TARUTUNG (23/2) – Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Rikson M. Hutahaean, M.Th., memberikan penekanan penting mengenai integritas pelayanan dalam khotbah di tengah maraknya penggunaan kecerdasan buatan (AI). Fokus utama arahan ini adalah mengingatkan para pelayan untuk kembali pada esensi pengabdian, yaitu menyampaikan apa yang diyakini secara pribadi melalui pergumulan mendalam terhadap Alkitab. Langkah ini bertujuan untuk menjaga orisinalitas iman dan ketajaman spiritual pengkhotbah agar pesan yang disampaikan bukan sekadar narasi teknis, melainkan kesaksian hidup yang mampu menggerakkan hati jemaat. Refleksi ini menegaskan bahwa penggunaan teknologi tanpa penyaringan dapat melemahkan kapasitas intelektual dan spiritualitas seorang pelayan Tuhan. Seperti otot yang akan lumpuh tanpa latihan, kemampuan berpikir dan menggumuli firman akan tumpul jika terlalu bergantung pada alat instan. Melalui peringatan ini, HKBP berkomitmen menjaga kualitas pengajaran iman yang lahir dari hubungan pribadi pelayan dengan Tuhan. Tujuannya adalah memastikan setiap khotbah di mimbar tetap memiliki otoritas spiritual yang kuat demi pertumbuhan iman jemaat yang autentik di era digital.

Scroll to Top