TARUTUNG (14/1) – Ephorus HKBP melalui akun media sosialnya memberikan pemaknaan mendalam terhadap Doa Bapa Kami dalam konteks krisis ekologis saat ini. Berdasarkan teks asli Yunani, permohonan “makanan secukupnya” lebih tepat dimaknai sebagai “apa yang dibutuhkan untuk hidup.” Hal ini menegaskan bahwa doa tersebut bukan sekadar permohonan, melainkan pedoman etika untuk membatasi kerakusan dan peduli terhadap sesama. Ephorus menekankan bahwa kerusakan lingkungan di Indonesia berakar pada ketamakan segelintir pihak. Mengutip Mahatma Gandhi, beliau mengingatkan bahwa bumi cukup untuk kebutuhan semua orang, namun tidak akan pernah cukup untuk memuaskan ketamakan. Pesan ini menjadi seruan bagi warga HKBP untuk hidup bersahaja dan bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian alam demi kelangsungan hidup bersama.

Scroll to Top