PEARAJA, TARUTUNG (20/10) — Pimpinan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Ephorus Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST., menyerukan pemerintah untuk segera menghentikan konflik agraria berkepanjangan antara masyarakat adat dan PT Toba Pulp Lestari (TPL) di wilayah Tano Batak. Seruan yang ditandatangani di Pearaja, Tarutung, ini menegaskan dukungan penuh HKBP terhadap masyarakat yang lahannya terampas dan menuntut pemerintah—Presiden, Menteri LHK, BPN, serta Kepolisian—untuk menghentikan aktivitas PT TPL demi melindungi warga dari kekerasan dan gangguan akses jalan. Komisi XIII DPR RI, dipimpin Sugiat Santoso, turut merespons dengan merekomendasikan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). HKBP bersama organisasi masyarakat sipil seperti AMAN Tano Batak dan KSPPM berkomitmen mendampingi warga hingga keadilan terwujud. “Biarlah keadilan bergulir seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir,” tegas Ephorus, menyerukan pencabutan izin PT TPL demi kelestarian tanah warisan leluhur.