BALI (22/11) – Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.S.T., menyoroti jurang perbedaan mencolok dalam pariwisata antara Bali dan Tano Batak. Sepanjang 2024, Bali dikunjungi 6,3 juta wisman, sementara Samosir, jantung Danau Toba, hanya 15.705 orang. Ephorus menilai, perbedaan ini bukan hanya soal promosi, melainkan kesetiaan merawat alam sebagai jiwa daerah. Ia mengapresiasi Bali yang merawat kearifan lokal (Tri Hita Karana) dan menjaga simbol alam seperti Pohon Bayan berusia 700 tahun. Pdt. Victor mengkritik sikap destruktif sebagian pihak terhadap lingkungan Tano Batak. Beliau menyerukan agar Tano Batak kembali pada kearifan leluhur: menghormati tanah, menjaga hutan, dan melindungi danau, agar alam Toba pantas dicintai dan dunia akan datang.