HKBP Bekali Pelayan Penuh Waktu Distrik XIX Bekasi, Tekankan Komitmen Memelihara Jemaat sebagai Harta yang berharga dari Tuhan

Dokumentasi Foto

Bekasi (30/3) – Sekretaris Jenderal (Sekjend) HKBP, Pdt. Rikson M. Hutahaean, M.Th., secara langsung memberikan pembinaan dan penguatan kapasitas kepada seluruh Pelayan Penuh Waktu (Pangula Na Gok Tingki) se-HKBP Distrik XIX Bekasi. Kegiatan strategis yang berfokus pada penegasan komitmen dalam menggembalakan jemaat ini diselenggarakan di Gedung Serba Guna HKBP Jati Asih, Bekasi, pada Senin (30/3/2026).

Dalam arahannya yang menjadi poin sentral pertemuan, Sekjend HKBP menegaskan bahwa esensi pelayanan gereja tidak dapat dilepaskan dari komitmen dan tanggung jawab moral yang tinggi dari setiap pelayan. Ia mengajak seluruh pelayan tahbisan untuk senantiasa menyadari bahwa gereja memiliki “harta” yang paling berharga, yakni warga jemaat. Jemaat merupakan domba-domba Allah yang harus senantiasa digembalakan dengan penuh kasih, kesetiaan, serta integritas yang tidak luntur.

Lebih jauh, Pdt. Rikson M. Hutahaean mengingatkan agar orientasi pelayanan tidak semata-mata berfokus pada penataan aspek administratif maupun pemenuhan hal-hal material semata. Aspek tersebut memang penting, namun pelayan harus tetap berakar kuat pada panggilan rohani utama untuk melayani umat secara utuh. Ia menegaskan kembali bahwa jemaat bukanlah sekadar objek pelayanan, melainkan bagian hidup dari tubuh Kristus yang harus terus dirawat, dibina, dan dituntun menuju kedewasaan iman.

Guna mewujudkan pelayanan yang berdampak dan maksimal, Sekjend HKBP sangat menggarisbawahi urgensi membangun relasi persekutuan yang sehat dan harmonis di antara para pelayan penuh waktu. Keberhasilan dan kemajuan pelayanan di suatu distrik berbanding lurus dengan kualitas hubungan antar pelayannya. Oleh karena itu, para Pendeta, Bibelvrouw, Diakones, serta calon pelayan dituntut untuk senantiasa hidup dalam kesatuan hati, saling menopang satu sama lain, serta sebisa mungkin menghindari potensi konflik yang kontraproduktif bagi pelayanan gereja. Dalam konteks menjaga persekutuan ini, peran Praeses sebagai pemimpin di tingkat distrik sangatlah krusial. Praeses diposisikan sebagai “Sintua ni Pangula na Gok Tingki”, yang mengemban tugas utama untuk terus membimbing, mengarahkan, dan menjaga soliditas para pelayan di bawah naungannya.

Adapun kegiatan pembinaan ini dipandu langsung oleh Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi, Pdt. Henry Napitupulu, M.Th., yang bertindak selaku moderator. Tingginya antusiasme dan komitmen pelayan di distrik ini terlihat dari jumlah kehadiran peserta yang hampir mencapai seratus orang. Secara terperinci, kegiatan ini dihadiri oleh 76 orang Pendeta, 4 orang Bibelvrouw, 1 orang Diakones, serta 18 orang calon pelayan dan peserta magang dari berbagai resort di wilayah pelayanan Bekasi.

Rangkaian acara ini diawali dengan ibadah pembukaan yang berlangsung khidmat, disusul dengan sermon dan sesi koordinasi internal guna menyelaraskan derap langkah program pelayanan di tingkat distrik. Setelah Sekjend HKBP memaparkan materi dalam dua sesi utama, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung hangat dan sangat konstruktif.

Diskusi ini menjadi ruang dialog penting yang membahas dinamika pergumulan nyata pelayanan di lapangan, kebijakan-kebijakan terkini dari Kantor Pusat HKBP, hingga sosialisasi dan rencana strategis pengembangan sistem budgeting Sentralisasi Keuangan HKBP ke depan. Melalui forum dua arah ini, terjadi pertukaran gagasan yang ditujukan untuk memperkaya perspektif para pelayan basis.

Menutup rangkaian perjumpaan yang penuh sukacita tersebut, Praeses Pdt. Henry Napitupulu menyampaikan apresiasi mendalam mewakili seluruh perangkat distrik atas pembekalan teologis dan organisatoris yang telah diberikan. Seluruh pelayan menyatakan komitmen penuh untuk mengimplementasikan arahan tersebut di jemaat masing-masing, sebagai langkah nyata mendukung visi Program Transformasi HKBP 2024–2028 yang bertujuan mewujudkan gereja yang terus bertumbuh dan menjadi berkat.

Scroll to Top