PONTIANAK, www.hkbp.or.id – Tepatnya di atas Bukit Doa yang terletak di Desa Bebatung Kecamatan Mandor Kabupaten Landak Pontianak Provinsi Kalimantan Barat pada Rabu (28/3/2018) dilakukan penyerahan kelengkapan surat-surat tanah milik HKBP seluas 10,90 Hektare yang dulunya pernah dihibahkan oleh salah satu perusahaan yang dipimpin oleh Hengky dan disaksikan oleh Irjen (Purn) Drs Erwin TP Lumbantobing, yang pada saat itu sedang menjabat sebagai Kapolda Provinsi Pontianak, Kalbar. Penyerahan surat-surat ini sebagai tanda bahwa tanah milik HKBP tersebut sudah memiliki keabsahan dan telah dibuat akta notarisnya serta menyatakan bahwa tanah ini resmi dikelola oleh HKBP yang sebelumnya dikelola oleh PT GRS (Gunung Rinjuan Sejahtera).

Seluruh tanaman yang berada di atas tanah seluas 10,90 Hektare itu kini sudah menjadi sah milik HKBP. Ada tanaman sawit seluas 7 hektare dan 3,90 Ha lagi ditanami dengan tanaman produktif (500 pohon durian, 100 jengkol, 100 petai dan sebahagian kayu serangon).

Penandatanganan ini disaksikan oleh Pendeta HKBP Ressort Kota Baru Pontianak, Majelis HKBP Pontianak, pengacara dari PT GRS, General Manager dan Tim Survey PT GRS, staf kantor pusat dan warga setempat Desa Bebatung Kecamatan Mandor. Setelah penandatanganan selesai Sekretaris Jenderal Pdt David Farel Sibuea MTh DMin bersama-sama dengan parhalado, warga dan PT GRS meninjau langsung tanaman yang berada di atas lahan tersebut dan juga melihat batas-batas tanah yang telah dibuat.

Sebelumnya lokasi tanah ini sangatlah sulit dijangkau oleh kendaraan, saat pertama sekali datang meninjau lahan ini Pdt David dan rombongan masih harus menggunakan mobil double gardan dan memakan waktu 60 menit dari jalan umum hingga sampai ke Bukit Doa. Namun, kini berkat bantuan dan usaha dari Tamba Tua Manurung HKBP serta masyarakat umum telah memiliki akses untuk naik ke atas bukit itu dengan menyita waktu hanya 15 menit. Setelah jalan ini dibuka dan dilakukan pengerasan, sudah banyak masyarakat umum yang naik ke atas bukit untuk melihat keindahan alam dan ciptaan Tuhan pada saat hari libur dan hari biasa.

“Saat ini, HKBP berterima kasih kepada PT GSR dan juga terkhusus kepada jemaat Tuhan yang memberikan waktu dan tenaganya dalam proses pengurusan lahan ini,” ujar Pendeta Sibuea saat menyampaikan sepatah kata setelah acara penyerahan berkas lahan tersebut.

“Semoga ke depannya berkat Tuhan semakin berlimpah kepada HKBP melalui lahan yang sudah ditanami tersebut,” tambahnya. Pdt David juga mengajak jemaat yang hadir pada saat itu untuk saling merawat dan menjaga lahan tersebut agar tidak dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. “Tanah ini adalah milik kita bersama,” ucap Sekjen dengan tegas.

Keesokannya, Sekjen bersama dengan pendeta ressort melakukan kunjungan pastoral ke HKBP Jeruju, salah satu pagaran dari HKBP Pontianak, yang saat ini sedang berbenah diri untuk persiapan menjadi ressort. Dalam kunjungannya, Sekjen berpesan agar tetap menjaga kekompakan jemaat yang selalu bahu membahu di dalam bergotong royong menyukseskan proses persiapan ressort ini juga pembangunan fisik gedung gereja. Transparansi keuangan juga haruslah jelas agar jemaat tidak penuh tanda tanya dan lebih banyak lagi memberi karena mereka tahu apa yang harus dibantu.

Di sana juga, Sekjen berbaur dengan jemaat dan beberapa parhalado yang dipimpin oleh Pdt Bonar Pasaribu STh. Perjalananpun kembali dilanjutkan oleh Sekjen dan rombongan ke HKBP Sikhem Ressort Kota Baru, Pontianak. Jemaat ini memiliki jemaat sejumlah 10 KK dan beribadah di sebuah ruko yang dikontrak, namun tetap memiliki komitmen untuk tetap rajin beribadah. Saat ini, mereka sedang kerja keras untuk mendirikan bangunan gereja di atas tanah yang sudah dibeli oleh pihak gereja seluas 20×30 meter. Sekjen juga langsung mengajak jemaat dan parhalado meninjau lokasi tempat yang akan didirikan rumah ibadah tersebut serta berdoa bersama di sana.

Pada hari Minggu Peringatan Kematian Tuhan Yesus Kristus, Sekjen mengunjungi dan beribadah bersama di HKBP Ebenezer Ressort Kota Baru Pontianak. Berbaur dengan jemaat, menyampaikan firman Tuhan, melayankan perjamuan kudus hingga makan siang bersama dengan parhalado yang kini dipimpin oleh Pdt Wanto Hutagalung STh MM.

Sebelum kembali ke Pearaja, Sekjen dan rombongan mengunjungi jemaat HKBP Teluk Mulus serta memimpin Ibadah Ulaon Nahohom. Kemudian, kunjungan pastoral dan temu ramah dilanjutkan dengan jemaat HKBP Kuala Dua.

Seluruh HKBP yang ada di Pontianak dikunjungi dan dilayani oleh Pendeta Sibuea serta diberikan peneguhan bagi jemaat yang masih berjuang untuk mendirikan rumah ibadah dan motivasi kepada jemaat yang sedang tahap persiapan menjadi ressort. Penulis: Pdt Jona Togatorop / Editor: Daniel Manalu