Pimpinan HKBP bersama Dewan Kurator dan Para Dosen Sekolah Pendeta serta Mahasiswa/i yang mengikuti Sidang Meja Hijau.

Hari ini, Jumat (11/1/2019), bertempat di Sekolah Pendeta berlangsung Sidang Meja Hijau yang diikuti 22 orang mahasiswa/i dan hadiri Pimpinan HKBP serta Dewan Kurator Sekolah Pendeta di Pematangsiantar.. Sejak pagi tadi, para penguji diantaranya Ompu i Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing, Kepala Departemen Koinonia HKBP Pdt. Dr. Martongo Sitinjak, Sekretaris Jenderal HKBP Pdt. David Farel Sibuea, M.Th, D.Min, Kepala Departemen Marturia HKBP Pdt. Dr. Anna V.Pangaribuan, Kepala Departemen Diakonia HKBP Pdt. Debora P. Sinaga, M.Th, Dewan kurator diantaranya Praeses HKBP Distrik V Sumatera Timur Pdt. Sontar Robert Pandiangan, M.Th, Praeses HKBP Distrik XXIV Tanah Jawa Pdt. Sikpan K. Sihombing, M.Th, Praeses HKBP Distrik XIV Tebing Tinggi Deli Pdt. Pantun Silitonga, S.Th, MSc, serta para Dosen Sekolah Pendeta HKBP Pematangsiantar.

Mahasiswa/i Sekolah Pendeta HKBP yang terdiri 21 orang laki – laki dan 1 orang perempuan ini telah mengikuti pendidikan sejak tahun 2015 hingga saat ini. Mereka adalah para Tahbisan Guru Huria yang berdinaskan sedikitnya 10 Tahun Tahbisnan Guru Huria. Dalam kurikulum pengajaran Sekolah Pendeta ini, Mahasiswa/i juga sebelumnya telah mengikuti kuliah mandiri selama setahun dimana seluruhnya berdomisili di jemaat – jemaat yang berada di Pematangsiantar dan sekitarnya. Sekolah Pendeta juga melibatkan para Pendeta Ressort pilihan untuk menjadi pendamping masing – masing mahasiswa dalam pelayanan di tengah – tengah jemaat. Program ini diterapkan dalam rangka agar mahasiswa/i Sekolah Pendeta juga mengalami proses untuk mempersiapkan diri kembali dan lebih mendalami pelayanan yang bisa dikatakan masa peralihan dari tahbisan Guru Huria menjadi pelayan – pelayan yang dipersiapkan menjadi tahbisan Pendeta HKBP, kata Direktur Pdt. Robert F.H. Silitonga, M.Th.

Ompu i Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing bersama Pdt. Dr.
Riris Johanna Siagian, M.Si, dan Praeses Pdt. Sikpan K. Sihombing,
M.Th

Kuliah Mandiri ini sesuai dengan keputusan Rapat Majelis Pekerja Sinode HKBP 4 – 6 September 2016 yang lalu, bertujuan agar mahasiswa/i beradaptasi di dalam kehidupan jemaat untuk memahami dan menghayati secara praksis peralihan tahbisan Guru Jemaat menjadi penerima tahbisan pendeta. Menjalin relasi dialogis, sharing, dan tukar pikiran serta pengalaman dengan Pendeta Ressort yang berperan sebagai tutor. Fungsi tutor sendiri sangat efektif dalam membangun dan membentuk pemagaman dan penghayatan peralihan tahbisan ini, sehingga mahasiswa/i benar – benar memahami secara spiritual dan sehingga seorang guru jemaat yang benar – benar siap dan bersedia menjadi seorang penerima tahbisan pendeta. Tentu juga diharapkan lulusan Sekolah Pendeta HKBP ini memiliki nilai tambah, dedikasi yang tinggi, pengabdian yang tulus dan pelayanan tanpa pamrih. Usai program tersebut, barulah para mahasiswa/i masuk kembali mengikuti pendidikan selama 1 semester (6 bulan) yang kemudian dilanjut dengan tahapan menulis karya tulis sebagai akhir pendidikan, yang kini diuji di Sidang Meja Hijau yang berlangsung hari ini.

Direktur Sekolah Pendeta HKBP Pdt. Robert Fieter H. Silitonga, M.Th mengatakan kalau para mahasiswa/i Sekolah Pendeta telah benar – benar memberikan dirinya untuk belajar dan mendalami teologi sekaligus pelayanan sebagai tahapan menerima tahbisan kependetaan ke depan. Selain Direktur, juga ada dosen lainnya diantaranya Pdt. Dr. Riris Johanna Siagian, M.Si, Pdt. Bangun Aruan, M.Th, dan Staff Kantor Diak. Br. Julinda Lubis. Meja hijau tersebut akan berlangsung dalam satu hari ini, dan direncanakan sore hari nanti akan diadakan Judicium bertempat di Kantor Sekolah Pendeta HKBP. Penulis, Pdt. Alter Pernando Siahaan  

Ompu i Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing bersama Praeses Pdt. Sontar Robert Pandiangan, M.Th dan Direktur Sekolah Pendeta Pdt. Robert Silitonga, M.Th.