Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing bersama Ompu Boru didampingi Praeses HKBP Distrik XXX Riau Pesisir Pdt. Jefrin Sipahutar, S.Th bersama Istri, menghadiri Ulang Tahun Ke – 10 CUM Sejahtera HKBP Immanuel Dumai di Dumai, Senin (12/11/2018).

Berdirinya CUM Sejahtera HKBP Immanuel Dumai berawal dari percakapan para parhalado di rumah St. R. Marbun tanggal 25 Mei 2008 yang kemudian dibawa menjadi topik pembicaraan di Rapat Parhalado, yang kemudian disahkan di Rapat Huria. Awalnya CUM Sejahtera ini hanya beranggotakan 21 orang saja yang notabandnya parhalado dengan dana awal Rp. 3.130.000,-. Saat itu Pendeta HKBP Ressort Immanuel Dumai Pdt. Pantun Silitonga, S.Th sangat mendukung program ini sehingga jemaat pun ikut serta mendukung dan mengapresiasi program ini, yang kini telah berkembang dengan baik. CUM Sejahtera yang bermottokan Maju, Bertumbuh, dan Berkembang Bersama ini, kini telah beranggotakan 1802 orang anggota aktif, 426 orang anggota pasif, dan dana CUM Sejahtera telah mencapai 7,42 Millyar.

Rapat Umum Pemegang Saham yang berlangsung tanggal 16 Oktober 2018 telah memutuskan beberapa program terobosan baru untuk pengembangan pelayanan diantaranya, diadakannya dana duka untuk anggota CUM Sejahtera sebesar Rp. 3.500.000,-, mengembangkan dana resiko dengan kaplingan tanah untuk menjamin masa depan CUM tersebut, serta pengadaan Beasiswa untuk anak – anak yang berprestasi. Dalam acara ulang tahun ke – 10 ini, diadakan pemberian deviden kepada anggota CUM Sejartera, ada juga door prize untuk umum siapa saja yang datang hari ini, kata Manajer CUM Sejartera Pdt. Donni Pasla Tambunan, S.Th.

Ompu i Ephorus HKBP dalam bimbingan pastoralnya menyampaikan beberapa hal diantaranya :

  1. Manusia memiliki dua kebutuhan diantaranya kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kedua kebutuhan ini sama – sama penting walaupun kita sebagai orang Kristen harus mengakui kalau kebutuhan rohani yang lebih prioritas, namun keduanya tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Secara khusus bagi kita orang Batak juga kebutuhan itu sangat jelas dan penting, bisa kita pahami dari Umpama Batak “Pir ma pongki bahul bahul pancalongan, pir ma tondi lujuluju ma pangomoan”. Kebutuhan rohani lebih utama, tetapi keduanya itu sejalan. Kalau sehat terpenuhi rohaninya, maka sehat pula jasmaninya.
  2. Bagi gereja kita HKBP, nama CUM ini sangat populer dimana – mana, ada banyak CUM di HKBP. Tetapi kita harus akui saat ini, ada banyak CUM yang saat ini bermasalah, tetapi masih ada yang bagus misalnya seperti CUM Sejahtera HKBP Immanuel Dumai ini. Kunci dari CUM adalah trust (kepercayaan). Kepercayaan antara jemaat dengan pelayannya, kepercayaan antara anggota dengan manajernya, kepercayaan antara anggota dengan anggota, antara pengurus dengan pengurus, anggota dengan pengurus, dan lain – lain. Kalau sudah saling percaya, akan bisa berjalan maksimal dan pasti berkembang. Sebagai Pimpinan HKBP, kami sangat mengharapkan agar semua pengurus dan anggota menjaga kepercayaan ini dengan baik satu sama lain dengan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung – jawab.
  3. 10 Tahun CUM ini berjalan dengan baik, kalau ada yang kurang baik di CUM lainnya, itu menjadi jalan kita untuk belajar supaya tidak terjadi di tempat kita ini. Tentu CUM Sejahtera HKBP Immanuel Dumai ini bisa naik menjadi CUM yang lebih sehat dan terakreditasi untuk bermanfaat bagi kita semua. Selamat kepada kita semua, dan kita harapkan CUM ini menjadi pilar untuk mensejahterakan umat.

Manajer CUM Sejahtera Pdt. Donni Pasla Tambunan mengucapkan terimakasih atas kesediaan Ompu i Ephorus HKBP untuk menghadiri Ulang Tahun CUM Sejahtera ini, yang tentu ini juga ini menjadi kebanggaan bagi seluruh anggota CUM Sejahtera. Dalam kesempatan baik ini juga, Ompu i Ephorus HKBP diminta untuk memberikan beasiswa dari CUM Sejahtera kepada anak – anak yang berpretasi. Hal senada juga disampaikan oleh Pdt. Jusden Sinaga, MM (Direktur Ekonomi Kerakyatan), Utusan Jemaat, Utusan Anggota CUM, Pdt. Ramses Sianipar, M.Div (Pendeta HKBP Ressort Immanuel Dumai) dan lainnya dalam kata sambutan.

