TARUTUNG (29/8) – Pimpinan tertinggi Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Ephorus Pdt. Dr. Victor Tinambunan, mengeluarkan surat pastoral pada 29 Agustus 2025. Surat ini secara resmi menanggapi gelombang unjuk rasa yang terjadi di Jakarta dan berbagai kota lainnya pada 25 Agustus 2025, yang dinilai HKBP sebagai “denyut nadi bangsa.”
Dalam suratnya, HKBP menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi yang terjadi, namun juga melihatnya sebagai pintu gerbang menuju Indonesia yang lebih adil dan beradab. Gereja secara khusus menyampaikan rasa duka cita bagi para korban jiwa dan mereka yang terluka dalam aksi tersebut, mengingatkan bahwa setiap nyawa adalah anugerah Tuhan yang tidak ternilai.
HKBP menegaskan bahwa unjuk rasa adalah hak konstitusional warga negara, tetapi harus dilakukan secara damai, tertib, dan bermartabat, tanpa kekerasan, provokasi, atau ujaran kebencian. Gereja juga mengimbau pemerintah dan aparat penegak hukum untuk bersikap arif, bijaksana, dan berani mendengarkan suara rakyat.
Sebagai bagian dari panggilan gereja, HKBP mengajak seluruh jemaatnya di mana pun berada untuk mendoakan para pemimpin bangsa, mempererat tali persaudaraan, dan menjadi teladan dengan membawa damai serta keadilan dalam kehidupan sehari-hari. Surat ini menekankan keyakinan bahwa Indonesia akan kuat apabila dibangun di atas pilar-pilar keadilan, solidaritas, dan kasih yang inklusif.
