Renungan Evangelium Okuli, 8 Maret 2026

Evangelium Minggu Okuli  : 1 Tawarikh 22: 14-19

Topik Minggu                        : Mengarahkan Hati dan Jiwa untuk Mencari Tuhan

 

Doa Pembuka                        : Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, itulah kiranya yang memelihara hati dan pikiran saudara, di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Amin.

22:14   :Sesungguhnya, sekalipun dalam kesusahan, aku telah menyediakan untuk rumah TUHAN itu seratus ribu talenta emas dan sejuta talenta perak dan sangat banyak tembaga dan besi, sehingga beratnya tidak tertimbang; juga aku telah menyediakan kayu dan batu. Tetapi baiklah engkau menambahnya lagi.

22:15   : Lagipula engkau mempunyai sangat banyak pekerja, yakni pemahat-pemahat batu, tukang-tukang batu dan kayu dan orang-orang yang ahli dalam segala macam pekerjaan

22:16   : emas, perak, tembaga dan besi, yang tidak terhitung banyaknya. Mulailah bekerja! TUHAN kiranya menyertai engkau!”

22:17   : Dan Daud memberi perintah kepada segala pembesar Israel itu untuk memberi bantuan kepada Salomo, anaknya, katanya:

22:18   : “Bukankah TUHAN, Allahmu, menyertai kamu dan telah mengaruniakan keamanan kepadamu ke segala penjuru. Sungguh, Ia telah menyerahkan penduduk negeri ini ke dalam tanganku, sehingga negeri ini takluk ke hadapan TUHAN dan kepada umat-Nya.

22:19   : Maka sekarang, arahkanlah hati dan jiwamu untuk mencari TUHAN, Allahmu. Mulailah mendirikan tempat kudus TUHAN, Allah, supaya tabut perjanjian TUHAN dan perkakas kudus Allah dapat dibawa masuk ke dalam rumah yang didirikan bagi nama TUHAN.”

 

Saudara/i yang dikasihi Tuhan Yesus,

Nats minggu Okuli menggambarkan visi Raja Daud membangun rumah Tuhan (selanjutnya dituliskan, Bait Suci) dengan megah (meskipun Daud tidak diperkenankan Tuhan), yang kemudian dilanjutkan oleh putranya Raja Salomo. Sering sekali tokoh-tokoh dalam Alkitab menuliskan dan mengerjakan visi dalam perjalanan hidup mereka, contohnya Abraham diberikan visi oleh Tuhan yang melampaui keadaan fisik Abraham (lih. Kej. 15:5), Habakuk menuliskan visinya agar menjadi pegangan yang jelas dan pasti di masa depan (Hab. 2:2), dalam Perjanjian Baru Rasul Paulus menunjukan komitment total pada visi Ilahi, (Kis. 20:24). Dengan contoh ini dapat dikatakan visi Ilahi selalu berasal dari Tuhan yang melampaui kekuatan manusia dan mengerjakannya membutuhkan ketaatan.

Daud mengetahui bagian penting dari mengerjakan visi Ilahi membangun Bait Suci, yaitu “Mengarahkan hati dan jiwamu untuk mencari Tuhan, Allahmu”, bagian penting ini menjadi nasihat dan landasan bagi Salomo mempersiapkan Bait Suci. Sedikitnya ada 3 bekal yang bisa kita rayakan dari Minggu Okuli – Mataku tetap tearah kepada Tuhan:

  1. Ayat 14: “Sekalipun dalam kesusahan, …”

Daud menuliskan sekalipun dalam kesusahan, ia tetap menyediakan dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk membangun Bait Suci yang megah. Mengajarkan kita dalam mengerjakan visi Ilahi diperlukan ketaatan meskipun kesusahan dan penderitaan yang akan kita hadapi. Firman Tuhan dalam ayat 14 sangat diperlukan saat-saat ini. Ketika ketakutan, khawatir dan putus asa merajai kehidupan, kita memerlukan kekuatan dari Tuhan. Mengandalkan Tuhan dalam setiap perjalanan hidup kita. Masa-masa passion adalah masa penyerahan diri dengan mengimani perjalanan penderitaan Kristus menuju Salib. Dibalik setiap kelemahan dan kesusahan manusia ada kekuatan dari Tuhan.

  1. Ayat 17-18 “Memberi bantuan dan Allah mengaruniakan keamanan”

Yang kita butuhkan dan lakukan sebagai sesama manusia adalah saling membantu, saling memperhatikan dan saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Seperti Daud dan para pembesar Israel kepada Salomo (ayat 17), Paulus juga menuliskannya dalam Surat Ibrani yang merupakan Epistle minggu ini. Dalam arak-arakan Tahun Transformasi, semua jemaat bersama-sama saling membantu dalam kasih untuk setiap pekerjaan Tuhan. Bukan saling menghakimi, saling menjatuhkan dan saling menyalahkan satu dengan yang lain.

  1. Ayat 19 “Mengarahkan Hati dan Jiwa untuk Mencari Tuhan”

Seluruh penduduk negeri diberikan Tuhan ke tangan Daud, Israel milik Tuhan. Di dalam gereja-gereja lokal segala sesuatu tunduk pada kepemimpinan Kristus, hal ini menciptakan penyerahan diri untuk mengarahkan hati dan jiwa dalam melayani Tuhan. Perjanjian Baru memiliki paham teologis bahwa Bait Suci/ Bait Allah bukan hanya sebatas bagunan fisik semata, melainkan orang-orang percaya yang mengimani Kristus sebagai Juruslamat. Mencari Tuhan bukan karena Ia pergi, melainkan sikap iman untuk senantiasa bersandar dan mengandalkan Tuhan dalam setiap rencana hidup. Kiranya Tuhan menyertai kita.

Doa Penutup               : Allah sumber berkat, terimakasih atas banyak berkat yang Engkau berikan, berikanlah satu hal lagi yaitu hati yang bersyukur, hati yang setiap iramanya memuji dan memuliakan namaMu. FirmanMu yang terlah kami terima, ajarkanlah kami untuk senantiasa mencariMu dan mengandalkanMu di setiap langkah kehidupan. Kami serahkan hidup kami dalam tangan pengasihan Tuhan. Amin.

 

 

Scroll to Top