Sukacita perayaan Paskah turut dirasakan oleh warga jemaat HKBP Pasar Melintang Distrik X Medan Aceh pada Minggu (1/4). Hari yang bersejarah bagi warga jemaat, perayaan Paskah kali ini dirayakan sekaligus dengan mangompoi (menahbiskan, red) dan merayakan Yubileum HKBP Pasar Melintang, Jalan Buku No.20 Ayahanda Medan, yang ke-50 tahun. Ibadah ini dilayani langsung oleh Ephorus Pdt Dr Darwin Lumbantobing.

Dalam khotbahnya yang dikutip dari Kisah Para Rasul 10: 39-43, Ephorus mengatakan, pengorbanan Yesus membuktikan kepedulian, pembelaan dan penebusan dari Tuhan kepada umat manusia yang berdosa. Ia menekankan, dalam bahasa Batak lebih kental arti penebusan, kepedulian dan pembelaan itu dengan kata Hokkop. Tuhan menebus manusia melalui Anak-Nya, Yesus Kristus, atas kesalahan dan keberdosaan manusia.

“Tuhan tidak menilai, mengukur, menimbangi, dan mengingat perlakukan kita yang selalu menyakiti hati-Nya. Justru, Ia membela, menebus, peduli, mengawasi manusia supaya diselamatkan. Mengapa Ia melakukan demikian? Hal ini dilakukan-Nya karena Ia-lah yang menciptakan manusia. Ia begitu mengasihi manusia,” jelasnya.

Begitu berharganya manusia ditebus oleh Tuhan. Bukan dengan harga yang murah, tapi mahal sampai mengorbankan anak-Nya supaya manusia diselamatkan. Hal ini dikatakannya sambil mengutip apa yang ditulis oleh Rasul Paulus dalam 1 Korintus 6: 20. Ephorus juga menegaskan, Tuhan tidak menginginkan manusia menjadi milik Iblis. “Kita adalah milik Tuhan yang begitu berharga di hadapan-Nya,” ujarnya.

Menekankan acara pangompoion (penahbisan, red) gereja, Ephorus mengatakan, pembangunan gereja adalah karya Tuhan melalui setiap orang yang diberikan kesempatan oleh-Nya. “Tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk melakukan pembangunan rumah Tuhan. Ada juga yang hanya datang dan terdaftar di gereja. Hanya datang dan bergereja sebab pembangunan telah usai,” paparnya. Hal demikian juga turut dirasaka oleh pelayan sebab tidak semua pelayan mendapatkan kesempatan ikut andil dalam pembangunan rumah Tuhan.

Ephorus mengajak warga jemaat untuk memeringati Yubileum 50 tahun ini dengan sukacita dengan merenungkan penyertaan Tuhan kepada mereka. “Saat ini usia gereja 50 tahun, kita semua bersukacita atas penyertaan Tuhan sepanjang 50 tahun. Bersukacita karena kita turut mengundang seluruh pelayan yang pernah melayani di gereja ini. Sukacita itu membawa berkat,” tuturnya.

Perayaan yubileum gereja yang saat ini dipimpin oleh Pdt Freddy Lumbantobing STh, turut dirasakan oleh anak-anak sekolah minggu, remaja dan pemuda. Ephorus menyatakan, mereka adalah saksi mata regenerasi gereja yang akan terus percaya dan berpengharapan kepada Tuhan.

Sebelum ibadah dimulai, rombongan prosesi dijamu makan dan persiapan di rumah keluarga R Lumbangaol SH/ St M Br Sihite (RAPIMA). Seperti biasa, sesampai di gerbang gereja, rombongan prosesi disambut oleh tarian tortor, pengalungan bunga, pemberian bunga pangku, pembukaan selubung papan nama gereja, pelepasan burung merpati dan balon. Menuju depan pintu gereja, Ephorus menandatangani prasasti yubileum, Ompuboru M Siahaan melakukan pengguntingan pita, dan Ephorus membuka pintu gereja di dalam nama Allah Bapa, Anak-Nya Yesus Kristus, Roh Kudus setelah menerima kunci yang disampaikan pihak gereja serta praeses. Perayaan yubileum ini bertemakan Rumah-Ku akan disebut Rumah Doa (Matius 21: 13b). (Biro Informasi / DM)