Renungan Epistel Minggu, 18 Januari 2026

Doa Pembuka.. Damai sejahtera dari Allah Bapa, yang melampaui akal dan pengertianmu, itulah kiranya yang memelihara hati dan pikiranmu. Di dalam Yesus Kristus Tuhan. Amin…

Bapak Ibu , sauadara/i sekalian yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus Firman Tuhan di Epistel Minggu tanggal 18 Januari 2026, di minggu  II Stelah Ephipanias diambil dari Mazmur 40 : 5-11. Saya akan bacakan, Demikian Firman Tuhan,

 

  1. 5. (40-6) Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau!

Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung.

  1. 6. (40-7) Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian,

tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.

  1. 7. (40-8) Lalu aku berkata: “Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;
  2. 8. (40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.”
  3. 9. (40-10) Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.
  4. 10. (40-11) Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan

kepada jemaah yang besar.

11 (40-12) Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku,

kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu!

 

 

Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih Dalam Nama Tuhan,  Sering kali dalam hidup, kita merasa bahwa doa kita seolah tidak didengar, atau perjuangan yang kita lalui terasa sia-sia. Kita melihat masalah yang menumpuk dan tantangan yang tak kunjung selesai, hingga sulit bagi kita untuk melihat tangan Tuhan di balik semua itu. Mazmur 40:5-11 hadir sebagai pengingat bahwa Allah bekerja dengan cara yang sering tak terlihat, namun selalu nyata dan penuh kasih.

Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, Pemazmur menulis dengan hati yang terbuka: “Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, dan betapa dalam perhitungan-Mu terhadap kami; tak seorang pun dapat menyatakannya, tak seorang pun dapat menghitungnya.” Dalam kehidupan sehari-hari, kita cenderung fokus pada apa yang salah, tetapi ayat ini mengajak kita untuk berhenti sejenak dan menyadari semua kebaikan Tuhan yang sering tersembunyi di balik kesibukan dan rutinitas kita. Pernahkah kita menghitung berapa kali Tuhan menyelamatkan kita dari masalah, memberi kita kesempatan baru, atau menuntun kita melalui jalan yang tampak buntu? Banyak dari hal itu tak kita sadari, tetapi tetap nyata.

Lebih dari sekadar mengakui perbuatan Tuhan, pemazmur menegaskan pentingnya ketaatan dan kesediaan untuk hidup sesuai kehendak Allah: “Aku datang, ya Allah, untuk melakukan kehendak-Mu; Firman-Mu ada di dalam hatiku.” Hidup dalam ketaatan berarti kita tidak hanya mendekat kepada Tuhan ketika butuh pertolongan, tetapi juga menempatkan Firman-Nya sebagai pedoman hati dan tindakan kita. Refleksi ini menantang kita untuk menanyakan diri: apakah kita benar-benar menyerahkan hidup kita, atau hanya mengikuti Tuhan secara formal? Ketaatan sejati lahir dari hati yang tulus dan kepercayaan penuh bahwa Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita.

Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, Mazmur ini juga mengingatkan kita tentang peran kita sebagai saksi kasih Tuhan: “Aku tidak menyembunyikan kebaikan-Mu; aku memberitakan kesetiaan-Mu dan keselamatan-Mu.” Refleksi ini mengajak kita untuk menelusuri setiap aspek kehidupan: pekerjaan, keluarga, teman, bahkan interaksi sehari-hari di masyarakat. Apakah kita menjadi cermin dari kasih dan kesetiaan Tuhan? Setiap tindakan baik, perkataan yang menguatkan, dan kehadiran yang menenangkan adalah cara kita membagikan kesaksian. Hidup yang dipenuhi syukur dan kasih bukan hanya menguatkan iman kita sendiri, tetapi juga menolong orang lain menemukan Allah yang setia. Mazmur 40:5-11 mengajak kita untuk merenung: melihat lebih dari masalah, menghargai setiap pertolongan Tuhan, hidup dalam ketaatan, dan menjadi saksi bagi orang lain. Ketika kita mulai melihat hidup melalui lensa syukur dan kesetiaan, kita akan menyadari bahwa setiap langkah, setiap perjuangan, dan setiap berkat adalah bagian dari rencana Tuhan yang indah. Tuhan tidak hanya hadir di momen besar, tetapi juga di hal-hal kecil yang membentuk hari-hari kita.

 

Doa Penutup : Terimakasih Ya Tuhan Allah, untuk FirmanMu yang telah kami dengar. Ajari kami untuk selalu bersyukur memiliki Engkau, ajarkan kami bahwa betapa bahagianya kami karena Engkau begitu mengasihi kami. Dengan bimbingan rohMu, kami akan melakukan FirmanMu untuk kemuliaan namaMu. Kami serahkan hidup kami hari ini, esok dan selamanya hanya kedalam tangan pengasihanmu. Di dalam Yesus Kristus Kami Berdoa. Amin.

Pdt. Panuturi Sitompul

Scroll to Top