TIGARAS, SIMALUNGUN, www.hkbp.or.id – Pimpinan HKBP Sekretaris Jenderal Pdt David Farel Sibuea MTh DMin, Kepala Departemen Marturia Pdt Dr Anna Pangaribuan, Praeses Distrik Sumatera Timur Pdt Same Siahaan STh, Praeses Distrik Samosir Pdt Mangido Tua Pandiangan STh beserta dengan rombongan kantor pusat HKBP dan beberapa pelayan bersama-sama mengunjungi langsung keluarga korban karamnya Kapal KM Sinar Bangun di Pelabuhan Ferry, Tigaras, Kabupaten Simalungun pada Rabu (20/6/2018).

Sekjen Pdt David Sibuea, Kadep Marturia Pdt Anna Pangaribuan, Praeses Pdt Same Siahaan memberikan penguatan kepada keluarga korban

jen

Peristiwa karamnya Kapal KM Sinar Bangun yang tengah berjalan di Danau Toba terjadi pada Senin (18/6) yang lalu dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Tigaras. Menurut keterangan yang didapat dari pihak kepolisian, Bapak M Sihombing, kapal mengangkut penumpang mencapai kurang lebih 200 orang dan 60 sepeda motor. Kapal dicurigai sempat mengalami kerusakan mesin, air masuk perlahan-lahan ke dalam kapal. Cuaca pada saat itu sedang ada angin kencang, sejenis angin puting beliung dan menenggelamkan kapal.

Praeses Pdt Same Siahaan, Kadep Marturia Pdt Anna Pangaribuan dan Sekjen Pdt David Sibuea memberikan penguatan dan penghiburan kepada keluarga korban yang berada di satu tenda besar. Rasa sedih, tangis dan kebingungan bercampur aduk dalam masa penantian dari Senin untuk mendengar kabar keluarga mereka yang masih berada di dalam Danau Toba.

Pdt Same mengajak keluarga korban untuk tetap berpengharapan kepada Tuhan. Berdoa supaya tim yang mencari para korban dalam keadaan sehat bekerja dan kembali ke tengah-tengah warga. “Memohon juga kepada Tuhan, apa yang kita harapkan dan sekarang diusahakan oleh bapak-bapak yang di BNPB dan pemerintah dalam pencarian ini supaya berjalan dengan baik. Mereka sehat dalam pencarian ini dan apa yang kita harapkan boleh dikabulkan Tuhan,” ujarnya.

“Saya ingin sampaikan kepada kita di sini. Apa pun  yang terjadi, jika hal yang terberat terjadi, saudara kita itu tidak bisa ditemukan, saya berharap supaya bapak ibu kuat dan tetap percaya kepada Tuhan dan saudara-saudara yang ditinggalkan dihibur oleh Tuhan. Pada saatnya kita akan diberikan sukacita dan air mata kita dihapus oleh Tuhan,” tambahnya.

Pdt Anna menyampaikan, di keterbatasan sebagai manusia, kita hanya dapat berdoa dan berharap kepada Tuhan. “Kita hanya bisa berserah kepada Tuhan karena ini kuasaNya. Tidak ada kuasa manusia yang bisa mengaturNya, memahami kejadian ini. Tuhanlah yang Maha Tahu di mana mereka [korban] sekarang,” tuturnya.

Pengharapan di masa penantian ini menggambarkan bahwa para korban adalah milik Tuhan. Apa yang terjadi pada saat ini kepada mereka di tengah Danau Toba, mereka adalah milik Tuhan. “Mereka adalah milik Tuhan. Itulah iman percaya kita, sebagaimana kita milik Tuhan. Mereka adalah milik Tuhan. Di manapun mereka berada, mereka adalah milik Tuhan. Berserah kepada Tuhan meminta kekuatan, meminta penghiburan,” ujar Pdt Anna menguatkan keluarga korban.

Ia juga menegaskan, peristiwa ini bukan kehendak Tuhan. Keadaan alam dan keterbatas manusia yang membuat hal ini dapat terjadi. “Peristiwa ini bukan kehendak Tuhan. Tuhan tidak membuat kita berduka. Tapi, keadaan alam atau keterbatasan manusia, itu bisa terjadi. Kita yakini Tuhan itu mengasihi kita. Tuhan ada bersama-sama dengan kita di sini untuk menguatkan kita. Mari sampaikan kepada Tuhan segala kerisauan kita,” tambahnya.

Sekjen Pdt David Sibuea, atas nama pimpinan gereja, menyatakan keperihatinannya dan menekankan turut bersama-sama merasakan kepedihan, duka dan pergumulan seperti apa yang dirasakan oleh keluarga korban pada saat itu. “Kita sama-sama mengalami pergumulan keluarga yang kita kasihi dan mengasihi kita, dengan ini kami menyampaikan kepada kita semua yang mengalami duka dan pergumulan, bahwa kita ikut prihatin. Kami berharap kita semua mendapatkan penguatan dan penghiburan untuk melihat kenyataan yang ada di depan kita semua,” terangnya.

Apa yang terjadi pada ibu, bapak dan saudara-saudara itu juga yang ikut kami alami dan rasakan. Kita berdoa supaya kita semua dikuatkan dan dihibur. Kita juga dengan pemerintah sudah berusaha dan bekerja sama dengan elemen masyarakat atas usaha pencarian korban dan untuk menyampaikan doa-doa kita.

Menutup kunjungan ini, Sekjen didaulat untuk memimpin doa bagi penguatan kepada keluarga korban. Tanpa diduga dan disangka, turut hadir dalam penguatan dan penghiburan ini tokoh masyarakat Sihar Sitorus beserta keluarga dan Kapolres Simalungun Liberty Panjaitan dan petugas kepolisian lainnya. Pimpinan HKBP beserta rombongan menyalami keluarga korban sebagai tanda turut bergumul.

Calon Pdt Rumi Yanti Napitupulu, salah seorang keluarga korban yang turut menanti di dalam tenda, sontak memeluk Pdt Anna Pangaribuan dalam tangisan. Sontak hal ini menarik perhatian warga lainnya dan beberapa wartawan. CPdt Rumi Yanti sedang menantikan kabar adiknya, Tamaria Octavia Napitupulu, yang masih dalam pencarian hingga saat ini. CPdt Rumi Yanti saat ini melaksanakan Latihan Persiapan Pelayanan III di Distrik Sumbagsel.

Turut mendampingi rombongan pimpinan HKBP, Bapak PL Manurung dan istri Bibelvrouw Erlida Sianturi yang melayani di HKBP Tigaras Ressort Marturia dan Guru Huria Desman Simanjuntak yang melayani di HKBP Salbe Ressort Marturia. Biro Informasi (DM)