Renungan Evangelium Minggu pada Minggu, 15 Maret 2026

 

Doa Pembuka: Damai sejahtera dari Allah Bapa, yang melampaui akal dan pengertianmu, itulah kiranya yang memelihara hati dan pikiranmu. Di dalam Yesus Kristus Tuhan. Amin.

Bapak Ibu, saudara/i sekalian yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus Firman Tuhan di Minggu tanggal 15 Maret 2026, di minggu Letare diambil dari Efesus 5 : 8-14. Saya akan bacakan, Demikian Firman Tuhan,

8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,

9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,

10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.

11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.

12 Sebab menyebutkan saja pun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.

13 Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.

14 Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.”

 

 

Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih Dalam Nama Tuhan, dalam hidup ini setiap orang sedang berjalan dalam suatu arah: menuju terang atau tetap tinggal dalam kegelapan. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus mengingatkan orang percaya tentang perubahan hidup yang terjadi ketika seseorang mengenal Kristus. Dahulu manusia hidup dalam kegelapan, tetapi melalui kasih Tuhan mereka dipanggil untuk hidup sebagai anak-anak terang. Terang dan gelap adalah gambaran yang sangat jelas dalam Alkitab. Kegelapan melambangkan dosa, kebingungan, dan kehidupan yang jauh dari Tuhan. Sebaliknya, terang melambangkan kebenaran, kekudusan, dan kehidupan yang dipimpin oleh Tuhan. Melalui bagian firman ini, kita diajak untuk menyadari identitas kita sebagai orang yang telah menerima terang Tuhan.

 

Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, Dalam ayat 8 dikatakan bahwa dahulu kita adalah kegelapan, tetapi sekarang kita adalah terang di dalam Tuhan. Perubahan ini bukan hanya perubahan kecil, tetapi perubahan identitas. Artinya, orang yang hidup di dalam Kristus dipanggil untuk menunjukkan kehidupan yang berbeda dari sebelumnya. Rasul Paulus kemudian menegaskan bahwa hidup sebagai anak-anak terang akan menghasilkan buah-buah yang baik. Buah terang itu adalah kebaikan, keadilan, dan kebenaran. Ini berarti kehidupan orang percaya seharusnya mencerminkan karakter Tuhan dalam sikap, perkataan, dan tindakan sehari-hari. Selain itu, Paulus juga mengingatkan agar orang percaya tidak mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak menghasilkan apa-apa. Bahkan, kehidupan orang percaya seharusnya menjadi terang yang menyingkapkan perbuatan-perbuatan yang salah. Kehadiran orang yang hidup dalam terang seharusnya membawa pengaruh yang baik di lingkungan sekitarnya. Firman Tuhan juga mengatakan bahwa segala sesuatu yang disingkapkan oleh terang akan menjadi jelas. Terang membuat segala sesuatu terlihat sebagaimana adanya. Dalam kehidupan rohani, terang Tuhan menolong manusia menyadari dosa dan membawa mereka kepada pertobatan.Bagian ini diakhiri dengan sebuah panggilan yang sangat kuat: “Bangunlah, hai kamu yang tidur, bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.” Pesan ini mengingatkan bahwa masih ada orang yang hidup secara rohani seperti orang yang tertidur, tidak peka terhadap kehendak Tuhan. Tuhan memanggil setiap orang untuk bangun dari kehidupan lama dan hidup dalam terang Kristus.

 

Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, Renungan ini mengajak kita untuk memeriksa kehidupan kita. Apakah kita benar-benar hidup sebagai anak-anak terang, atau masih sering kembali kepada pola hidup lama yang gelap? Hidup dalam terang berarti hidup dengan kesadaran bahwa Tuhan melihat setiap langkah kita. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk memancarkan terang Kristus melalui karakter, perkataan, dan tindakan kita. Ketika kita hidup dalam kebenaran, kebaikan, dan keadilan, kehidupan kita dapat menjadi kesaksian bagi orang lain. Kiranya firman Tuhan ini mengingatkan kita untuk terus hidup dalam terang-Nya. Bangunlah dari kehidupan yang lama, hiduplah dekat dengan Tuhan, dan biarlah terang Kristus bersinar melalui hidup kita setiap hari.

 

Doa Penutup: Terima kasih Ya Tuhan Allah, untuk FirmanMu yang telah kami dengar. Ajari kami untuk selalu bersyukur memiliki Engkau, ajarkan kami bahwa betapa bahagianya kami karena Engkau begitu mengasihi kami. Dengan bimbingan rohMu, kami akan melakukan FirmanMu untuk kemuliaan namaMu. Kami serahkan hidup kami hari ini, esok dan selamanya hanya kedalam tangan pengasihanmu. Di dalam Yesus Kristus Kami berdoa. Amin.

Pdt. Andar Panuturi Sitompul, S.Th- Fungsional di Biro Ibadah Musik HKBP

 

Scroll to Top