TARUTUNG (30/12) – Melalui refleksi dari kantor pusat Pearaja, Ephorus HKBP menekankan pentingnya perubahan perilaku manusia terhadap alam di tengah meningkatnya ancaman banjir dan longsor. HKBP memandang krisis ekologis yang terjadi saat ini sebagai akibat dari kerusakan hutan dan hilangnya keseimbangan alam yang memicu bencana saat musim hujan tiba. HKBP secara resmi menyerukan agenda “Pertobatan Ekologis” kepada seluruh jemaat. Kegiatan ini diwujudkan melalui komitmen merawat bumi, menanam kembali hutan yang gundul, dan menghentikan perusakan ruang hidup air. Pesan ini menegaskan posisi HKBP yang tidak hanya melayani kerohanian, tetapi juga aktif memimpin gerakan pelestarian lingkungan demi memastikan masa depan yang aman bagi seluruh ciptaan.

Scroll to Top