Silangit (20/2) – Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) resmi memulai kegiatan Pemberdayaan Kepala Bidang Koinonia, Marturia, dan Diakonia se-HKBP di Perkampungan Pemuda Jetun, Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara. Kegiatan strategis yang berlangsung mulai Rabu (18/2/2026) hingga Jumat (20/2/2026) ini mengumpulkan seluruh Kepala Bidang (Kabid) dari tiap Distrik guna menyamakan persepsi, memperkuat peran, dan merumuskan langkah konkret dalam menyukseskan Tahun Transformasi 2026 yang mengusung tema “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga”.
Pada sesi utama, Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum rohani yang mendalam untuk menyalakan kembali api panggilan melayani. Ephorus menekankan secara khusus urgensi pengajaran iman di keluarga sebagai benteng pertahanan utama dalam menghadapi lima ancaman besar nasional saat ini, yakni: kerusakan lingkungan, korupsi, disintegrasi sosial, krisis moral generasi muda (NAPZA), dan kejahatan siber.
“Keluarga adalah altar pertama dan sekolah iman yang utama, tempat benih Injil ditaburkan dari generasi ke generasi. Dari keluarga yang diteguhkan dalam iman, gereja dan bangsa memperoleh kekuatan moral serta spiritual yang kokoh,” tegas Pdt. Dr. Victor Tinambunan.
Acara pembekalan diawali dengan ibadah bersama dan sambutan dari jajaran pimpinan pusat HKBP. Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Rikson M. Hutahaean, M.Th., dalam arahannya mengajak seluruh Kabid untuk membangun semangat kolaborasi, integritas, dan tanggung jawab bersama. Ia menekankan pentingnya kesatuan visi agar program gereja dapat berjalan selaras di seluruh distrik.
Pada hari kedua (19/2/2026), kegiatan difokuskan pada sesi orientasi spesifik dan diskusi terarah (focus group discussion). Peserta dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan bidang pelayanannya, dipimpin langsung oleh Kepala Departemen masing-masing di tiga lokasi terpisah di area Jetun Silangit.
Kepala Departemen Koinonia, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, memimpin Kabid Koinonia untuk merumuskan penguatan ibadah rumah tangga dan pembinaan persekutuan. Kepala Departemen Marturia, Pdt. Bernard Manik, M.Th., memandu Kabid Marturia untuk merancang strategi kesaksian yang kontekstual dan berdampak di tengah perubahan zaman. Sementara itu, Kepala Departemen Diakonia, Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min., mengarahkan Kabid Diakonia untuk menghadirkan pelayanan kasih yang nyata dan menyentuh kebutuhan konkret masyarakat.
Diskusi di setiap kelompok berlangsung dinamis. Para peserta saling berbagi program strategis, merefleksikan hambatan pelayanan di distrik masing-masing, dan mencari solusi yang aplikatif dan terintegrasi dengan Program Hatopan (Pusat). Pembahasan tidak hanya berhenti pada tataran konseptual, tetapi diarahkan pada implementasi nyata seperti pendampingan orang tua dan pembinaan generasi muda.
Di sela-sela padatnya agenda pemberdayaan pada hari Kamis (19/2/2026), HKBP juga menerima kunjungan kehormatan dari delegasi Distrik An Der Agger, Jerman, yang diwakili oleh Ibu Beate, Ibu Schield, dan Pdt. Pollmann. Kunjungan ini merupakan implementasi program kemitraan berkelanjutan dengan Distrik VI Dairi dan Distrik X Medan Aceh, yang berfokus pada program pertukaran pemuda tahunan. Sebagai wujud persaudaraan oikumenis dan doa penyertaan Tuhan, pimpinan HKBP menyematkan ulos kepada para delegasi Jerman tersebut.
Menutup seluruh rangkaian kegiatan pada Jumat (20/2/2026), Pimpinan HKBP menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh peserta. Diharapkan, melalui pembekalan ini, para Kepala Bidang dapat kembali ke distrik masing-masing dengan visi yang dipertajam dan komitmen yang diperbarui untuk membawa kemajuan pelayanan HKBP di masa depan.



























