HKBP Hadirkan Pemulihan dan Harapan Baru bagi Warga Terdampak Bencana Ekologis di Sibalanga

Dokumentasi Foto

Sibalanga, Adiankoting (4/1) – Sebagai wujud nyata kehadiran gereja di tengah pergumulan jemaat, HKBP menyelenggarakan kegiatan Christmas Healing dan Perayaan Tahun Baru 2026 bagi masyarakat yang terdampak bencana ekologis di Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, pada Minggu, 4 Januari 2026. Kegiatan yang dipusatkan di gereja HKBP Sibalanga ini bertujuan untuk memberikan penguatan iman dan pemulihan psikologis bagi para korban bencana.

Ibadah syukur dan pemulihan ini dipimpin langsung oleh Kepala Departemen Marturia HKBP, Pdt. Bernard Manik, M.Th. Lebih dari 500 warga dan jemaat hadir dengan penuh antusias, menciptakan suasana khidmat yang berpadu dengan kebersamaan hangat sebagai ruang pemulihan bagi hati yang terluka pascabencana.

Dalam pesan pastoralnya, Kepala Departemen Marturia menegaskan pentingnya menjaga pengharapan di tengah situasi sulit. “Tuhan merancangkan kebaikan bagi kehidupan umat-Nya. Di tengah situasi sulit sekalipun, Ia senantiasa menyertai dan berjalan bersama kita,” pesannya untuk menguatkan jemaat agar tidak berputus asa.

Rangkaian kegiatan tidak hanya diisi dengan ibadah, tetapi juga aksi kasih yang menyentuh berbagai lapisan usia, meliputi:

  • Makan bersama sebagai simbol persekutuan.
  • Penyerahan tanda kepedulian dan bingkisan Natal bagi anak-anak.
  • Pemberian Buku PHD Ama Lansia sebagai dukungan literasi spiritual bagi orang tua.

Praeses HKBP Distrik II Silindung menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat Departemen Marturia. Ia menyebut aksi ini sebagai bukti nyata solidaritas gereja yang tidak membiarkan jemaat berjuang sendirian menghadapi dampak kerusakan lingkungan. Kepedulian ini juga menarik simpati para pemerhati dari luar daerah. Turut hadir memberikan dukungan moral dan materi secara spontan tokoh-tokoh Batak dari Pulau Jawa, antara lain Bapak Ido Hutabarat, Ibu Dra. Sandra Sidabutar, Ir. R.E.S. Sinurat, dan Bapak Kamidun Pandiangan. Kehadiran mereka mempertegas bahwa beban yang dipikul warga Sibalanga adalah kepedulian bersama seluruh jemaat HKBP.

Melalui momentum ini, HKBP mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus saling menguatkan dan menaikkan doa demi pemulihan ekologi serta sosial di Sibalanga. Kiranya kasih Tuhan menjadi sumber kekuatan utama dalam menyongsong tahun yang baru dengan pengharapan yang teguh.

Scroll to Top