Bersama menekan tombol sirine dalam peluncuran orientasi program pelayanan distrik 2019

Bertempat di HKBP Bandung Reformanda pada Senin (21/1/2019), seluruh pelayan penuh waktu HKBP Distrik XVIII Jabartengdiy, majelis dan warga jemaat yang hadir dalam ibadah awal tahun denggan rasa syukur kepada Tuhan. Ibadah ini dilayani oleh Pdt. Horas Pakpahan (Pendeta Ressort Bandung Reformanda) sebagai liturgis, Pdt. M. Tampubolon sebagai pendoa syafaat dan Kepala Departemen Koinonia Pdt. Martongo Sitinjak menyampaikan firman.

Di dalam ibadah ini berkumandang tujuh pujian dari setiap persekutuan paduan suara. Ada lima paduan suara yang menyampaikan pujiannya, yaitu HKBP Bandung Barat, HKBP Bandung Reformanda dan HKBP Bandung Timur A. Persekutuan Perempuan Distrik juga turut menyerukan puji-pujian serta keluarga pelayan penuh waktu (yaitu suami atau istri dari pelayan) menyerukan “Beta Marhobas” dalam koornya.

Pdt Martongo Sitinjak menyampaikan firman Tuhan

Dalam khotbahnya yang didasarkan pada Lukas 4: 16 – 21, dan tema pusat Patupaon Ulaon tu Angka na Pogos) Pdt. Martongo Sitinjak menyampaikan, kita adalah jalan atau perantara Allah untuk membantu saudara kita untuk melakukan beberapa hal, seperti; menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, dan memberitakan tahun rahmat Tuhan.

Ia juga berseru supaya jemaat memersiapkan diri untuk benar-benar mendengar firman Allah ketika kita membaca Alkitab agar FirmanNya bekerja atas diri warga jemaat. “Bukan membaca firman Allah berdasarkan apa yang kita pikirkan, maka kepada kita parhalado dan pelayan fulltimer, Parade ma jamitam parjolo tu dirim, ndang tu halak na parjolo”, paparnya.

Kadep Koinonia, Praeses Pdt Dannerd W Siregar STh MA, perwakilan Majelis Pekerja Sinode dan MPS Distrik beserta panitia secara bersama menekan tombol sirine sebagai tanda diluncurkannya Orientasi Program Distrik di tahun 2019 ini.

Pada acara ini turut hadir Ketua FKUB Bandung, KH. Ahmad Suherman yang telah memimpin selama 17 tahun. Dalam kata sambutannya, ia menyampaikan tiga hal yang harus dilakukan untuk menjaga kerukunan. Pertama, menjaga kerukunan di dalam agamanya masing-masing secara internal. Ia menginformasikan di Bandung ada 141 Kekristenan. Kedua, menjaga kerukunan antarumat beragama. Ketiga, menjaga kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah.

Penyematan ulos kepada FKUB Bandung

Kadep Koinonia dan praeses mewakili seluruh jemaat menyematkan ulos kepada KH Ahmad Suherman. Praeses sangat mengapresiasi tingkat kehadiran para pelayan penuh waktu. Kekompakan antarpelayan terjalin baik dan itu terlihat dari hadirnya seluruh pelayan penuh waktu pada saat ini, terang Pdt. Dannerd Siregar.

Songgop ma tondi Parbadia tu rohanta ganup marsadasada. Roh Allah menyertai kita menjalani kegiatan parsinirohaon di seluruh lini pelayanan kita, itulah yang di sampaikan Kadep Koinonia dalam kata bimbingannya serta mengucapkan terima kasih kepada Ketua FKUB Bandung yang telah hadir.

Acara kebersamaan dan kemeriahan berlangsung dengan sukacita. Hubungan parhahamaranggi (kekerabatan keluarga abang beradik) di dalam diri pelayan distrik ini terlihat di kebersamaan itu.

Ulaon parasinirohaon sudah dimulai dalam acara ini, yaitu melalui pelayanan diakonia sosial kepada warga jemaat yang kurang mampu dan kurang sehat, yang diberikan secara langsung oleh distrik ini. TV  dan hadiah lainnya cukup menjadi hiburan dalam acara doorprize. Warga yang mendapatkan hadiah utama TV memberikannya kepada kantor distrik untuk menjadi inventaris distrik. Tuhanlah kiranya yang dipermuliakan atas setiap kegiatan parasinirohaon kita, tutup Pdt Martongo Sitinjak. Pdt Reonald Hutabarat