TARUTUNG (7/2) – Ephorus HKBP memberikan pesan pastoral mengenai kedewasaan iman dalam menyikapi pujian dan cacian. Beliau menekankan bahwa setiap pujian seharusnya dikembalikan sebagai syukur atas anugerah Tuhan, bukan untuk kesombongan diri. Sebaliknya, cacian tidak boleh merampas sukacita karena nilai diri sejati ditentukan oleh Tuhan, bukan penilaian manusia. ​Pesan ini mengajak jemaat untuk hidup dalam kejujuran dan kerendahan hati dengan prinsip bahwa segala perbuatan adalah urusan pribadi antara manusia dengan Tuhan. Melalui refleksi di Salib Kasih, jemaat diingatkan untuk tetap fokus memuliakan Tuhan di setiap langkah kehidupan tanpa terombang-ambing oleh suara dunia.

Scroll to Top