SIPAHORAS, TAPANULI UTARA (19/10) — Aksi solidaritas masyarakat Lamtoras-Sihaporas bersama para aktivis ekologis dan tokoh gereja berlangsung pada Sabtu, 18 Oktober 2025. Mereka bergotong royong menimbun kembali lubang sedalam 10 meter yang dibuat oleh petugas PT Toba Pulp Lestari (TPL) di jalan penghubung antara pemukiman warga dan area perladangan. Kegiatan dimulai dengan ibadah bersama di perkampungan Sihaporas, dipimpin oleh Pastor Walden Sitanggang selaku Ketua Sekretariat Bersama Gerakan Oikumenis untuk Gerakan Keadilan Ekologis Sumatera Utara. “Kami melakukan ibadah dan gotong royong memperbaiki jalan ke ladang masyarakat yang sebelumnya dirusak alat berat PT TPL,” ujar Pastor Walden, Minggu (19/10). Aksi tersebut diikuti berbagai elemen, termasuk pastor, suster, frater, bruder, pendeta dari HKI, JPIC Kapusin, JPIC Fransiskan, STT HKBP, serta aktivis dari KSPPM, Bakumsu, AMAN, dan relawan lingkungan. Mereka bersatu menunjukkan dukungan bagi masyarakat adat Lamtoras. Namun, pada malam harinya sekitar pukul 22.00, warga mendengar suara alat berat di lokasi jalan yang baru selesai diperbaiki. “Ternyata jalan itu kembali dirusak oleh pihak TPL,” ungkap aktivis lingkungan Hengky Manalu. Esok paginya, warga menemukan tiga titik jalan yang telah digali ulang dengan alat berat. Tindakan tersebut dinilai mengabaikan rekomendasi Komisi XIII DPR RI yang sebelumnya meminta agar akses jalan warga dipulihkan. Situasi ini kembali memicu keprihatinan publik atas konflik lahan dan akses masyarakat adat di kawasan Sihaporas.