Kamis (26/7) bertempat di Ruang Oval Kantor Pusat HKBP, berlangsung Rapat Yayasan Kesehatan HKBP yang dihadiri oleh Pengurus, Pengawas, dan Pembina Yayasan Kesehatan HKBP. Rapat yang turut juga menghadirkan utusan Team Pokja Advokasi HKBP, dan Biro Hukum HKBP ini, dipimpin oleh Pembina Yayasan Kesehatan HKBP/Pimpinan HKBP.

Sejak dimulainya rapat yayasan tersebut Pkl. 11.00 Wib berlangsung serius membicarakan upaya – upaya mengembangkan pelayanan Rumah Sakit HKBP Balige, walaupun Ketua Yayasan Trimedya Panjaitan, SH, MH tidak dapat hadir dikarenakan tugasnya. Pengurus dan Pengawas Yayasan Kesehatan HKBP dalam pendapatnya, memberitahukan kalau sudah lama ada kerinduan seperti ini untuk berkumpul bersama, lengkap tiga organ Yayasan Kesehatan HKBP dalam membicarakan kebijakan – kebijakan pengembangan Rumah Sakit HKBP. Bahkan cukup terkejut juga dengan adanya berita yang justru kami tahu dari Surat Kabar dan Median Online tentang Rumah Sakit HKBP Balige yang kita cintai ini. Ada juga Rumah Sakit HKBP di Nainggolan namun itu mungkin hampir tidak pernah tersentuh oleh yayasan bagaimana cari mengembangkan rumah sakit ini apalagi dalam konteks Samosir yang sedang fokus sektor pariwisata, pungkas salah satu pengurus yayasan.

Menyikapi informasi yang beredar dari Surat Kabar dan Media Online tentang pelantikan Direktur Rumah Sakit HKBP Balige, dibenarkan Pembina Yayasan bahwa itu terjadi tanpa sepengetahun Pembina Yayasan. Keenam Pembina Yayasan Kesehatan HKBP (Kelima Pimpinan HKBP dan Praeses HKBP Distrik XI Toba Hasundutan) secara bergantian memberikan penjelasan akan kondisi Rumah Sakit HKBP sekaligus harapan ke depan agar lebih baik secara pelayanan dan koordinasi kerjasama.

Rapat ini juga membahas tentang persiapan Perayaan Jubileum 100 Tahun Rumah Sakit HKBP Balige yang akan diadakan pada Minggu 5 Agustus 2018 di Kompleks gereja HKBP Balige. Ompu i Ephorus selaku Ketua Pembina Yayasan Kesehatan HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing menegaskan kalau acara 100 tahun Rumah Sakit bukanlah hanya semata kegiatan Rumah Sakit, tetapi juga seluruh HKBP, karena Rumah Sakit itu adalah milik HKBP.  Sehubungan dengan itu, sangatlah perlu kalau HKBP mensyukuri berkat Tuhan dengan perayaan tersebut kalau Rumah Sakit menjadi pioner kesehatan di Tanah Batak, selain itu sangat perlu menciptakan rasa memiliki di seluruh jemaat HKBP akan rumah sakit ini.

Secara usia sudah tua, namun pelayanan dan sistem masih banyak yang perlu dibenahi agar menjadi lebih baik, apalagi menghadapi tantangan kemajuan saat ini, yang banyak menawarkan obat, cara pengobatan, pelayanan kesehatan, hadirnya rumah sakit yang terbaru dengan fasilitas yang lebih lengkap, itu makanya penting sekali untuk bersama – sama memikirkan dan mengambil keputusan untuk strategi pelayanan yang lebih baik, kata pembina Yayasan Kesehatan HKBP.

Tambah lagi, sehubungan dengan adanya berita yang beredar dan keresahan jemaat dan pelayan HKBP tentang berita kalau dr. Suryadi Panjaitan telah dilantik menjadi Direktur Rumah Sakit Dr. Pirngadi Medan, itu juga dibenarkan kalau pelantikan itu justru saat ketika dr. Suryadi Panjaitan masih menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit HKBP Balige. Kondisi ini menyebabkan keresahan keberlangsungan pelayanan Rumah Sakit HKBP Balige dengan beberapa pertimbangan dan kebutuhan. Keresahan itu terjadi terlebih dahulu dari jemaat dan pelayan HKBP, yang mengkonfirmasi kejadian kebenaran akan berita tersebut, dan salah satu keberatannya adalah karena pelantikan diadakan di sebuah hotel bukan diadakan di yayasan ataupun di gereja. Namun itu pun, kita usahakan agar semuanya berjalan sesuai prosedur yang berlaku sesuai Akta Pendirian Yayasan Kesehatan HKBP.  Dengan diadakannya Rapat Kesehatan HKBP ini, yang notaband telah lama dinantikan oleh Pengurus dan Pengawas Yayasan Kesehatan HKBP, telah menjawab keresahan jemaat dan pelayan HKBP yang terjadi belakangan ini.

Rapat tersebut menghasilkan kesepakatan untuk berkomitmen bersama – sama membenahi Rumah Sakit HKBP Balige, yang terlebih dahulu Pengurus Yayasan Kesehatan HKBP akan memilih Pelaksana Direktur Rumah Sakit HKBP Balige hingga nantinya akan terpilih Direktur yang definitif. Menyangkut proses pemilihan Direktur Definitif Rumah Sakit HKBP Balige, juga telah disepakati akan diperpanjang hingga tiga bulan mendatang Oktober 2018, dengan harapan terpilihnya direktur yang berkualitas sesuai kebutuhan Rumah Sakit dan Undang – undang yang berlaku di negara ini. Peserta rapat pun, sangat mengharapkan agar rapat yayasan kesehatan HKBP dapat secara berkala atau rutin dilakukan demi kemajuan Rumah Sakit HKBP Balige. Rapat yang berlangsung hingga Pkl. 16.15 Wib tersebut berjalan dengan baik, dan diakhiri dengan doa penutup.

Sebagai informasi tambahan, tepat Minggu 5 Agustus 2018 ini, Huria Kristen Batak Protestan akan merayakan Jubileum 100 Tahun Rumah Sakit HKBP Balige yang akan diadakan di kompleks gereja HKBP Balige mulai Pkl. 09.00 Wib. Panitia Jubileum sendiri, sangat mengharapkan Undangan Resmi, Surat Warta yang dibacakan di seluruh gereja HKBP berada, akan memperdengarkan sukacita jubileum ini. Menurut info, akan hadiri dari para pemerhati, simpatisan, jemaat dan pelayan HKBP dari berbagai daerah pelayanan, tamu dari unsur pemerintahan, tamu istimewa dari dalam dan luar negeri, dan juga para pelaku sejarah, dan lain – lain. (Penulis: Pdt. Alter Pernando Siahaan)