Medan (9/9), Ompu i Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing bersama rombongan memberikan penghiburan kepada keluarga yang berdukacita atas meninggalnya St. Mangapul H. Tambunan (Abang dari Pdt. Elisa Tambunan, S.Th). Ompu i didampingi Ompu Boru, Kadep Koinonia Pdt. Dr. Martongo Sitinjak dan Ibu, Praeses HKBP Distrik X Medan Aceh Pdt. Sunggul P. Sirait, S.Th, MM beserta Ibu, Pendeta HKBP Ressort Medan Kota Pdt. Eljas Siahaan, dan para Staff dan Pegawai. St. M.H. Tambunan meninggal pada 8 September 2018 di usia 50 Tahun dan disemayamkan dirumah duka di Jln. Sei Musi Ujung No. 78 Kec. Medan Sunggal.

Acara penghiburan ini dipandu Amang Pdt. E. Siahaan. Informasi meninggalnya Amang Tambunan ini diterima Ompu i Ephorus HKBP kemarin sore melalui staff. Usai melayani Ibadah Minggu bersama Praeses Pdt. Sunggul P. Sirait, S.Th, MM di HKBP Sidorame, Ompu i bersama rombongan memberikan waktu untuk menguatkan keluarga berduka. Pelayanan seperti ini juga selalu diupayakan Pimpinan HKBP dalam setiap pelayanan baik dalam kunjungan pastoral maupun agenda pelayanan lainnya, selama waktu dan tempat masih terjangkau.

Walaupun St. MH. Tambunan sudah lama menderita sakitnya, yang pasti keluarga tidak siap untuk perpisahan ini. Kehidupan almarhum ini bisa menjadi teladan bagi banyak orang karena di dalam masa sakitnya, dia selalu berharap, bertahan, keyakinan yang terus bertumbuh dalam masa sakitnya, berjuang dan meneruskan pelayanan bersama keluarga, dan selalu berbicara tentang Tuhan. Hidup almarhum ini bukan di tangan kita tetapi di tangan Tuhan. Jadi tidak pernah ada berpisah dengan Tuhan, itu enaknya percaya kepada Yesus Kristus. Tuhan Yesus akan selalu menolong keluarga, kata Kadep Koinonia.

Ompu i Ephorus HKBP menyampaikan Firman dari Rom. 8: 38 – 39: Ai gomos do ditiop rohangku: Ndang tarbahen sirang hita sian holong ni roha ni Debata, na di bagasan Kristus Jesus Tuhanta i: Manang bahenon ni hamatean manang hangoluan, nang bahenon ni angka surusuruan nang angka harajaon, nang na masa nuaeng, nang na masa sogot, nang angka hagogoon pe, (Rom 8:38) – manang bahenon ni na di ginjang nang na di toru, ro di nasa na tinompa pe. (Rom 8:39).

Banyak berkat yang diperoleh keluarga termasuk ketika masa hidup bapak sintua ini. Kematian ini memang membuat kita berpisah dengannya, namun kematian ini tidak memutuskan hubungan kita dengan Allah. Kasih Allah itu tetap tersedia bagi keluarga, dan itu harus dipercayai keluarga. Jangan putus harapan, pasti banyak pertanyaan, bagaimana ke depan keluarga ini? Itu wajar saja. Marilah keluarga berduka tetap di dalam nama Tuhan, sebab hidup kita masih berlanjut. Anak anak, Samuel, Elisabet, dan Jeremia, dan Ibu, kasih Tuhan tersedia dan selalu memberkati keluarga, tutur Ompu i Ephorus. Acara diakhiri dengan doa penutup yang dibawakan Praeses Pdt. Sunggul P. Sirait, S.Th, MM.

Dari keluarga berduka, tampak telah tiba bapak Pdt. Elisa Tambunan beserta Ibu, yang melayani di HKBP Ressort Kapuk Distrik VIII DKI Jakarta. Direncanakan besok Senin 10 September 2018, akan diadakan acara Adat dan Huria yang kemudian dilanjut dengan pemakaman. Marilah kita mendoakan keluarga, kiranya Tuhan menguatkan semua keluarga. Amen. (APS)