Hasyim Djojohadikusumo dan Tiga Wamen Hadiri Dialog Nasional Iklim di Tapanuli Utara, Ephorus HKBP Tunjukkan Dukungan Penuh

TAPANULI UTARA (11/1) – Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hasyim Djojohadikusumo, menghadiri acara Dialog Nasional Iklim dan Lingkungan Hidup yang diselenggarakan di Kantor Pusat HKBP Pearaja, Tarutung, Tapanuli Utara. Acara bertajuk “Merawat Bumi, Menguatkan Solidaritas, dan Menjaga Masa Depan Bangsa” ini juga dihadiri oleh tiga Wakil Menteri (Wamen) serta jajaran kepala daerah se-Sumatera Utara.

Sinergi Pemerintah dan Lembaga Keagamaan

Kegiatan ini diawali dengan aksi nyata berupa penanaman 1 juta pohon secara simbolis sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. Selain jajaran pejabat pemerintah, hadir pula Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, yang menyatakan komitmen jemaat HKBP dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“HKBP meyakini bahwa Injil bukan hanya tentang keselamatan di surga, melainkan juga kesejahteraan di bumi. Kami siap berada di garda terdepan membantu reboisasi hutan lindung dan hulu sungai,” ujar Pdt. Victor dalam sambutannya. Sebagai bentuk penghormatan, pihak HKBP menyematkan Ulos Harungguan (Raja dari segala Ulos) kepada Hasyim Djojohadikusumo.

Respons Terhadap Bencana Alam di Sumatera Utara

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, melaporkan kondisi terkini provinsi yang dipimpinnya. Ia menyoroti musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Sumut pada akhir 2025.

“Kami menyadari bencana ini bukan hanya karena curah hujan tinggi, tapi juga dipicu tindakan manusia. Kehadiran Bapak Hasyim dan para Wamen menjadi bimbingan bagi kami dalam mengambil kebijakan lingkungan di tingkat daerah agar bencana serupa dapat diantisipasi,” tegas Bobby.

Paparan Strategis Tiga Kementerian

Dialog ini menghadirkan tiga kementerian kunci untuk membahas solusi lingkungan yang berkelanjutan:

  1. Kementerian Lingkungan Hidup: Wamen Dias Hendro Priyono menekankan pentingnya Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) sebagai acuan pembangunan. Ia juga menargetkan pengelolaan sampah hingga 51% melalui program waste-to-energy.

  2. Kementerian Kehutanan: Wamen Rohmat Marzuki berfokus pada penguatan status hutan lindung dan hutan produksi di wilayah Sumatera Utara yang mencapai lebih dari 3,8 juta hektar.

  3. Kementerian Pertanian: Wamen Sudaryono menyoroti keterkaitan antara kelestarian lahan dengan ketahanan pangan nasional.

Komitmen Nasional

Ketua Umum Pengurus Pusat Gekira, Nikson Silalahi, menyatakan bahwa dialog ini adalah bentuk dukungan nyata organisasi terhadap program Presiden Prabowo Subianto dalam mengatasi krisis iklim. “Ini bukan hanya tugas pemerintah atau pengusaha, tapi kebersamaan seluruh rakyat untuk merawat alam agar masa depan bangsa tidak kabur,” tutup Nurdin Tampubolon selaku koordinator pelaksana.

Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi diskusi teknis antara kementerian dengan para kepala daerah terdampak bencana seperti Bupati Tapanuli Selatan, Bupati Humbang Hasundutan, dan Walikota Medan untuk merumuskan solusi konkret di lapangan.

Scroll to Top