PEARAJA (2/3) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST., mengeluarkan surat pastoral strategis sebagai respons iman terhadap eskalasi konflik geopolitik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Fokus utama arahan ini adalah memanggil jemaat untuk mengedepankan kearifan dan pengendalian diri di tengah ketidakpastian global. Gereja menekankan pentingnya peran jemaat sebagai pembawa damai yang menolak narasi kebencian, serta mendorong solidaritas kemanusiaan bagi para korban terdampak. Hal ini bertujuan agar seluruh jemaat tetap kokoh dalam pengharapan dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi yang dapat merusak persatuan bangsa. Selain aspek spiritual, surat pastoral ini menyoroti perlunya kewaspadaan ekonomi dan sosial dalam menghadapi dampak konflik bersenjata terhadap stabilitas energi serta bahan pokok. Jemaat didorong untuk mengelola keuangan dengan bijak dan mengutamakan kebutuhan mendasar sebagai bentuk tanggung jawab praktis. Melalui penguatan nilai perdamaian dalam keluarga dan gereja, HKBP berkomitmen menjaga kerukunan nasional sekaligus aktif mendoakan para pemimpin dunia agar dianugerahi hikmat menuju jalan dialog. Langkah ini diharapkan mampu mengubah kegelisahan jemaat menjadi aksi nyata yang menyejukkan, menjadikan setiap orang percaya sebagai duta kasih Kristus di tengah krisis dunia yang kompleks.