Acara ini diawali dengan ibadah yang dilayani Pdt. Oswin Silalahi, S.Th (Pengkhotbah), Biv. Tetty R. Manalu (Liturgist), dan Pdt. Henri Gultom, S.Th (Pendoa Syafaat). Pdt. Oswin Silalahi, S.Th menjelaskan Firman dari 2 Korintus 8: 15 “Orang yang mengumpulkan banyak tidak kelebihan, dan orang yang mengumpulkan sedikit tidak kekurangan”. Siapapun di dunia ini tidak ada yang di dalam hidupnya hanya mengumpulkan harta saja. Tetapi siapapun kita pasti berharap banyak harta. Ternyata di dalam kehidupan ini, tidak semua manusia memperoleh kesempatan untuk memperoleh itu. Untuk menyikapi tentang harta itu pun, manusia itu berbeda – beda. Terkadang yang terjadi, yang mengumpulkan banyak masih kekurangan dan yang mengumpulkan sedikit lebih berkekurangan. Dua jemaat yaitu di Korintus dan di Makedonia memiliki perbedaan yang sangat jauh. Jemaat Makedonia, adalah jemaat yang takut akan Tuhan. Tetapi secara finansial, mereka kekurangan, namun mereka mau berbagi walaupun tidak memiliki banyak harta. Mereka mau berbagi kepada saudaranya dan orang lain, hampir hidup di dalam kemiskinan tetapi kaya dalam kasih sebagaimana yang dikatakan Tuhan.

Sebaliknya, jemaat Korintus adalah jemaat yang kaya, yang berusaha mengumpulkan harta sebanyak – banyaknya, tetapi sayangnya mereka sangat pelit dan kikir, yang tidak mau memberikan bantuan kepada saudaranya. Jiwa mereka kosong dan haus karena selalu berupaya untuk mengumpulkan harta saja. Paulus mengatakan kepada jemaat di Korintus , bahwa hidup sebagai jemaat Tuhan bukan persoalan banyaknya harta tetapi bagaimana kita berbagi kepada orang lain. 10 Tahun CUM ini berdiri dengan tujuan untuk mensejahterakan jemaat. Mengumpulkan dan menyimpan dalam CUM itu adalah usaha pribadi, berbeda dengan jemaat Korintus. Persoalan mengumpulkan banyak berbeda dengan persoalan yang terjadi di Korintus. Kondisi kita, semakin banyak yang kita kumpulkan maka semakin besar peluang kita untuk membantu orang lain – meningkatkan ekonomi banyak orang, kata Pdt. Oswin Silalahi.

Ini adalah kesempatan kita untuk memberikan uluran tangan kasih kepada orang lain. Yang mengumpulkan banyak, adalah upaya dalam rangka untuk berbagi, dan yang mengumpulkan sedikit bukan berarti tidak perduli kepada orang lain, tetapi kesempatan itu merupakan tahap demi tahap yang harus kita lalui. Dengan Ucapan Syukur hari ini, seperti tahun lalu ulang tahun ke – 9, ada pembagian deviden sehingga pulang pun dengan senyuman dan ada banyak hadiah. Lalu hari ini kita akan berbagi, “berbagi”adalah kata kunci. CUM Sejahtera ini mau berbagi dengan kita dan kita berbagi dengan orang lain. senyuman dan sukacita kita akan berbuah dengan berbagi kepada orang lain. CUM Sejahtera, merupakan salah satu kesaksian jemaat dan pelayan HKBP beserta seluruh anggoa CUM ini di tengah – tengah jemaat dan masyarakat, tambah Pdt. Oswin Silalahi.

Sebagai tanda ulang tahun ke – 10 CUM Sejahtera ini, dilakukan pelepasan balon oleh Ompu i Ephorus HKBP didampingi Ompu Boru, Praeses dan Isteri, Pengurus, Para Pendeta, dan parhalado HKBP Immanuel Dumai. Balon tersebut berisikan uang, yang nantinya bagi siapa yang mendapatkannya dapat digunakan untuk kebutuhannya. Kemudian dilanjut dengan Pemotongan Kue Ulang Tahun ke – 10 CUM Sejahtera oleh Ompu i Ephorus dan Ompu Boru yang diawali dengan nyanyian ulang tahun kemudian dilanjut dengan pemotongan kue ulang tahun sekaligus memberikan kepada masing – masing utusan yang telah diaturkan panitia. Dalam acara ini turut hadir juga para Pelayan Penuh Waktu HKBP Distrik XXX Riau Pesisir diantaranya, Pdt. Oswin Silalahi, Pdt. Henri Gultom, Pdt. Marupa Sianipar, Pdt. Elfred Situmeang, Pdt. Roy Hendra Hasibuan, Pdt. Six Yandri Silitonga, Pdt. Rimbun Hasibuan, dan lainnya. //Pdt. Alter Pernando Siahaan