Kunjungan Pastoral Praeses HKBP Distrik I Tapanuli bagian Selatan-Sumatera Barat (Tabagsel-Sumbar) Pdt Horas YM Purba MTh mendapat sambutan hangat oleh warga jemaat HKBP Silantom Jae, Desa Silantom Jae, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Minggu (8/4). HKBP Silantom Jae Resort HKBP Resort Simangambat memiliki 4 Kepala Keluarga. Ibadah Minggu dilayani oleh Praeses Horas Purba sebagai pengkotbah dan Pdt Arga Tambunan STh sebagai liturgis (Pendeta HKBP Ressort Simangambat).

HKBP Silantom Jae memiliki ukuran bangunan 7 x 12 meter. Kondisinya  berdinding papan dan kursi jemaat terbuat dari papan biasa tanpa sandaran dan tanpa disentuh oleh pengecatan apapun. Melalui informasi yang didapat, gereja ini  telah berdiri sejak tahun 1988. Awalnya jemaat ini memiliki 15 KK. Namun, tumbuh perpecahan internal di antara warga jemaat. Ahlak, moral, serta penggelapan uang jemaat mengakibatkan sebagian besar jemaat kecewa. Jemaat HKBP Silantom Jae dipimpin oleh Sintua Hagai Pakpahan. Data statistik  jemaat dari anak-anak, remaja dan orang tua total semuanya berjumlah 17 jiwa.

Sesuai dengan program distrik, tukar mimbar pelayan dilakukan dua kali dalam satu tahun. Praeses Horas Purba  mendapat kesempatan mengunjungi warga jemaat HKBP Silantom Jae, yang sekaligus dikaitkan dengan program resort Simangambat melaksanakan pembinaan Parhalado se-resort dan dipusatkan  gereja itu sesudah ibadah. Keterharuan dan keprihatinan tumbuh disela-sela kunjungan ini,  karena melihat kondisi gereja saat ini yang memang  sangat perlu direnovas dan perlu mendapat perhatian dari semua kalangan.

Sebelum ibadah, Praeses Horas Purba melaksanakan  penanaman pohon dalam rangka pelayanan HKBP 2018 yang berorientasi kepada Kesehatan dan Kebersihan dalam Lingkungan Hidup.

Dalam kunjungan pastoralnya, Praeses Horas Purba menyampaikan pesan khotbahnya dengan menekankan perintah Yesus tentang mengasihiNya dan tugas orang percaya yang menggembalakan domba-dombaNya. Ia juga meneguhkan warga jemaat atas kondisi mereka.

Berikut kutipan khotbah  pastoral praeses :

 

GEMBALAKANLAH DOMBA DOMBAKU (Parmahanima birubirungku).

 

  1. Ihuthon ma au – ikutlah Aku- follow Me adalah pernyataan dan permintaan Yesus pada Simon Petrus setelah Yesus bertanya tiga kali dgn pertanyaan yg sama. Apakah makna pertanyaan ini ?

–  Yesus mau melihat kesungguhan hidupnya apakah ia benar benar lebih besar mengasihi Yesus dari pada profesi dan pekerjaannya sbg nelayan ikan. Ternyata akhirnya hidupnya menjelaskan bahwa petrus benar benar mengasihi Yesus melebihi dari sgalanya dengan akhir kematiannya yang tragis disalibkan dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas.

– Yesus mengingatkan untuk semakin dewasa beriman tidak mengulangi sejarah dosa dimana dulu sewaktu Yesus di tangkap dan menderita petrus tiga kali menyangkal imannya tentang  Yesus. Akibat kesusahan dan jatuh miskin mungkin bisa saja hidup kita mudah berbalik dari yang beriman menjadi tidak  beriman pada Yesus Kristus.

– Yesus mau meneguhkan dan mengingatkan setiap pernyataan yg tlah dinyatakan harus dpt dipertanggungjawabkan kelak. Mengingatkan kita sdh berapakalikah kita berjanji dihadapan Tuhan? Mulai tardidi- naik sidi- menikah dan membawa anak utk dibaptis,  seringkah kita  mengingkarinya? Janji mana yg sering kita langgar tdk sepenuhnya kita lakukan janji kita itu?

  1. Mengasihi Yesus tidak cukup hanya kata kata yang indah dan sejuk untuk di dengar namun gagal mengeksekusinya. harus ditunjukkan dengan memelihara dan merawat umatNya serta bersaksi pada dunia bahwa perkataan dengabn perbuatan harus seimbang dan dapat dipertanggungjawabkan kelak.
  2. Pentingnya marmahani/menggembalai merupakan tugas panggilan kita sebagai gembala, Parmahan adalah semua umat yang percaya partohonan dan non partohonan, dipesankan kepada kita “Gembalakanlah Domba DombaKu”. Domba yang dimaksud adalah umat yg percaya mulai dari kategori anak, Sekolah Minggu (SM), remja,pemuda, orang tua dan lansia. Jangan sampai kita lupakan kebaikan dari Tuhan yg tlah menggembalakan kamu dengan baik dan setia.
  3. Hiduplah dalam penggembalaan Tuhan dengan prinsip Yesus adalah Gembalaku, dan pekalah mendengar suara gereja dari pada mendengar suara dunia yang sudah terimbas banyak kepalsuan.

Seusai ibadah, diadakan pembinaan Parhalado se-Resort Simangambat yang dihadiri dua puluh lima parhalado. Kegiatan ini bertopik :  HAJONGJONGAN NI SINTUA DOHOT ULAON NI SINTUA DI TONGATONGA NI HURIA. (Parataratahon  Hombar tu Poda Tohonan ni Sintua).

Satu momen yang menggugah hati para parhalado ketika menggerakkan take and list secara spontan mengumpulkan dana untuk mendirikan papan nama HKBP Silantom Jae. Apabila tidak ada papan nama,  siapapun yang melintas dari daerah ini tidak akan mengetahui bahwa bangunan itu adalah gereja HKBP. Hasil spontanitas tersebut terkumpul Rp.  1.235.000,- ( satu juta dua ratus tiga puluh lima ribu rupiah) dan langsung diserahkan kepada pimpinan jemaat agar secepatnya direalisasikan.

Akhir dari semuanya ini, kerinduan jemaat ini berharap mendapatkan perhatian untuk dibantu. Jika Tuhan berkenan dalam waktu dekat, HKBP Distrik I dan seluruh Jemaat Resort Simangambat sepakat akan memrogramkan renovasi gereja, seperti yang selalu dilakukan jemaata se-Resort Simangambat. Jika salah satu gereja membangun maka seresort akan ikut membantu. Setidaknya bisa terbuat dari batu dinding dengan harapan para anak rantau jemaat se-resort Simangambat yang berada diperantauan, para pelayan yang pernah melayani di resort Simangambat dan pemerhati donatur kiranya dapat turut serta berpartisipasi jika rencana ini kita akan mulai  untuk membangun dan merehab dengan mengganti dinding gereja ini dari papan menjadi batu. (Maraden Sakti Lubis)