keluarga. Dengan sambutan tepuk tangan kebanggaan jemaat, Walikota Bekasi menjelaskan kerinduannya untuk berkunjung ke HKBP. “Sejak saya bertemu dengan Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing dalam acara Natal Bersama Pemerintah dan Masyarakat Kota Bekasi, sejak saat itu saya berjanji untuk berkunjung ke Kantor Pusat HKBP untuk kedua kalinya. Tetapi kalau kami sudah bertemu dengan Ephorus untuk ketiga kalinya ini, ini menarik dan istimewa bagi saya. Saya berharap seluruh jemaat HKBP tetap semangat dalam mendukung program pemerintah, sebab pemeritah dan warga itu saling membutuhkan satu sama lain. Kalau ada masalah yang berkaitan dengan pemerintahan kota Bekasi, mari datang ke kami dan kita bicarakan dengan baik – baik untuk mengambil solusi yang terbaik. Karena selama kita di dunia ini, kita tidak pernah lepas dari masalah. Kalau gak mau punya masalah atau tantangan, yah bukan di dunia tempatnya, kata Rahmat Efendi.

Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing yang didampingi Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi Pdt. Banner Siburian, M.Th atas nama jemaat dan parhalado HKBP Marantaha Rawalumbu menyandangkan Ulos kepada Walikota Bekasi. Seluruh jemaat dan pelayan HKBP di Distrik Bekasi ini maupun di tempat lain turut berdoa untuk Walikota dalam masa kepemimpinannya diberkati Tuhan, dan pribadi serta keluarga sehat senantiasa dan harapan tanggung – jawab yang lebih besar di Pemerintahan Republik Indonesia ini diberikan Tuhan. Memang  tahun lalu, saya sampai meninggalkan acara penting di Namibia – Afrika karena bagi saya ada yang lebih penting untuk bertemu dan membicarakan jemaat yang ada di Kota Bekasi ini bersama Bapak Walikota Bekasi. Sambungan hangat menggambarkan pelayanan bapak kepada semua umat bukan hanya HKBP, ada agama lainnya, ada gereja lainnya, tetapi bapak memberikan hati dan perhatian kepada semua warga yang bapak pimpin, itu telah kami dengar dan kami patut mengapresiasi dan ada banyak harapan baik di kepemimpinan bapak, kata Ephorus HKBP.

Natal bersama Pemerintah, Gereja, dan Masyarakat Kota Bekasi menjadi simbol kerukunan umat beragama yang menjadi teladan dari kepemimpinan bapak. Sebagai Pimpinan HKBP, kami patut mengapresiasi dan turut mendoakan bapak. Dengan rasa bangga dan sukacita tentunya, kalau bapak Walikota bisa menyempatkan waktu untuk hadir di Kantor Pusat HKBP Pearaja – Tarutung untuk kedua kaliya, tambah Ephorus HKBP.

Kesempatan baik ini juga dilengkapi dengan acara penanaman pohon bersama antara Ephorus HKBP, Walikota Bekasi, Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi, dan Pdt. Jekson Simorangkir sebagai Pendeta Ressort, tepat di depan gedung serbaguna yang baru diresmikan tersebut. Selain itu juga diadakan Trio Pendeta HKBP Marantaha Rawalumbu yang menghadirkan dana spontanitas dari jemaat dan undangan, dan door prize yang telah disediakan panitia. //Penulis, Pdt. Alter Pernando Siahaan